Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 17 Juli 2019 18:55
Dilepas Ketua KONI Kampar, Atlet PODSI Kampar Diharapkan Cetak Prestasi Diajang KIDBF 2019

Rabu, 17 Juli 2019 18:17
Bupati Bangga Tim Bola Voly Pelajar Rohul Juarai Piala Gubri, Bonus Belum Terfikirkan

Rabu, 17 Juli 2019 18:12
FWKLA Pekanbaru Gelar Rapat Kerja Media Massa Kota Layak Anak 2019

Rabu, 17 Juli 2019 16:34
Humas Pemko Pekanbaru Gelar Pemilihan Wartawan Idaman

Rabu, 17 Juli 2019 16:29
Pilkada Siak 2020, T S Hamzah Jadi Trending Topic di Masyarakat

Rabu, 17 Juli 2019 16:24
RAPP Kampanyekan Diet Plastik Sekali Pakai di Lingkungan Kerja dan Perumahan Karyawan

Rabu, 17 Juli 2019 16:17
6 Bidan Puskesmas di Rohul Terima SK CPNS‎ Daerah dari Bupati Sukiman

Rabu, 17 Juli 2019 16:11
Sukiman Curi Start dan Minta Dukungan Maju Pilkada Rohul 2020

Rabu, 17 Juli 2019 15:26
Kesbangpol Riau: Meriahkan HUT RI, Dilombakan Festival Gapura Cinta Negeri Berhadiah Piala Presiden

Rabu, 17 Juli 2019 15:19
Penyediaan Layanan, Bapenda Bengkalis Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Bank


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2019 17:33
Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan

Air laut berlumpur tiba-tiba naik ke daratan Batu Enam, Rohil hingga cukup tinggi. Para pedagangpun kocar-kacir menyelamatkan diri dan dagangan mereka.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Air laut membawa lumpur pasang cukup tinggi dan tiba-tiba. Akibatnya, Pedagang Kaki Lima (PKL) Batu Enam (depan kantor bupati, red) kocar kacir. Efeknya, hingga beberapa hari ke depan dagangan mereka tidak laku.

Pantauan riauterkinicom, air pasang datang cukup tinggi, Kamis (21/3/19) pukul 18.00 WIB, sebaran airnya membawa endapan lumpur, terus merambat pada sejumlah lokasi di sekitar perairan Rohil.

Salah satu yang terimbas, PKL Batu Enam, mereka sibuk meninggikan kasur, barang dagangan serta menyelamatkan barang berharga lainnya. “Pasang, kami kocar kacir,” ujar Mira, salah satu pedagang.

Keesokan harinya, Jum’at (22/3/19), air pasang tersebut menyisakan endapan lumpur, pedagang belum membersihkan, karena air pasang susulan biasanya akan kembali datang, dan kondisi seperti itu, otomatis dagangan mereka tidak laku.

Seringnya air pasang mengandung lumpur cukup tinggi belum ada solusi dari Pemkab Rohil, kalau melihat kondisi yang ada, dalam perencanaan penempatan dan pembangunan kios PKL dikawasan ini menggunakan DAK tersebut tidak matang.

Karena tidak mempertimbangkan tinggi maksimal air pasang, sehingga setiap air pasang cukup besar, kawasan ini selalu berkuah lumpur. Padahal ini salah satu destinasi wisata pavorit dikawasan ibu kota Rohil.***(nop)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Unilak - Chevron Bantu Masyarakat dengan Program Bank Sampah
- Gondol Tropi Bupati Kampar, SMK Kehutanan Juarai Junggle Track Road to HKAN 2019
- Ikut Apel Siaga, PT RAPP Tingkatkan Patroli dan Pencegahan
- PLHK Resmi Dibuka Wapres JK,
Pemprov Riau dan RAPP Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

- Edukasi Desa Peduli Gambut, BRG Jalin Kerjasama Bersama PT CPI
- Jelang Pacu Jalur 2019, ASN Dikerahkan Bersih-bersih Taman Jalur
- Siaga Kemarau, APP Sinar Mas Intensifkan Pencegahan Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com