Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Agustus 2019 08:20
Kebakaran Lahan Meluas, Muncul 192 Titik Api di Riau

Jum’at, 23 Agustus 2019 21:40
Sidang Kasus Sabu 37 Kg di Bengkalis,
PH Lima Terdakwa Minta Wartawan Lokal Simpulkan Sendiri Nota Pledoi


Jum’at, 23 Agustus 2019 20:05
Bacakan Pledoi, Terdakwa Narkotika 37 Kilogram Kupas Tuntas Kelemahan Pembuktian Penuntut Umum

Jum’at, 23 Agustus 2019 18:12
Puluhan Perangkat Kelurahan Paling Ujung di Kecamatan Mandau, Bengkalis Dikukuhkan

Jum’at, 23 Agustus 2019 17:25
Info Awal Senpi, Polisi Rohul Justru Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Pasar Rabu Rantau Sakti

Jum’at, 23 Agustus 2019 17:21
Membahayakan Masyarakat,
Dewan Desak Dishub Riau Perbaiki Dermaga Roro Rupat Batang Kelapa


Jum’at, 23 Agustus 2019 16:45
Sudah Dibentuk, Pengumuman Pansel Tunggu Jawaban KASN

Jum’at, 23 Agustus 2019 15:31
Gubri Turut Sesalkan Keributan Antara Kasatpol PP Pekanbaru dan Kabid Penindakan BNNP

Jum’at, 23 Agustus 2019 15:01
'Mancing', Polisi Berhasil Ringkus Tersangka Pengedar Sabu di Bengkalis

Jum’at, 23 Agustus 2019 14:57
Wujudkan Sinergitas dan Koordinasi Antar Instansi,
DPMPSP Bengkalis Gelar Rakor Pelayanan Terpadu Satu Pintu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Juni 2019 06:46
Pengembalian Lahan 2.800 Hektar dari PTPN V ke Masyarakat Senamanenek Hampir Final

Perjuangan panjang masyarakat Sinamanenek mendapat kembali 2.800 hektare lahan ulayatnya mendekati hasil. PTPN V bersiap menyerahkan.

Riauterkini-SENAMANENEK - Perjuangan panjang warga Desa Senamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar mendapatkan kembali lahannya yang digarap PTPN V seluas 2.800 hektare semakin mendekati kenyataan. Senin (24/6/2019) Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto turun ke Desa   melakukan sosialisasi terhadap program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Seperti diketahui, Presiden RI Joko widodo telah memerintahkan agar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menyerahkan lahan yang dikuasainya seluas 2.800 hektare kepada masyarakat adat Senamanenek baru-baru ini. Perjuangan masyarakat Senamanenek sendiri telah berlangsung belasan tahun. Bahkan perjuangan  ini pernah berakhir bentrok massa dengan pekerja PTPN V beberapa 21 Oktober 2013 lalu. Ada pihak masyarakat yang masuk penjara karena perjuangan itu.

Bupati Kampar dalam kegiatan sosialiasi ini mengingatkan bahwa setelah sosialisasi ini masyarakat penerima akan diverifikasi dan didata. "Keputusan besar telah di keluarkan oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, ini merupakan tanggung jawab pemerintah yang ingin memakmurkan masyarakat dan ini bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya," ujar Catur mengawali sambutannya mengatakan akan menjalankan keputusan ini dengan sebaik-baiknya guna kemakmuran masyarakat," ulasnya.

Ia mengingatkan, program TORA ini harus memiliki objek yakni masyarakat penerima,  lahan dan bidang tanah. "Siapa penerima maka selesailah terhadap apa yang menjadi tuntutan masyarakat yang telah berjalan bertahun-tahun," katanya.

Catur minta kepada masyarakat  jangan meributkan program ini karena ini satu-satunya di Indonesia dan sebagai contoh.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau Lukman Hakim menyampaikan, secercah harapan bagi masyarakat telah terlihat. Ia menyebutkan, tanah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sesuai dengan UUD tahun 1945 Tanah dipergunakan seluas-luasnya bagi kemakmuran masyarakat, selain itu tanah merupakan faktor pertumbuhan ekonomi begitu juga sebagai dasar bagi masyarakat. "Reformasi agraria merupakan bentuk kehadiran negara di masyarakat, diatur kembali baik kepemilikan, ukuran maupun peruntukannya dan saat ini kita telah mulai melakukan sosialisasi terhadap lahan 2.800 hektare di Desa Senamanenek," ulasnya.

Melalui sosialisasi kepada masyarakat penerima, tidak terjadi salah sasaran dan hal yang tak diinginkan.

Sementara itu Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten II Setda Riau Indradalam arahannya menyampaikan feforma Agraria proses konsolidasi dan koordinasi dalam kepemilikan lahan. "Maka tahap awal adalah dengan sosialisasi Kepada masyarakat selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses pendataan dan verifikasi dan sampai penyerahan Sertipikat tanah," kata Indra.

Sebelumnya tokoh masyarakat Senamanenek KH. Alwi Arifin dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat sangat berbahagia dengan telah diresponnya keinginan dan aspirasi masyarakat yang telah diungkapkan dan diperjuangkan sejak belasan tahun kalau. "Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah Indonesia, ini nikmat dari Allah kepada kita, mari kita syukuri dan semoga berkah. Begitu juga ucapan kepada pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar yang telah memberikan jalan dan memperjuangkan sehingga telah sampai tahap sosialisasi ini," pungkas KH  Alwi Arifin.***(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kebakaran Lahan Meluas, Muncul 192 Titik Api di Riau
- Selain Jejak Harimau,
Ditemukan Pula Bangkai Monyet Hangus di Bekas Lahan Terbakar

- Ketua F-PAN Pelalawan Minta Presiden Cabut Izin HTI/HGU di Lahan Gambut
- Kabut Asap Berlanjut, Terpantau 68 Titik Api di Riau
- Diselimuti Kabut Asap, Dua Titik Api Terdeteksi di Inhu
- Digondol Buaya dari Kemarin, Warga Inhil Ini Ditemukan Tewas
- Sedang Cari Udang, Seorang Ibu di Inhil Digondol Buaya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com