Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Juli 2019 16:34
Humas Pemko Pekanbaru Gelar Pemilihan Wartawan Idaman

Rabu, 17 Juli 2019 16:29
Pilkada Siak 2020, T S Hamzah Jadi Trending Topic di Masyarakat

Rabu, 17 Juli 2019 16:24
RAPP Kampanyekan Diet Plastik Sekali Pakai di Lingkungan Kerja dan Perumahan Karyawan

Rabu, 17 Juli 2019 16:17
6 Bidan Puskesmas di Rohul Terima SK CPNS‎ Daerah dari Bupati Sukiman

Rabu, 17 Juli 2019 16:11
Sukiman Curi Start dan Minta Dukungan Maju Pilkada Rohul 2020

Rabu, 17 Juli 2019 15:26
Kesbangpol Riau: Meriahkan HUT RI, Dilombakan Festival Gapura Cinta Negeri Berhadiah Piala Presiden

Rabu, 17 Juli 2019 15:19
Penyediaan Layanan, Bapenda Bengkalis Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Bank

Rabu, 17 Juli 2019 15:03
Sah, Musliadi - Supriati Berpasangan Pilkada Kuansing 2020

Rabu, 17 Juli 2019 14:34
Polda Riau Tangkap Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Ilegal

Rabu, 17 Juli 2019 14:09
Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Maret 2019 10:09
Muncul 88 Hotspot di Riau, Satgas Upayakan Hujan Buatan

Kebakaran lahan dan hutan di Riau berlanjut. Pagi ini muncul 88 titik api. Satgas mengupayakan hujan buatan untuk pemadaman.

Riauterkini - PEKANBARU - Pagi ini terdapat 86 hotspot di Riau yang tersebar di berbagai daerah. Dari 86 titik panas itu terbanyak berada di Rokan Hilir 23 titik, kemudian di Bengkalis dan Dumai 22 titik. Selain itu, Kepulauan Meranti terdapat 7 titik, Indragiri Hulu 4 titik. Kemudian Pelalawan dan Indragiri Hilir masing-masing 3 titik serta Siak 2 titik.

Namun dari 86 titik hotpsot itu yang dipastikan level confidence di atas 70 persen (fire spot) hanya ada 6 titik. Yakni Rokan Hilir 19 titik, Bengkalis 17 titik, Dumai 18 titik, Indragiri Hulu titik 4, Kepulauan Meranti titik 4, Indragiri Hilir dan Pelalawan 2 titik.

Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger mengatakan hari ini, berupaya melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau pun hujan buatan.

"Kita upayakan hari ini melakukan TMC. Nanti tim Satgas udara akan mengecek mana awan berpotensi hujan. Ini tentunya salah satu cara agar titik api bisa diminimalisir, selain melalui pemadaman melalui jalur darat," kata Sanger, Selasa (19/3/19).

Selain itu, tim Satgas udara juga tetap mengoptimalkan pemadaman Karhutla melalui water boombing di daerah-daerah yang banyak terdapat titik api. Dua helikopter bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yakni jenis bell 412 dan Kamov akan menjadi tumpuan, ditambah lagi dengan dua heli batuan dari Sinarmas Forestry.

"Semua kita maksimalkan termasuk bantuan dari perusahaan," ungkap Sanger.

Selain itu, personil gabungan baik TNI, Polri, BPBD provinsi dan kabupaten kota terkait, manggala agni terus berupaya melakukan penanggulangan Karhutla.***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Unilak - Chevron Bantu Masyarakat dengan Program Bank Sampah
- Gondol Tropi Bupati Kampar, SMK Kehutanan Juarai Junggle Track Road to HKAN 2019
- Ikut Apel Siaga, PT RAPP Tingkatkan Patroli dan Pencegahan
- PLHK Resmi Dibuka Wapres JK,
Pemprov Riau dan RAPP Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

- Edukasi Desa Peduli Gambut, BRG Jalin Kerjasama Bersama PT CPI
- Jelang Pacu Jalur 2019, ASN Dikerahkan Bersih-bersih Taman Jalur
- Siaga Kemarau, APP Sinar Mas Intensifkan Pencegahan Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com