Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Juni 2019 14:12
Fraksi Demokrat dan PAN Kritik Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Riau 2018

Senin, 17 Juni 2019 12:57
Pererat Silaturahmi, PT BSP Halal Bihalal Bersama StakeHolders

Senin, 17 Juni 2019 12:02
Pilkada 2020, KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar

Senin, 17 Juni 2019 11:55
Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia

Senin, 17 Juni 2019 09:20
Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan

Senin, 17 Juni 2019 07:36
Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul

Senin, 17 Juni 2019 06:48
Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat

Ahad, 16 Juni 2019 23:22
Isu Mutasi dan Rotasi Jajaran Pemkab Inhil, Bupati: Itu Hal yang Biasa, Tunggu Saja

Ahad, 16 Juni 2019 23:14
Milad Ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

Ahad, 16 Juni 2019 19:44
‎Perkosa Korban di Depan Pacarnya, 2 Begal Sadis di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Maret 2019 07:50
Fenomena Equinox, Riau Lebih Hangat

Mulai 22-28 Maret, terjadi Fenomena Equinox. Terjadi peningkatan suhu. Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dimanapun.

Riauterkini-PEKANBARU-Pada rentang waktu 22-28 Maret 2019, terjadi fenomena equinox. Yaitu sebuah kondisi dimana marahari berada tepat di garis katulistiwa. Kondisi ini membuat suhu di Indonesia lebih hangat (panas). Suhunya bisa mencapai 40 derajad celcius.

Terkait hal itu, Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Mia Fadila Ahad (24/3/19) memgatakan bahwa untuk wilayah pekanbaru saat ini memang dirasa cukup hangat dimana suhu maksimum berkisar antara 34 hingga 35 derajat celcius. Tetapi untuk kemungkinan suhu mencapai 40 derajat celcius tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi mengingat rentang suhu wilayah Indonesia tidak mencapai titik tersebut.

"Hal yang menyebabkan peningkatan suhu tidak hanya disebabkan oleh peristiwa equinox atau matahari tepat di katulistiwa saja. Namun musim pancaroba yang sedang terjadi saat ini juga ikut berperan," terangnya.

Namun demikian, tambahnya, dihimbau kepada masyarakat untuk menyikapi kenaikan suhu yang dirasakan ini adalah untuk memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi dan menghindari membuang sampah yang dapat memicu kebakaran.

"Dengan suhu yang panas, udara menjadi lebih kering, dan potensi terjadinya kebakaran hutan semakin besar. Untuk itu diharapkan semua pihak menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dimanapun," pungkasnya.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul
- Diduga Akibat Api Kayu Bakar,
Satu Rumah Papan di Bengkalis Ludes Terbakar

- BLSDA Riau-Pemkab Kampar Teken MoU RPP Wisata Alam
- Antisipasi Tumbang, Sejumlah Dahan Pohon Tepian Jalan Telukkuantan Dipangkas
- BBKSDA Riau Giring Gajah Liar dari Peranap dan Kelayang
- Dinkes Bengkalis Hentikan Surveilans Ketat Cacar Monyet
- Api Kembali Berkobar, 3 Regu Damkar Mandau Berjibaku Padamkan Api


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com