Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 15 September 2019 15:03
Ini Posko Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan dan Obat Gratis Akibat Asap

Ahad, 15 September 2019 14:25
Datangkan Artis Ibukota, PT TPP Gelar Hiburan Karyawan

Ahad, 15 September 2019 13:39
Ditunjuk DPP Golkar, Eet si Budak Parit Bangkung Siap Pimpin DPRD Riau

Ahad, 15 September 2019 13:33
Memohon Diturunkan Hujan, Masyarakat Logas Tanah Darat, Kuansing Sholat Istisqa

Ahad, 15 September 2019 11:57
Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat

Ahad, 15 September 2019 11:51
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan

Ahad, 15 September 2019 09:52
.Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI

Sabtu, 14 September 2019 21:49
Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong

Sabtu, 14 September 2019 21:43
Bupati Mursini Hadiri Rakor Penanggulangan Karhutla Bersama Panglima TNI

Sabtu, 14 September 2019 20:36
Tiga Pesawat Dikerahkan, 350 Personil TNI Segera Didatangkan Bantu Padamkan Karhutla di Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 7 Juni 2019 20:57
Rusak Menahun, Warga Muntai, Bengkalis Ramai-ramai Mancing di Jalan

Puluhan pemuda Muntai, Bengkalis memprotes jalan rusak menahun. Mereka berlebaran dengan tanam pohon dan ramai-ramai mancing di jalan.

Riauterkini-BENGKALIS- Merasa kesal dan 'muak' dengan kondisi badan jalan rusak selama 7 tahun hanya ditimbun base, puluhan pemuda Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis menggelar aksi dinamakan Solidaritas Pemuda Desa Muntai Barat Peduli Kampung, Jum'at (7/6/19) petang.

Aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan 'sindiran' kepada pemerintah dan parlemen, mereka melakukan penanaman pohon pisang, pohon kelapa persis di badan Jalan Poros Desa Muntai Barat yang mengalami kerusakan. Tidak hanya aksi tanam pohon, sekitar 15 orang juga 'menyindir' dengan cara 'memancing' di jalan yang sedang digenangi oleh air.

"Tanam pokok pisang sebatang, kelapa tiga batang, yang ikut mancing 15 orang. Ini aksi solidaritas mengharapkan kepada pihak pemerintah maupun legislatif memproritaskan jalan utama penghubung Desa Muntai Barat menuju Desa Bantan Sari, kondisi jalan tersebut sudah lama seperti kolam dan hampir 7 tahun hanya ditimbun base," ungkap salah seorang warga Desa Muntai Barat, Sabri, kepada riauterkini.com, Jum'at (7/6/19).

Menurut Sabri, kondisi badan Jalan Poros Desa Muntai Barat hingga Desa Bantan Sari tersebut, ketika diguyur hujan seperti pada saat lebaran ini sangat sulit dilalui dan harus ekstra hati-hati, karena di setiap permukaan jalan penuh dengan lubang besar digenangi air.

"Aksi hari ini sebagai bentuk perihatin kami sebagai pemilik kampung, harapan demi harapan setiap tahun tak juga di proritaskan. Timbunan dengan base, musim panas berdebu di penghujan banjir yang dihadapi," keluhnya.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ini Posko Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan dan Obat Gratis Akibat Asap
- Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat
- Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan
- .Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI
- Kabut Asap Kian Tebal,
Zulfi Mursal: Kalau Sudah Darurat, Pemerintah Harus Nyatakan Darurat

- Prihatin Kabut Asap, Ikasmansa Pekanbaru Bagi-bagi Masker ke Masyarakat
- JMGR: Kegagalan Restorasi Gambut BRG Berdampak Bencana Asap


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com