Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Juli 2019 12:30
Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen

Jum’at, 19 Juli 2019 09:51
Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg

Jum’at, 19 Juli 2019 09:42
AHM Luncurkan Si Penjelajah Jalanan, Honda Skutik ADV150

Jum’at, 19 Juli 2019 08:06
Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa

Kamis, 18 Juli 2019 21:35
Rasa Haru Warnai Pembukaan KIDBF 2019, 11 Bendera Negara Peserta Berkibar di Danau Rusa

Kamis, 18 Juli 2019 20:52
Sidang Lanjutan Sengketa Pileg, Rusidi Minta MK Hadirkan Bawaslu Bengkalis

Kamis, 18 Juli 2019 20:50
Berbagai Kegiatan Warnai HUT Adyaksa ke-59 Digelar Kejari Pelalawan

Kamis, 18 Juli 2019 19:47
Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A

Kamis, 18 Juli 2019 19:45
Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD

Kamis, 18 Juli 2019 18:56
Mampir di Pasirpangaraian, Istri Wagubri: Masjid Agung Terasa Masjid Madinah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 8 Mei 2019 16:55
BKP Serahkan 172 Gigi Beruang Madu ilegal ke BBKSDA Riau

Balai Karantina Pertanian (BKP) menyerahkan 172 gigi beruang madu ke BBKSDA Riau. Gigi ilegal adalah tangkapan avsec bandara SSK II.

Riauterkini-PEKANBARU-Balai Karantina Pertanian Pekanbaru menyerahkan 156 dari 172 gigi taring beruang madu ilegal hasil penahanan Avsec SSK II Pekanbaru kepada BBKSDA Riau Rabu (8/5/19). Penyerahan dilakukan di kantor Balai Karantina Pekanbaru dan disaksikan GM SSK II Pekanbaru, Jaya Tahona Sirait.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, Rina Delfi mengatakan 172 gigi taring beruang tersebut merupakan hasil penahanan pada 24 Januari 2019 di cargo Bandara SSK II Pekanbaru kerjasama AVSEC dan Karantina Pertanian Pekanbaru.

Penahanan bermula dari kecurigaan petugas AVSEC bandara SSK II Pekanbaru saat pemeriksaan x-ray terhadap paket yang bertuliskan berisi makanan. Selanjutnya petugas AVSEC menyerahkan paket tersebut kepada petugas Karantina Pertanian Pekanbaru.

Menurut Rina, paket berisikan 172 gigi beruang madu itu dikemas dalam kardus berukuran 26 x 20 x 14 cm. Paket kerdus itu rencananya dikirim dari Pekanbaru tujuan Jakarta Barat melalui jasa ekspedisi.

"Paket berisikan 172 gigi taring hewan yang masing-masing dikemas dalam plastik kecil berisikan 4 buah gigi," terang Rina.

Pengiriman gigi taring beruang madu tanpa sertifikat kesehatan dari karantina ini menurut Rina melanggar Undang-Undang RI No.16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP No.82/2000 tentang Karantina Hewan.

Karantina Pertanian Pekanbaru menyerahkan gigi taring beruang madu sebanyak 156 buah dari total keseluruhan sebanyak 172 buah dengan sisanya digunakan untuk pengujian di LIPI dan sebagai sampel arsip.*( H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sukseskan Pacu Jalur 2019, ASN Goro Bersihkan Hotel Kuansing
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Bersihkan Ceceran Crude Oil
- Unilak - Chevron Bantu Masyarakat dengan Program Bank Sampah
- Gondol Tropi Bupati Kampar, SMK Kehutanan Juarai Junggle Track Road to HKAN 2019
- Ikut Apel Siaga, PT RAPP Tingkatkan Patroli dan Pencegahan
- PLHK Resmi Dibuka Wapres JK,
Pemprov Riau dan RAPP Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

- Edukasi Desa Peduli Gambut, BRG Jalin Kerjasama Bersama PT CPI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com