Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 18 Agustus 2019 20:48
Somasi Tak di Gubris Rokan United,
SSB Duri Galaxy Minta Blispi Ambil Sikap


Ahad, 18 Agustus 2019 20:40
Dinkes Bengkalis Sosialisasikan Gerakan Cerdas Gunakan Obat

Ahad, 18 Agustus 2019 16:53
Memeriahkan HUT Ke-74, Kodim 0314/Inhil Gelar Kegiatan Gowes Merdeka

Ahad, 18 Agustus 2019 14:46
Sambut Pacu Jalur, Para Pedagang Perindah Taman Jalur

Ahad, 18 Agustus 2019 13:23
Tampil di Istana Negara, MB BCK Duri Main di Parade Senja Penurunan Bendera

Ahad, 18 Agustus 2019 13:11
Seorang Guru SD di Pekanbaru Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan

Ahad, 18 Agustus 2019 13:08
Peringatan HUT RI Ke 74 di Duri, Family Gathering Polsek Mandau Meriahkan

Ahad, 18 Agustus 2019 13:04
Wujudkan Kebanggaan pada Indonesia, Bikers Honda Tanah Air Rayakan HUT RI ke-74

Ahad, 18 Agustus 2019 12:51
Semangat HUT RI ke-74, SMPN 3 XIII Koto Kampar Bertekad Tuntaskan Pembangunan Kolam Renang

Ahad, 18 Agustus 2019 09:33
Pemkab Meranti Gelar Gerak Jalan Santai Sempena HUT RI Ke-74


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2019 15:23
Rusak Ekosistem, Penambangan Emas Ilegal di Desa Petapahan Gunung Toar, Kuansing Terus Berlangsung

Para penambang emas liar di Gunung Toar, Kuansing, sepertinya tak pernah jera. Padahal aparat terkait tiap sebentar menggelar razia.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Tidak tanggung-tanggung Kuansing terus diporak porandakan oleh pelaku PETI. Seperti yang terdapat di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, sejumlah alat berat masih didapati beroperasi melakukan penambangan.

Alat berat ini diketahui masih beroperasi setelah Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes, SH turun ke lapangan meninjau lokasi penambangan, Rabu (14/8/2019) siang.

"Dari paninjauan kita ke lapangan memang sejumlah alat berat masih ada yang menambang di Sungai Desa Petapahan," ujar Nerdi.

Menurut Nerdi, pelaku PETI ini sudah beroperasi sejak 8 bulan lalu, hingga sampai sekarang. Para pelaku PETI ini kata dia masih tetap aman menjalankan aktifitasnya.

Ia minta pihak berwajib dan pihak terkait agar turun tangan menertipkan PETI yang merusak lingkungan ini. Sebab, beberapa kali Desa petahapan sudah terdampak bencana akibat kondisi ini.

"Belum lama ini kita melihat Desa Petapahan kan terkena dampaknya seperti banjir bandang yang sempat menghanyutkan rumah warga di seputaran alliran Sungai Desa setempat," sebutnya.

Itu menurutnya, akibat kondisi Sungai yang tak beraturan lagi sehingga aliran Sungai tak berada pada jalur yang tepat, bahkan kedudukan bendungan sempat membuat kecemasan bagi warga sekitar, karena perna jebol.

"Kalau melihat kondisi sekarang betapa hancurnya Negeri kita ini, akibat ulah manusia-manusia yang tidak punya kepedulian terhadap lingkungan," sesal Nerdi.

Terkait masalah PETI ini, ia akan membuat laporan ke Polres Kuansing, supaya dilakukan tindakan tegas oleh pihak berwajib agar aktifitas PETI ini benar-benar bersih dari lingkungan di Kuansing.

"Besok rencananya kita akan membuat laporan ke Polres Kuansing, agar pelaku PETI ini bisa ditindak tegas untuk tidak lagi beroperasi," jelas Nerdi.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Meski Nihil Karla, Kota Bengkalis Masih Diselimuti Kabut Asap
- Terbentur tak Miliki Dana,
Lurah Pelalawan Sudah Usulkan Bantuan Pembersihan Sungai Hulubandar ke PT RAPP

- Hulubandar Memprihatinkan, Sultan Pelalawan ke-10 Minta Kepedulian Semua Pihak
- Alhamdulillah,Kuansing dan Hampir Seluruh Wilayah Riau Diguyur Hujan Deras
- Hujan di Berbagai Wilayah, Bersihkan Asap dari Pakanbaru
- Hutan Lindung Bukit Betabuah Terbakar, Damkar dari Sumbar Ikut Turun Tangan
- Rusak Ekosistem, Penambangan Emas Ilegal di Desa Petapahan Gunung Toar, Kuansing Terus Berlangsung


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com