Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 18 April 2019 18:59
Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya

Kamis, 18 April 2019 17:29
Melalui Teleconference, Bupati Kampar Laporkan Pemilu di Kampar Aman dan Lancar

Kamis, 18 April 2019 17:03
Bupati Minta Warga Tunggu Hasil Resmi KPU

Kamis, 18 April 2019 16:39
‎Bupati Rohul Minta Disparbud Kelola Objek Wisata Air Panas di Desa Air Panas

Kamis, 18 April 2019 16:35
Kanker Hati Stadium 4, Seorang Anak di Rohil Butuh Uluran Tangan

Kamis, 18 April 2019 15:28
Teleconference Bersama Kemendagri,
Gubri Laporkan Situasi Pasca Pemilu Hingga Kekurangan Surat Suara


Kamis, 18 April 2019 14:59
102 Operator‎, Mekanik dan Sopir di Dinas PUPR Rohul Lulus Uji Kompetensi Alat Berat

Kamis, 18 April 2019 14:55
Bawaslu Rohul Sebut Pemilih DPKtb Membludak di Pemilu 2019, Tapi Surat Suara Terbatas

Kamis, 18 April 2019 13:52
Laporkan Hasil Pemilu, Sekda Pelalawa Video Conference Bersama Pemprov Riau

Kamis, 18 April 2019 13:48
Hasil Sementara, Prabowo-Sandi Menang di Pelalawan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Maret 2019 07:50
Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat

Mulai 22-28 Maret, terjadi Fenomena Equinox. Terjadi peningkatan suhu. Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dimanapun.

Riauterkini-PEKANBARU-Pada rentang waktu 22-28 Maret 2019, terjadi fenomena equinox. Yaitu sebuah kondisi dimana marahari berada tepat di garis katulistiwa. Kondisi ini membuat suhu di Indonesia lebih hangat (panas). Suhunya bisa mencapai 40 derajad celcius.

Terkait hal itu, Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Mia Fadila Ahad (24/3/19) memgatakan bahwa untuk wilayah pekanbaru saat ini memang dirasa cukup hangat dimana suhu maksimum berkisar antara 34 hingga 35 derajat celcius. Tetapi untuk kemungkinan suhu mencapai 40 derajat celcius tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi mengingat rentang suhu wilayah Indonesia tidak mencapai titik tersebut.

"Hal yang menyebabkan peningkatan suhu tidak hanya disebabkan oleh peristiwa equinox atau matahari tepat di katulistiwa saja. Namun musim pancaroba yang sedang terjadi saat ini juga ikut berperan," terangnya.

Namun demikian, tambahnya, dihimbau kepada masyarakat untuk menyikapi kenaikan suhu yang dirasakan ini adalah untuk memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi dan menghindari membuang sampah yang dapat memicu kebakaran.

"Dengan suhu yang panas, udara menjadi lebih kering, dan potensi terjadinya kebakaran hutan semakin besar. Untuk itu diharapkan semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dimanapun," pungkasnya.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cegah Banjir, Dinas PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Bersihkan Drainase
- Bocah 5 Tahun di Morong Inhu Diterkam Buaya
- Terpeleset ke Sungai, Bocah 5 Tahun di Inhu Diterkam Buaya
- Buaya Tangkapan Warga Dititip di Kasang Kulim
- Manfaatkan Lahan Marginal, Warga Kualu Nenas Panen Raya Semangka 30 Ton
- Tanggulangi Karhutla, Riau Ajukan Tambahan Helikopter
- BBKSDA Riau Lacak Harimau Serang Sapi Warga Teluk Meranti


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com