Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 15 September 2019 15:03
Ini Posko Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan dan Obat Gratis Akibat Asap

Ahad, 15 September 2019 14:25
Datangkan Artis Ibukota, PT TPP Gelar Hiburan Karyawan

Ahad, 15 September 2019 13:39
Ditunjuk DPP Golkar, Eet si Budak Parit Bangkung Siap Pimpin DPRD Riau

Ahad, 15 September 2019 13:33
Memohon Diturunkan Hujan, Masyarakat Logas Tanah Darat, Kuansing Sholat Istisqa

Ahad, 15 September 2019 11:57
Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat

Ahad, 15 September 2019 11:51
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan

Ahad, 15 September 2019 09:52
.Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI

Sabtu, 14 September 2019 21:49
Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong

Sabtu, 14 September 2019 21:43
Bupati Mursini Hadiri Rakor Penanggulangan Karhutla Bersama Panglima TNI

Sabtu, 14 September 2019 20:36
Tiga Pesawat Dikerahkan, 350 Personil TNI Segera Didatangkan Bantu Padamkan Karhutla di Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Juni 2019 21:56
Dinkes Bengkalis Hentikan Surveilans Ketat Cacar Monyet

Diskes pastikan tidak ada indikasi penyakit Cacar Monyet tersebut masuk ke Bengkalis. Upaya surveilans ketat akhirnya dihentikan.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis telah menghentikan upaya surveilans ketat terhadap Cacar Monyet atau Monkeypox di sejumlah pelabuhan di daerah ini.

Penghentian surveilans dilakukan menyusul karena tidak ada indikasi penyakit Cacar Monyet tersebut masuk ke Bengkalis dan kesimpulan tersebut juga didasari beberapa indikator. Yakni, tidak adanya peningkatan jumlah penderita di Singapura, tidak ada masyarakat Batam sebagai buffer area dari Singapura yang tertular. Dan dari laporan surveilans aktif oleh seluruh Puskesmas tidak ada pasien yang menunjukkan gejala Cacar Monyet.

"Upaya pengamatan terhadap kemungkinan masuknya penyakit menular melalui penumpang kapal tetap rutin dilaksanakan oleh KKP Wilker Bengkalis karena hal tersebut memang Tupoksi mereka dan kita menerima laporannya saja, untuk disikapi segera jika ada penumpang yang dicurigai sebagai suspect penyakit tertentu," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, SKM, Selasa (11/6/19). Sebelumnya, informasi tentang penyakit Cacar Monyet di Singapura sempat menghebohkan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, melalui Dinkes sempat melakukan beberapa upaya untuk mencegah masuknya penyakit tersebut di daerah ini.

Rapat koordinasi (Rakor) bersama PD terkait termasuk KSOP dan KKP Wilker Bengkalis dan Sei. Pakning, dilanjutkan dengan surveilans ketat terhadap penumpang kapal dari Batam dan Malaysia, juga terhadap crew Kapal Tanker di Pelabuhan Pertamina UP. II Sei Pakning.

Dari informasi yang disampaikan oleh Ministry Of Health Singapura (Menteri Kesehatan Singapura, red) tidak ada peningkatan jumlah penderita Cacar Monyet dari jumlah awal yang terpapar sebanyak 23 orang atau penularan terputus.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ini Posko Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan dan Obat Gratis Akibat Asap
- Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat
- Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan
- .Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI
- Kabut Asap Kian Tebal,
Zulfi Mursal: Kalau Sudah Darurat, Pemerintah Harus Nyatakan Darurat

- Prihatin Kabut Asap, Ikasmansa Pekanbaru Bagi-bagi Masker ke Masyarakat
- JMGR: Kegagalan Restorasi Gambut BRG Berdampak Bencana Asap


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com