Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 15 September 2019 15:03
Ini Posko Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan dan Obat Gratis Akibat Asap

Ahad, 15 September 2019 14:25
Datangkan Artis Ibukota, PT TPP Gelar Hiburan Karyawan

Ahad, 15 September 2019 13:39
Ditunjuk DPP Golkar, Eet si Budak Parit Bangkung Siap Pimpin DPRD Riau

Ahad, 15 September 2019 13:33
Memohon Diturunkan Hujan, Masyarakat Logas Tanah Darat, Kuansing Sholat Istisqa

Ahad, 15 September 2019 11:57
Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat

Ahad, 15 September 2019 11:51
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan

Ahad, 15 September 2019 09:52
.Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI

Sabtu, 14 September 2019 21:49
Dua Hari Hilang, Warga Inhil Ditemukan Tewas Dalam Pompong

Sabtu, 14 September 2019 21:43
Bupati Mursini Hadiri Rakor Penanggulangan Karhutla Bersama Panglima TNI

Sabtu, 14 September 2019 20:36
Tiga Pesawat Dikerahkan, 350 Personil TNI Segera Didatangkan Bantu Padamkan Karhutla di Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 12 Juni 2019 18:09
BBKSDA Riau Giring Gajah Liar dari Peranap dan Kelayang

3 ekor gajah liar yang merusak sawit warga Peranap dan Kelayang digiring gajah latih2 ke TNTN.

Riauterkini-PEKANBARU- Konflik antara satwa dan manusia tidak henti hentinya terjadi di wilayah kerja Balai Besar KSDA Riau. Kali ini konflik Gajah dengan manusia terjadi di Kecamatan Peranap dan Kelayanh, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Empat ekor gajah liar (alephas maximus sumatrae) memakan sawit warga yang kebanyakan berumur 2 sampai 5 tahun. Gajah gajah tersebut sudah beberapa lama mendiami dua Kecamatan yaitu Kecamatan Peranap dan Kecamatan Kelayang.

Terkait hal itu, Balai Besar KSDA Riau bersinergi dengan WWF dan Yayasan TNTN melakukan penggiringan satwa dilindungi tersebut.

Menurut humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, Rabu (12/6/19), pada 11 Juni 2019, tim telah melakukan rapat dan koordinasi bersama Wakil Bupati Indragiri Hulu, Kecamatan Peranap (4 desa dan 2 kelurahan), Kecamatan Kelayang, Polsek Peranap, Danramil Peranap, PT. RAPP, PT. RPI, PTPN V, PT. Bintang dan masyarakat yang berdampak.

Tim melakukan survey jalur untuk penggiringan dengan gajah latih. Saat survey, tim menemukan 3 gajah liar berada di belakang pasar baru Peranap tengah berendam.

"Malamnya dilakukan pembahasan kembali teknis penggiringan dengan gajah latih yang direncanakan akan dilakukan keesokan harinya, yaitu tanggal 12 Juni 2019 ke arah kantong gajah Tesso Nilo (15 km dari TKP)," kata Dian.

Untuk satwa Gajah latih sendiri, menurut Dian Tim Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF mengirimkan bantuan 2 Gajah latih dari Lubuk Kembang Bungo. Yaitu gajah bernama Rahman berumur sekitar 35- 40 tahun dengan berat kurang lebih 4 ton dan gajah Indro berumur sekitar 30-35 tahun dengan berat 3,5 ton. Keduanya berjenis kelamin jantan. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ini Posko Kesehatan Tempat Pelayanan Kesehatan dan Obat Gratis Akibat Asap
- Warga Dihimbau Waspada, Buaya Sungai Kuantan di Kuansing Naik ke Darat
- Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Karhutla di Pelalawan
- .Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI
- Kabut Asap Kian Tebal,
Zulfi Mursal: Kalau Sudah Darurat, Pemerintah Harus Nyatakan Darurat

- Prihatin Kabut Asap, Ikasmansa Pekanbaru Bagi-bagi Masker ke Masyarakat
- JMGR: Kegagalan Restorasi Gambut BRG Berdampak Bencana Asap


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com