Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 15 September 2019 11:57
Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat

Ahad, 15 September 2019 11:51
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan

Ahad, 15 September 2019 09:52
.Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI

Sabtu, 14 September 2019 21:49
Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong

Sabtu, 14 September 2019 21:43
Bupati Mursini Hadiri Rakor Penanggulangan Karhutla Bersama Panglima TNI

Sabtu, 14 September 2019 20:36
Tiga Pesawat Dikerahkan, 350 Personil TNI Segera Didatangkan Bantu Padamkan Karhutla di Riau

Sabtu, 14 September 2019 17:40
Ketua Apegti Riau Sarankan Tim Monitoring Gula Rafinasi

Sabtu, 14 September 2019 17:35
Kabut Asap Tebal, Kesyahbandaran Bengkalis Terbitkan Edaran Waspadai Aktivitas di Laut

Sabtu, 14 September 2019 17:19
Panglima TNI Gelar Rapat Tertutup, Belasan Mahasiswa FH Unri Gelar Demo

Sabtu, 14 September 2019 15:57
Gelar Rapat Tertutup, Panglima TNI dan Kepala BNPB Tiba di Gedung Daerah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Mei 2019 15:24
Akan Dibawa ke Malaysia, 77,4 Ribu Bibit Baby Lobster Diamankan Polairud Polda Riau

Aksi penyelundupan 77,4 Bibit Baby Lopster p(BL) berhasil digagalkan Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud). Bibit BL ini berhasil diamankan di perairan Sungai Raja, kawasan Dumai

Riauterkini - PEKANBARU - Diangkut menggunakan kapal (KM Tanpa Nama) 77,4 bibit BL berhasil diamankan Kopolairud Polda Riau. Rencannya bibit BL ini akan dibawa menuju negeri Jiran Malaysia.

Pada temu Pers yang dilaksanakan di Kantor Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Pekanbaru, Direktur Pol Air Polda Riau, Kombes Badarudin mengatakan ribuan bibit BL ini diangkut menggunakan kapal dengan dikemas menggunakan plastik dan disusun dalam 15 box sterofom.

"Ada 6 box berisi 27 bungkus plastik yang satu olastiknya kita perkirakan ada 200 ekor bibit. Kemudian ada 9 box berisi 25 bungkus plastik sama dengan 1 plastiknya berisi 200 ekor," Terangnya.

Aksi ini terungkap saat timnya tengah melakukan patroli di kawasan tersebut pada Kamis (23/05/19) sekitar pukul 14.00 wib. Yang kemudian memeriksa satu buah kapal tanpa nama ditemukanlah barang bukti tersebut.

Selain barang bukti yakni bibit BL, pihaknya juga turut mengamankan satu pelaku Am yang diketahui merupakan nalayan yang bereomisili di desa Tanjung Leban Kec. Bandar Laksamana Kab. Bengkalis.

"Dalam kapal itu ada dua orang, satu nahkoda yang kita amankan saat ini dan satu lagi adalah pemilik bibit BL ini yang diketahui berinisial MS. Namun, ia berhasil melarikanbdiri dengan melompat ke sungai," Katanya.

Dikatakan Badarudin, menurut keterangan Am bibit BL ini rencana akan dimasukkan ke Malaysia. Sedangkan dugaan sementara, bibit ini berasal dari daerah Jawa tepatnya Banten. Sebab, terdapat koran banten dalam kemasan box tersebut.

"Ini bisa bisnis perorangan atau juga sindikat. Saat ini kita terus lakukan pemeriksaan terhadap pelaku, meski dia hanya kurir. Memang Riau ini jalur perlintasan saja. Selain Jambi, Riau juga rawan terjadi penyelundupan ini," Paparnya.

Sementara dijelaskan Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Pekanbaru, Eko Sulystianto wilayah Dumai dikuar dari presikainya. Sebab biasanya penyelundupan ini terjadi lewat Batam, Sibgapura dan berakhir di Vietnam.

"Ini lewat Dumai, kita akan kihat apakah masih ada kaitannya penangkapan jaringan sindikat sebelumnya," Bebernya.

Sementara, bibit BL ini sendiri rencana akam di lepas liarkan nantinya di wikayah Jogja.

Aksi penyelundupan ini telah melanggar Pasal 88 J0 Pasal 16 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan atau Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 9 Undang~undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, lkan dan Tumbuhan. Ancaman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp.1,5 miliar.

Sementara, karena aksi oenyelunduoan ini negara merugi jingga Rp1,5 miliar. ***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat
- Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan
- .Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI
- Kabut Asap Kian Tebal,
Zulfi Mursal: Kalau Sudah Darurat, Pemerintah Harus Nyatakan Darurat

- Prihatin Kabut Asap, Ikasmansa Pekanbaru Bagi-bagi Masker ke Masyarakat
- JMGR: Kegagalan Restorasi Gambut BRG Berdampak Bencana Asap
- Diguyur Hujan Ringan, Kabut Asap Masih Selimuti Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com