Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Oktober 2019 09:24
Dibuka Wagubri, Pekan Seni Budaya Riau Komplek 2019 Kian Menarik

Rabu, 23 Oktober 2019 07:27
Bupati Kuansing Buka Penilaian Sayang Ibu di Singingi Hilir

Rabu, 23 Oktober 2019 07:09
Wakil Ketua dan Komisi IV DPRD Bengkalis Hadiri HSN

Rabu, 23 Oktober 2019 06:37
Lomba Kebersihan Riau, Kota Bengkalis Dikabarkan "Hanya" Peringkat Harapan

Selasa, 22 Oktober 2019 21:42
Wagub Harap Lima Tahun Tercapai 100 Desa Mandiri di Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 20:25
Hadirkan Penampilan 120 Musisi, Bono Jazz Festival 2019 Semarakkan HUT ke 14 Mal SKA

Selasa, 22 Oktober 2019 19:55
Tiang Listrik Bertumbangan di Desa Gambut Mutiara,
Manajer PLN Pangkalan Kerinci Sebut Itu Proyek Kantor Pusat Pekanbaru


Selasa, 22 Oktober 2019 19:41
Tahun Ini Bengkalis Dijatah 83 Formasi CPNS

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51
Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Segera Diumumkan

Selasa, 22 Oktober 2019 17:22
Wabup Kuansing Sumbang Rp 10 Juta untuk Jalur Desa Pulau Godang Kari


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 26 Agustus 2019 11:46
DMPA, Jurus Jitu PT PSPI Ajaki Masyarakat Peduli Cegah Karlabut

Partisipasi dan kesadaran masyarakat peduli cegah kebakaran lahan mutlak diperlukan. Karena otu, PT PSPI menggunakan program DMPA sebagai pola memotivasinya.

Riauterkini-PETAPAHAN-. PT PSPI (Perawang Sukses Perkasa Industri yang merupakan mitra pemasok APP Sinar Mas Distrik Petapahan dalam musim kemarau tak henti-hentinya melakukan pencegahan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) yang mungkin terjadi di areal konsesi HTI (Hutan Tanaman Industri) milik perusahaan, dari mulai tindakan penegahan melalui sosialiasi dan kerjasama dengan berbagai unsur aparatur Desa, sampai kepada tindakan pemadaman jika terjadi kebakaran. Sampai saat ini program yang dilakukan cukup effekti, ini kesadaran masyarakat semangkin tinggi, demikian disampaikan Humas PT PSPI Distrik Petapahan Junaidi.  

“Alhamdulillah masyarakat di sekitar distrik kita sudah mulai menyadari akan bahaya terjadinya karhutla, selama ini masyarakat sudah saling menjaga dan bahu membahu dengan perusahaan dan unsur Upides dan Upika lainnya. Bagi kita dari perusahaan selalu melakukan sosialisasi dan bekerjasa dengan aparat dari TNI/Polri dan unsur lainnya dalam sosialisasi pencegahan karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan, dan salah satu proses sosialiasi karhutla tersebut kita dari perusahaan melaksanakan beberapa program DMPA (Desa Makmur Peduli Api) sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar operasional perusahaan yang kami koordinasikan dengan APP-Sinar Mas.

Diantara Program-Program DMPA yang selama ini kita telah lakukan yaitu bidang: Peternakan Sapi, Holtikultura: tanaman, cabe, jagung, kacang-kacangan, Perikanan, UKM dan juga dibidang obat-obatan herbal dan ketrampilan bagi Perempuan dan Ibu-Ibu rumah tangga.

Baru-baru ini kita melaksanakan pelatihan pemanfaatan tanaman disekitar lingkungan rumah penduduk untuk dijadikan makanan olahan dan obat-obatan serta pelatihan ketrampilan tatarias yang dihadiri 75 orang peserta yang dihadiri dan dibuka kegiatan ini oleh Sekcam Tapung, Suparto. Untuk program ini, kita sengaja melatih peserta terutama perempuan dan Ibu-ibu dari tiga Desa di Kecamatan Tapung kabupaten Kampar dengan mendatangkan tenaga Pelatih dari lembaga Marta Tilaar yang sama-sama sudah kita ketahui prestasinya di Dunia Internasional”. Demikian Junaidi menyampaikan.

