Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Mei 2019 07:13
Hadiri Nuzulul Qur'an, Wako Pekanbaru Jadi Amil.Zakat Masjid Mukarromah

Selasa, 21 Mei 2019 22:46
Wabup Inhil: Nuzulul Qur'an Momentum Meningkatkan Kesadaran Mengamalkan Ajaran Al Qur'an

Selasa, 21 Mei 2019 22:10
Jalin Silaturahmi, Terminal Bangkinang Gelar Buka Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 21:06
Wali Kota Pekanbaru Kukuhkan Kepengurusan Fankoper

Selasa, 21 Mei 2019 20:51
Prime Park Hotel Pekanbaru Undang Ratusan Anak Yatin Berbuka Puasa Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 20:49
Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Dinas PUPR Rohul Buka Puasa Ramadhan Bersama

Selasa, 21 Mei 2019 19:29
Korupsi Pengadaan Pipa Transmisi PDAM Tembilahan, Inhil, PNS dan Kontraktor Dituntut Berbeda

Selasa, 21 Mei 2019 19:26
Kejari Kuansing Gelar Bukber Bersama Dengan Awak Media

Selasa, 21 Mei 2019 18:14
Cek Jalur Mudik Lintas Barat di Kampar, Kapolda Riau Minta Pihak Kontraktor Gesa Perbaikan Jalan

Selasa, 21 Mei 2019 18:06
Santuni Anak Yatim, APHI Komda Riau Gelar Buka Bersama


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2019 11:29
Takan Bahaya Karlahut, Program DMPA Sinar Mas Agribusiness and Food Diperluas ke Sembilan Desa di Riau

Program DMPA Sinar Mas Agribusiness and Food diperluas ke sembilan desa di Riau. Upaya konkrit mencegah bahaya kebakaran lahan dan hutan.

riauterkini-IDRAGIRI HILIR- PT Bumipalma Lestaripersda sebagai anak usaha dari Sinar Mas Agribusiness and Food memperluas cakupan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ke sembilan desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, sebagai upaya perusahaan meminimalisir potensi dan dampak kebakaran lahan dan hutan (KARLAHUT). Pada 2018, perusahaan telah menggandeng lima desa di Indragiri Hilir untuk ikut berpartisipasi dalam program pencegahan dan penanganan kebakaran tersebut. Pada tahap kedua, perusahaan kembali menggandeng empat desa lainnya untuk secara partisipatif mengambil peran aktif dalam mencegah bahaya KARLAHUT sekaligus memberdayakan masyarakat untuk dapat melakukan teknik budidaya pertanian yang ramah lingkungan (tanpa membakar).

“Sejak awal 2019, kita telah melihat adanya titik-titik panas dalam jumlah yang cukup banyak dan tersebar di Provinsi Riau. Musim kemarau yang dimulai lebih awal dan diperkirakan akan lebih kering, tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama. Saya mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganannya. Tindakan pencegahan dan penanganan KARLAHUT perlu dilakukan melalui sinergi yang melibatkan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, masyarakat dan perusahaan,” jelas Franciscus Costan, CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Riau.

Program DMPA di Riau mendapatkan apresiasi dan dukungan dari unsur pimpinan kecamatan (UPIKA) tiga wilayah yaitu Kecamantan Enok, Kecamatan Keritang, Kecamatan Kempas yang melingkupi sembilan desa. Masyarakat, pemerintah daerah setempat bersama perusahaan memberikan komitmen untuk bekerja sama dalam menanggulangi potensi dan bahaya KARLAHUT. Komitmen tersebut tertuang dalam sebuah kesepakatan bersama yang telah ditandatangi oleh para pemangku kepentingan pada Rabu, 30 April 2019.

Desa-desa yang tergabung dalam program DMPA sampai dengan saat ini adalah Desa Suhada, Desa Sunga Rukam, Desa Nusantara Jaya, Desa Lintas Utara, Desa Karya Tani, Desa Bagan Jaya, Desa Pabenan, Desa Pengalihan dan Desa Sebrang Sangar.

Program DMPA menggabungkan tiga elemen penting yaitu penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengendalian KARLAHUT, peningkatan ketahanan pangan masyarakat serta konservasi sumber daya alam. Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat memiliki kelembagaan yang mampu menekan potensi titik api dan kejadian kebakaran, memiliki kemampuan budidaya pertanian ramah lingkungan untuk peningkatan kesejahteraan serta terciptanya kelestarian sumber daya alam. Pelaksanaan program DMPA di Indragiri Hilir akan berlangsung dari 2018 sampai dengan 2020.

Pada tahun pertama, pendampingan akan berfokus pada pembentukan dan penguatan lembaga Masyarakat Siaga Api (MSA). Pada tahap ini, masyarakat akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan seperti pembuatan peta indikatif batas desa dan area rawan kebakaran secara partisipatif, peningkatan kapasitas MSA melalui penyuluhan, sistem patroli, deteksi dini dan tindakan pemadaman awal, serta sosialisasi pencegahan dan pengendalian KARLAHUT kepada siswa sekolah dan masyarakat.

Pada tahun kedua dan ketiga, program DMPA selain melanjutkan penguatan kelembagaan MSA desa, program dilanjutkan dengan membentuk kelompok tani dan pengembangan pusat kegiatan belajar masyarakat untuk melaksanakan sistem Pertanian Ekologis Terpadu yang ramah lingkungan.

“Masyarakat Siaga Api (MSA) memiliki peran penting dalam keberhasilan program DMPA. MSA adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Oleh karena itu, kegiatan seperti penyuluhan, sosialisasi, patroli, deteksi dini, maupun penanganan pemadaman awal apabila terjadi kebakaran sangat penting untuk diperhatikan. Selain itu, para relawan MSA wajib dibekali dengan pembinaan dan pelatihan yang baik serta peralatan penanganan kebakaran yang memadai,” jelas Franciscus.

Dalam pernyataannya, Franciscus menambahkan “Tidak hanya untuk penanganan kebakaran, dengan DMPA kami juga mendorong dan melakukan program pencegahan. Sejak 2018, sudah ada lima desa yang ikut melaksankan program Pertanian Ekologis terpadu (PET) untuk penguatan kelompok tani agar mereka tidak membakar lahan dalam mengelola pertanian mereka.”

Selain memberikan pendampingan dalam penguatan kelembagaan masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian KARLAHUT di desa-desa binaan, secara terpisah perusahaan juga menjalankan sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu (Integrated Fire Management System, IFMS).

Saat ini, PT BPLP memiliki 45 personil terlatih yang dinamakan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD). Perusahaan juga telah membangun infrastruktur sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang memadai, melengkapi sarana dan prasarana pemadam kebakaran sesuai regulasi Permentan No. 5 Tahun 2018, serta mengembangkan metode peringatan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan. **(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi
- RAPP Paparkan Kesuksesan RER, Lestarikan Kawasan Gambut dan Cegah Karlahut
- Basarnas Kerahkan Penyelam, Cari Pelajar Rohul Hilang di Sungai
- Ngopi PWI Riau-KLHK Soroti Populasi Harimau dan Gajah di Sumatera


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com