Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 Mei 2019 22:37
PT RAPP Salurkan Bantuan Untuk Anak Yatim, Dhuafa dan Mesjid di Siak

Rabu, 22 Mei 2019 22:31
Sehari Gubri di Siak, Rp 880 Juta Lebih Zakat Terkumpul

Rabu, 22 Mei 2019 20:05
Delapan Jabatan Perwira Disertijab, Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Diganti

Rabu, 22 Mei 2019 18:58
Antisipasi Lonjakan Traffic, Smartfren Tingkatkan Beragam Layanan

Rabu, 22 Mei 2019 18:08
PBSI Dinilai Teledor, Pemberian Bonus Atlet Bulutangkis Dituding Tidak Tepat Sasaran

Rabu, 22 Mei 2019 17:35
Datangi Polda Riau, Puluhan Massa HMI-MPO Pertanyakan Buruknya Komitmen Penegakan Hukum

Rabu, 22 Mei 2019 17:28
Gubri Serahkan Zakat Sebesar Rp25 Juta di Siak

Rabu, 22 Mei 2019 16:35
Pemprov Riau Segera Perbaiki Kerusakan Ruas Jalan Provinsi di Rohul Jelang Idul Fitri

Rabu, 22 Mei 2019 16:30
Sebelum Berubah BPNT, Bulog Bengkalis Salurkan Beras Otonom 700 Ton

Rabu, 22 Mei 2019 16:12
Dinas PU-PR Pelalawan Segera Lelang 67 Paket Proyek


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 8 Mei 2019 16:55
BKP Serahkan 172 Gigi Beruang Madu ilegal ke BBKSDA Riau

Balai Karantina Pertanian (BKP) menyerahkan 172 gigi beruang madu ke BBKSDA Riau. Gigi ilegal adalah tangkapan avsec bandara SSK II.

Riauterkini-PEKANBARU-Balai Karantina Pertanian Pekanbaru menyerahkan 156 dari 172 gigi taring beruang madu ilegal hasil penahanan Avsec SSK II Pekanbaru kepada BBKSDA Riau Rabu (8/5/19). Penyerahan dilakukan di kantor Balai Karantina Pekanbaru dan disaksikan GM SSK II Pekanbaru, Jaya Tahona Sirait.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, Rina Delfi mengatakan 172 gigi taring beruang tersebut merupakan hasil penahanan pada 24 Januari 2019 di cargo Bandara SSK II Pekanbaru kerjasama AVSEC dan Karantina Pertanian Pekanbaru.

Penahanan bermula dari kecurigaan petugas AVSEC bandara SSK II Pekanbaru saat pemeriksaan x-ray terhadap paket yang bertuliskan berisi makanan. Selanjutnya petugas AVSEC menyerahkan paket tersebut kepada petugas Karantina Pertanian Pekanbaru.

Menurut Rina, paket berisikan 172 gigi beruang madu itu dikemas dalam kardus berukuran 26 x 20 x 14 cm. Paket kerdus itu rencananya dikirim dari Pekanbaru tujuan Jakarta Barat melalui jasa ekspedisi.

"Paket berisikan 172 gigi taring hewan yang masing-masing dikemas dalam plastik kecil berisikan 4 buah gigi," terang Rina.

Pengiriman gigi taring beruang madu tanpa sertifikat kesehatan dari karantina ini menurut Rina melanggar Undang-Undang RI No.16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP No.82/2000 tentang Karantina Hewan.

Karantina Pertanian Pekanbaru menyerahkan gigi taring beruang madu sebanyak 156 buah dari total keseluruhan sebanyak 172 buah dengan sisanya digunakan untuk pengujian di LIPI dan sebagai sampel arsip.*( H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tim BBKSDA Riau Musnahkan Sawit di GSK
- Madu Asli Masih Bisa Ditemukan di Kuansing
- Tim Verifikasi KLA Sambangi Pekanbaru, Walikota Expos Visi dan Misi Smart City Madani
- Restorasi Ekosistem Riau Sukses jaga Habitat Satwa Dilindungi
- RAPP Paparkan Kesuksesan RER, Lestarikan Kawasan Gambut dan Cegah Karlahut
- Basarnas Kerahkan Penyelam, Cari Pelajar Rohul Hilang di Sungai
- Ngopi PWI Riau-KLHK Soroti Populasi Harimau dan Gajah di Sumatera


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com