  Sementara itu menurut Pimpinan Trainer dari Marta Tilaar, Heru Datta W menyampaikan,

”Program pelatihan ini merupakan program pemberdayaan perempuan antara APP-Sinar Mas dengan Marta Tilaar, selama ini kita sefaham dengan APP-Sinar Mas dalam program pemberdayaan perempuan, sebagaimana konsep yang diusung oleh Marta Tilaar, bagaimana penopang hidup dalam keluarga itu sebetulnya adalah perempuan, kebetulan dengan APP kita sefaham, dimana APP punya program pemberdayaan perempuan disekitar areal operasionalnya dengan program-program CSR (corporate social responsibility) yang diawali dengan  program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), dan kini yang menjadi sasaran program ini adalah Ibu-ibu rumah tangga, yang mana kita ajarkan bagaimana untuk bisa menopang hidup keluarga dengan meningkatkan income (pendapatan) keluarga”.  

Heru menambahkan: “kegiatan hari ini adalah kegiatan memperkenalkan tanaman-tanaman herbal, selanjutnya bagaimana budidayanya, dan dari bahan-bahan herbal tadi ternyata bisa kita olah dan kita ajarkan membuat kulinernya berupa bahan makanan dan minuman yang berbahan baku herbal dan sekaligus juga kita ajarkan inovasinya, yang mana biasanya makanan itu dengan bahan-bahan standar, maka dengan inovasinya kita memasukan bahan-bahan herbal.  

Sementara itu Pimpinan Program DMPA Perusahaan Patner APP Sinar Mas Wilayah Riau, Tahan didampimgi Humas PT Arara Abadi - APP Sinar Mas Forestry Wilayah Riau, Nurul Huda, menyampaikan; “PT PSPI adalah merupakan salah satu perusahaan mitra pemasok APP Sinar Mas Wilayah Riau yang berada pada beberapa desa, yaitu: Desa Petapahan, Desa Suka Mulya, Desa Batu gajah, Desa Pasir Sialang dan Desa Genting Damai, Desa-desa ini merupakan Desa-desa yang berdekatan dengan PSPI, dibeberapa Desa ini kita telah melaksanakan Program-program Pemberdayaan, baik Program CSR maupun Program DMPA bidang, peternakan, pertanian, perikanan, ukm dan juga kita juga bantu permodalan, kemasan serta penjualannya, terutama masalah kemasan, karena salah satu faktor penjualan suatu produk tersebut adalah kemasannya.

Kegiatan ini kita laksanakan selama dua hari yang kita namakan Program Pemberdayaan Perempuan Dalam Pelestarian Lingkungan dan Kesejahteraan Keluarga, yang jadi sasaran kita adalah Ibu-Ibu yang selama ini merupakan penopang ekonomi keluarga, yang mana kegiatannya adalah pelatihan dan pengenalan tanaman herbal dan obat-obatan, yang selama ini tanpa disadari diekitar pekarangan atau halaman rumah kita sebenarnya banyak manfaatnya baik untuk bahan makanan, minuman dan obat-obatan”, demikian Tahan menyampaikan.  

  Luluk Andriani (38 th) dari Sustainability and Stakeholder Engagement divition APP Sinar Mas dipercaya Program ini sebagai Proyek Manager Movement empower program menambahkan,

“Tujuan program ini adalah merupakan bagian dari program DMPA, kita dari APP melihat bahwa potensi perempuan-perempuan sangat besar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga maupun pemeliharaan lingkungan, selama ini sebenarnya peran perempuan sangat besar namun kurang banyak terlibat dalam program DMPA, oleh sebab itu terlibatnya perempuan dalam program DMPA kita berharap perempuan-perempuan yang ikut program ini menjadi pendorong dan subjek dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Melalui beberapa kegiatan yang telah kita sepakati dengan Marta Tilaar, berupa pengetahuan dan pemanfaatan tanaman herbal, kita berharap para peserta tidak hanya berpotensi penambah pendapatan keluarga, juga sekaligus juga dengan adanya tanaman herbal para peserta juga bisa menjaga kesehatan dengan mengolah makanan sehat yang akan mengurangi biaya pengeluaran keluarga”, demikian Luluk menyampaikan.***(rls)

Keterangan Foto: Luluk Andriani Proyek manager movement empower program APP-Sinar Mas, memberikan pengarahan kepada peserta Program Pemberdayaan Perempuan Dalam Pelestarian Lingkungan dan Kesejahteraan Keluarga PT PSPI.  

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Banyak Tiang Listrik PLN di Kuala Kampar, Pelalawan Tumbang Sebelum Digunakan
- Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6
- Jatuh dari Getek, Tim.SAR Cari Mahasiswi UNISI di Sungai Pulau kijang
- Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid
- BKSDA Riau Lepaskan Gajah dari Jerat di Konsesi Arara Abadi
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com