Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 September 2019 19:35
Jika Asap Masih Ada, Mahasiswa Riau Janji Akan Demo Lagi dengan Massa Lebih Banyak

Selasa, 17 September 2019 18:49
E- Samsat Kepri Resmi Diluncurkan melalui E-Channel Bank Riau Kepri

Selasa, 17 September 2019 18:22
Dermaga Pelabuhan Buton Ambruk,
Ini Kronologis Tenggelamnya Seorang Honorer Dishub Riau di Siak


Selasa, 17 September 2019 18:17
Video Viral Dua Hijaber yang Nyebrang Sungai Pakai Flying Fox Ternyata di Tambusai, Rohul

Selasa, 17 September 2019 18:10
Gandeng IDI dan PERSI, DPRD Riau Dirikan Posko Kesehatan Kedap Asap

Selasa, 17 September 2019 18:00
Warga Resah, 5 Hektar Lahan di Rimbo Panjang Terbakar Dekat Pemukiman

Selasa, 17 September 2019 17:48
Demo Mahasiswa Gabungan di Mapolda Riau Ricuh, 7 Polisi Terluka dan Dirawat di RS Bhayangkara

Selasa, 17 September 2019 16:51
Ambruknya Dermaga Buton, Diduga Seorang Honorer Dishub Riau Hilang

Selasa, 17 September 2019 16:38
Politisi Senior Ini Siap Diusung Menjadi Balon Bupati Bengkalis

Selasa, 17 September 2019 16:27
Tahun Ini, DPRD Kuansing Akan Bangun Musala


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 21 Maret 2019 16:23
Titik Api Kembali Muncul, Dewan Nilai Pemprov Riau Sedang 'Terlena'

Pemprov Riau dinilai masih belum maksimal menanggulangi karhutla. Anggota Dewan ini menilai Pemprov sedang 'terlena'.

Riauterkini - Pekanbaru - Komisi IV DPRD Riau menilai Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau terlena soal titik api yang kembali muncul baru-baru ini.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota komisi IV DPRD Riau, Sumiyanti, Kamis (21/3/19) di kantornya. "Kita menilai Pemprov Riau seperti terlena dengan prestasi yang sudah ada. Karena sudah tiga tahun ini kita sudah bebas asap, mungkin mereka sudah menganggap aman, jadi agak longgar terhadap itu," jelasnya.

Walaupun begitu, Sumiyanti mengatakan sangat berterima kasih selama tiga tahun ini Pemprov Riau sudah bisa mengatasi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). "Kita Apresiasi untuk pimpinan yang lama karena sudah cukup bisa mengatasi asap," ujarnya.

Ditambahkannya, kebakaran yang terjadi di banyak daerah saat ini tidak karena sengaja dibakar, memang ada yang sengaja tapi jumlahnya tidak banyak.

"Sengaja dibakar ini jarang, bisa jadi karena puntung rokok yang lalai, jadi banyak di daerah gambut tersebar."

Sumiyanti meminta Pemprov Riau untuk lebih peka dan menyelesaikan hal-hal yang sangat meresahkan masyarakat Riau tersebut. Selain itu ia meminta seluruh elemen untuk bekerja sama terkait karhutla.

"Ini usaha kita bersama semua komponen harus bekerja sama. Serta dengan dukungan masyarakat," pungkasnya. * (Uli)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Warga Resah, 5 Hektar Lahan di Rimbo Panjang Terbakar Dekat Pemukiman
- Prihatin Dampak Kabut Asap, Lurah Duri Timur Bagikan Ribuan Masker Gratis
- Tangani Karlahut, Kemensos Lakukan 5 Langkah Strategis
- Darurat Asap, Polsek Pangean di Kuansing Bagikan Masker Gratis
- Dinkes Bengkalis Bentuk 30 Posko Penanggulangan Kabut Asap
- Penambang Emas Liar di Kuansing Keruk Sungai Dekat Tiang Jembatan
- Asap Kian Pekat, Jarak Pandang di Riau Umumnya tak Sampai Sekilo Meter


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com