Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 September 2019 21:04
Riau Dikepung Asap, WCD Riau tetap Lakukan Aksi Bersih-bersih

Ahad, 22 September 2019 20:57
Lanjut di Tengah Kabut Asap,
Pembalap BSP Siak Juarai Etape Akhir di Tour de Siak 2019


Ahad, 22 September 2019 20:13
Asap Kian Pekat, Dua Kali PKKBM dan Masta Umri Ditunda

Ahad, 22 September 2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

Ahad, 22 September 2019 20:03
Sekda Rohul Ingin Panen Ikan di Rantau Larangan Kubang Buaya Jadi Even Wisata

Ahad, 22 September 2019 19:19
Bencana Kabut Asap, Volunteer Earth Hour Pekanbaru Salurkan Bantuan

Ahad, 22 September 2019 19:17
Dompet Dhuafa Riau dan Komunitas TDA Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Terdampak Asap

Ahad, 22 September 2019 18:45
Terduga Pembakar Lahan Gambut di Bonai Darussalam Diamankan Tim Satgas Karlahut Rohul

Ahad, 22 September 2019 16:34
Berharap Langit Biru,
RT, RW dan LPMK Duri Timur Bagikan Masker


Ahad, 22 September 2019 16:28
Gubri Serukan Bupati/Walikota Gelar Salat Istisqo Serentak


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

BMKG mengkonfirmasi memburuknya jarak pandang akibat kepekatan kabut asap. Meski demikian jadwal penerbangan belum terganggu.

Riauterkini-PEKANBARU-Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Bibin Sulistio Senin (26/8/19) memastikan kabut asap di Pekanbaru kian pekat. Kondisi tersebut sempat membuat jarak pandang di Pekanbaru hanya sejauh 1 kilometer.

"Selepas subuh hingga sekitar pukul 07.00 WIB, di Pekanbaru diselimuti kabut asap. Hal itu menyebabkan jarak pandang hanya sekitar satu kilometer," katanya.

Namun, tambahnya, kendati jarak pandang meningkat dan saat ini mencapai 1,5 Km, tetapi kabut yang saat ini masih nampak tebal adalah asap. Tingkat partikulatnya mencapai PM 10.

"Berpotensi terjadinya penurunan jarak pandang yang disebabkan oleh partikel kering seperti haze (udara kabur) dan asap," tambahnya.

Tentang jumlah tittik api, Bibin mengatakan bahwa dari 41 titik panas yang teroantau satelite terra qua BMKG, 27 diantaranya diduga kuat sebagai titik api. Titik titik api tersebuy adal di Bengkalis 12 titik, Pelalawan 5 titik dan Inhil 10.

Tentang potensi hujan, Bibin menjelaskan bahwa di beberapa daerah memang diperkirakan memiliki potensi hujan. Namun intensitasnya hanya ringan.

Sementara itu, meskipun jarak pandang sempat memburuk, hanya berkisar satu kilometer, namun hal itu tak berlangsung lama. Berangsung membaik, sehingga tak sampai mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.***(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Seekor Tapir Terjerat Babi Berhasil Diselamatkan Warga Sepahat, Bengkalis
- Jarak Pandang 600 Meter, Jadwal Penerbangan di SSK II Terganggu
- PM10-492, Kualitas Udara di Riau Sangat Berbahaya
- Kekeringan Warga Pangean Kuansing Kesulitan Air Bersih
- Potensi Hujan Nihil, Titik Panas di Riau Kembali Meningkat
- Peduli Korban Asap, Pengusaha Muda di Inhil Dirikan Rumah Oksigen
- Geger "Ulo Sowo" 4 Meter Ditangkap Warga Ulu Pulau, Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com