Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 19:28
Ketua Umum FKIJK Riau Diserahterimakan dari DR. Irvandi Gustari ke Wahyu Sulistiyono

Rabu, 26 Juni 2019 19:23
Produksi Minyak Block Rokan Menurun Sejak 2016

Rabu, 26 Juni 2019 19:00
Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi

Rabu, 26 Juni 2019 18:56
2019, Pengajuan Cerai di Pekanbaru Meningkat

Rabu, 26 Juni 2019 18:27
Enam Kendaraan Tabrakan Beruntun di Depan Stadion Utama Riau

Rabu, 26 Juni 2019 18:23
Mega Proyek 'Technopark' Pelalawan Dapat Kunjungan 17 Anggota DPR-RI

Rabu, 26 Juni 2019 17:31
Lepas 436 Peserta Kukerta Universitas Riau,‎ Sekda Rohul Pesankan ini ke Mahasiswa

Rabu, 26 Juni 2019 17:28
Peringati HANI, Kampar Ingin Bebas dari Narkoba dan Miliki Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba

Rabu, 26 Juni 2019 17:21
Permudah Pelaku Usaha, DPMPSP Bengkalis Sosialisasikan OSS di Mandau

Rabu, 26 Juni 2019 16:37
Korupsi, Tiga ASN Pemkab Inhu Ditahan Kejari


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Mei 2019 15:24
Akan Dibawa ke Malaysia, 77,4 Ribu Bibit Baby Lobster Diamankan Polairud Polda Riau

Aksi penyelundupan 77,4 Bibit Baby Lopster p(BL) berhasil digagalkan Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud). Bibit BL ini berhasil diamankan di perairan Sungai Raja, kawasan Dumai

Riauterkini - PEKANBARU - Diangkut menggunakan kapal (KM Tanpa Nama) 77,4 bibit BL berhasil diamankan Kopolairud Polda Riau. Rencannya bibit BL ini akan dibawa menuju negeri Jiran Malaysia.

Pada temu Pers yang dilaksanakan di Kantor Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Pekanbaru, Direktur Pol Air Polda Riau, Kombes Badarudin mengatakan ribuan bibit BL ini diangkut menggunakan kapal dengan dikemas menggunakan plastik dan disusun dalam 15 box sterofom.

"Ada 6 box berisi 27 bungkus plastik yang satu olastiknya kita perkirakan ada 200 ekor bibit. Kemudian ada 9 box berisi 25 bungkus plastik sama dengan 1 plastiknya berisi 200 ekor," Terangnya.

Aksi ini terungkap saat timnya tengah melakukan patroli di kawasan tersebut pada Kamis (23/05/19) sekitar pukul 14.00 wib. Yang kemudian memeriksa satu buah kapal tanpa nama ditemukanlah barang bukti tersebut.

Selain barang bukti yakni bibit BL, pihaknya juga turut mengamankan satu pelaku Am yang diketahui merupakan nalayan yang bereomisili di desa Tanjung Leban Kec. Bandar Laksamana Kab. Bengkalis.

"Dalam kapal itu ada dua orang, satu nahkoda yang kita amankan saat ini dan satu lagi adalah pemilik bibit BL ini yang diketahui berinisial MS. Namun, ia berhasil melarikanbdiri dengan melompat ke sungai," Katanya.

Dikatakan Badarudin, menurut keterangan Am bibit BL ini rencana akan dimasukkan ke Malaysia. Sedangkan dugaan sementara, bibit ini berasal dari daerah Jawa tepatnya Banten. Sebab, terdapat koran banten dalam kemasan box tersebut.

"Ini bisa bisnis perorangan atau juga sindikat. Saat ini kita terus lakukan pemeriksaan terhadap pelaku, meski dia hanya kurir. Memang Riau ini jalur perlintasan saja. Selain Jambi, Riau juga rawan terjadi penyelundupan ini," Paparnya.

Sementara dijelaskan Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (SKIPM) Pekanbaru, Eko Sulystianto wilayah Dumai dikuar dari presikainya. Sebab biasanya penyelundupan ini terjadi lewat Batam, Sibgapura dan berakhir di Vietnam.

"Ini lewat Dumai, kita akan kihat apakah masih ada kaitannya penangkapan jaringan sindikat sebelumnya," Bebernya.

Sementara, bibit BL ini sendiri rencana akam di lepas liarkan nantinya di wikayah Jogja.

Aksi penyelundupan ini telah melanggar Pasal 88 J0 Pasal 16 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan atau Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 9 Undang~undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, lkan dan Tumbuhan. Ancaman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp.1,5 miliar.

Sementara, karena aksi oenyelunduoan ini negara merugi jingga Rp1,5 miliar. ***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- ‎Kembali Gulirkan Program Desa Bebas Api, PT RAPP Bertekad 'Zonk-kan' Karhutla
- Warga Cerenti, Kuansing Resah, Kawanan Gajah Berkeliaran di Ladang
- Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga Cerenti, Kuansing
- Warga Cerenti, Kuansing Diserang Buaya Saat Wudhu di Sungai
- Pengembalian Lahan 2.800 Hektar dari PTPN V ke Masyarakat Senamanenek Hampir Final
- Cegah Debu, Dinas PUPR Kuansing Kerahkan Mobil Tangki Siram Jalan
- HUT ke-235 Pekanbaru, Walikota Pimpin Aksi Bersih-bersih Sungai Siak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com