Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 April 2019 16:23
Baru Dua Kecamatan di Pelalawan Tuntas Gelar Rapat Pleno Pemilu

Selasa, 23 April 2019 16:19
‎Penetapan dan Penegasan Batas Desa di Kabupaten Rohul Baru di Tiga Kecamatan

Selasa, 23 April 2019 15:31
12.562 Pelajar SD Sederajat Bengkalis Ikuti USBN

Selasa, 23 April 2019 15:27
‎Pasca Pemilu 2019, Pansus DPRD Rohul Kembali Tancap Gas Bahas Tiga Ranperda

Selasa, 23 April 2019 14:09
Hari Kedua, Pelaksanaan UN Tingkat SMP di Pelalawan Lancar

Selasa, 23 April 2019 12:59
Berlangsung Lancar, Ketua DPRD Kuansing Apreasi Penyelenggara Pemilu 2019

Selasa, 23 April 2019 11:57
Dijadikan Lokasi Mesum Remaja, Pengamanan Kantor UPT Capilduk Mandau Harus Dibenahi

Selasa, 23 April 2019 11:51
Jabatan Dirut BRK Berakhir Hari ini, Kebijakan Diambil Alih 3 Direktur

Selasa, 23 April 2019 09:18
Mur dan Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi

Selasa, 23 April 2019 09:13
Ruko Warga Rumbai Pesisir, Pekanbaru Terbakar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2019 17:33
Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan

Air laut berlumpur tiba-tiba naik ke daratan Batu Enam, Rohil hingga cukup tinggi. Para pedagangpun kocar-kacir menyelamatkan diri dan dagangan mereka.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Air laut membawa lumpur pasang cukup tinggi dan tiba-tiba. Akibatnya, Pedagang Kaki Lima (PKL) Batu Enam (depan kantor bupati, red) kocar kacir. Efeknya, hingga beberapa hari ke depan dagangan mereka tidak laku.

Pantauan riauterkinicom, air pasang datang cukup tinggi, Kamis (21/3/19) pukul 18.00 WIB, sebaran airnya membawa endapan lumpur, terus merambat pada sejumlah lokasi di sekitar perairan Rohil.

Salah satu yang terimbas, PKL Batu Enam, mereka sibuk meninggikan kasur, barang dagangan serta menyelamatkan barang berharga lainnya. “Pasang, kami kocar kacir,” ujar Mira, salah satu pedagang.

Keesokan harinya, Jum’at (22/3/19), air pasang tersebut menyisakan endapan lumpur, pedagang belum membersihkan, karena air pasang susulan biasanya akan kembali datang, dan kondisi seperti itu, otomatis dagangan mereka tidak laku.

Seringnya air pasang mengandung lumpur cukup tinggi belum ada solusi dari Pemkab Rohil, kalau melihat kondisi yang ada, dalam perencanaan penempatan dan pembangunan kios PKL dikawasan ini menggunakan DAK tersebut tidak matang.

Karena tidak mempertimbangkan tinggi maksimal air pasang, sehingga setiap air pasang cukup besar, kawasan ini selalu berkuah lumpur. Padahal ini salah satu destinasi wisata pavorit dikawasan ibu kota Rohil.***(nop)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Mur dan Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi
- Gandeng Sejumlah Komunitas, Sahabat Sungai Pekanbaru Kompak Bersihkan Sungai
- Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau

- Cegah Banjir, Dinas PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Bersihkan Drainase
- Bocah 5 Tahun di Morong Inhu Diterkam Buaya
- Terpeleset ke Sungai, Bocah 5 Tahun di Inhu Diterkam Buaya
- Buaya Tangkapan Warga Dititip di Kasang Kulim


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com