Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 Juni 2019 21:14
10 Tahun Tanpa ADD, 14 Desa di Rohil Segera Diberi Kode Registrasi

Selasa, 25 Juni 2019 21:11
Aliansi Suporter PSPS Usulkan Perombakan Manajemen

Selasa, 25 Juni 2019 21:06
PPDB Kembali Terapkan Sistem Zonasi, Masyarakat Mandau Harap Harap Cemas

Selasa, 25 Juni 2019 21:01
Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat

Selasa, 25 Juni 2019 20:58
Pelayanan Hemodialisa di RSUD Rohul Akan Dibuka Juli 2019

Selasa, 25 Juni 2019 20:14
Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing

Selasa, 25 Juni 2019 18:54
Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi

Selasa, 25 Juni 2019 18:24
Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga Cerenti, Kuansing

Selasa, 25 Juni 2019 16:33
Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara


Selasa, 25 Juni 2019 16:30
Hingga Akhir Juni,
Smartfren Berikan Bonus Minyak Goreng untuk Pengisian Minimal Rp50 Ribu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 11 Juni 2019 21:56
Dinkes Bengkalis Hentikan Surveilans Ketat Cacar Monyet

Diskes pastikan tidak ada indikasi penyakit Cacar Monyet tersebut masuk ke Bengkalis. Upaya surveilans ketat akhirnya dihentikan.

Riauterkini-BENGKALIS- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis telah menghentikan upaya surveilans ketat terhadap Cacar Monyet atau Monkeypox di sejumlah pelabuhan di daerah ini.

Penghentian surveilans dilakukan menyusul karena tidak ada indikasi penyakit Cacar Monyet tersebut masuk ke Bengkalis dan kesimpulan tersebut juga didasari beberapa indikator. Yakni, tidak adanya peningkatan jumlah penderita di Singapura, tidak ada masyarakat Batam sebagai buffer area dari Singapura yang tertular. Dan dari laporan surveilans aktif oleh seluruh Puskesmas tidak ada pasien yang menunjukkan gejala Cacar Monyet.

"Upaya pengamatan terhadap kemungkinan masuknya penyakit menular melalui penumpang kapal tetap rutin dilaksanakan oleh KKP Wilker Bengkalis karena hal tersebut memang Tupoksi mereka dan kita menerima laporannya saja, untuk disikapi segera jika ada penumpang yang dicurigai sebagai suspect penyakit tertentu," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Alwizar, SKM, Selasa (11/6/19). Sebelumnya, informasi tentang penyakit Cacar Monyet di Singapura sempat menghebohkan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di Kabupaten Bengkalis.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, melalui Dinkes sempat melakukan beberapa upaya untuk mencegah masuknya penyakit tersebut di daerah ini.

Rapat koordinasi (Rakor) bersama PD terkait termasuk KSOP dan KKP Wilker Bengkalis dan Sei. Pakning, dilanjutkan dengan surveilans ketat terhadap penumpang kapal dari Batam dan Malaysia, juga terhadap crew Kapal Tanker di Pelabuhan Pertamina UP. II Sei Pakning.

Dari informasi yang disampaikan oleh Ministry Of Health Singapura (Menteri Kesehatan Singapura, red) tidak ada peningkatan jumlah penderita Cacar Monyet dari jumlah awal yang terpapar sebanyak 23 orang atau penularan terputus.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga Cerenti, Kuansing
- Warga Cerenti, Kuansing Diserang Buaya Saat Wudhu di Sungai
- Pengembalian Lahan 2.800 Hektar dari PTPN V ke Masyarakat Senamanenek Hampir Final
- Cegah Debu, Dinas PUPR Kuansing Kerahkan Mobil Tangki Siram Jalan
- HUT ke-235 Pekanbaru, Walikota Pimpin Aksi Bersih-bersih Sungai Siak
- Juli-Oktober Riau Diprediksi Panas Ekstrim, Pencegahan Dioptimalkan Hadapi Karhutla
- HUT 235 Pekanbaru, Gubri dan Walikota Bersama Ribuan Pegawai Bersiap Bersih-bersih Sungai Siak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com