Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 September 2019 07:44
Kian Membara, 334 Titik Panas Kepung Riau

Rabu, 18 September 2019 07:29
Nestapa Wanita dengan Tumor Ganas di Kuansing, Lutut Sebesar Kelapa dan Ditinggal Suami

Rabu, 18 September 2019 07:19
Ketua DPD PAN Pelalawan Digoyang Mosi Tidak Percaya

Selasa, 17 September 2019 21:13
Kunjungi Rohul, Bupati Solok Selatan Belajar Program Keagamaan di Masjid Agung ICP

Selasa, 17 September 2019 19:35
Jika Asap Masih Ada, Mahasiswa Riau Janji Akan Demo Lagi dengan Massa Lebih Banyak

Selasa, 17 September 2019 18:49
E- Samsat Kepri Resmi Diluncurkan melalui E-Channel Bank Riau Kepri

Selasa, 17 September 2019 18:22
Dermaga Pelabuhan Buton Ambruk,
Ini Kronologis Tenggelamnya Seorang Honorer Dishub Riau di Siak


Selasa, 17 September 2019 18:17
Video Viral Dua Hijaber yang Nyebrang Sungai Pakai Flying Fox Ternyata di Tambusai, Rohul

Selasa, 17 September 2019 18:10
Gandeng IDI dan PERSI, DPRD Riau Dirikan Posko Kesehatan Kedap Asap

Selasa, 17 September 2019 18:00
Warga Resah, 5 Hektar Lahan di Rimbo Panjang Terbakar Dekat Pemukiman


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 September 2019 18:21
Indikator ISPU, Kualitas Udara Lima Daerah di Riau Berbahaya

P3E Sumatera laporkan ISPU lima daerah di Riau mencatat status udara sudah berbahaya. Yakni Siak, Kampar, Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis.

Riauterkini - PEKANBARU - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di lima daerah di Riau dinyatakan berbahaya, kecuali Pekanbaru yang masih dalam kondisi tidak sehat.

Kelima daerah di Riau yang dinyatakan berbahaya tersebut yakni, Siak, Kampar, Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis. Kelima daerah ini diberi warna hitam dengan Polutan Standar Indeks (PSI) di atas 300.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera, Amral Fery, saat jumpa pers yang juga dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger serta Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir, di Kantor Gubernur Riau.

"Dari pemantauan ISPU sore ini pada pukul 15.00 WIB menunjukkan bahwa kualitas udara ambien Riau, terutama di lima daerah dalam kondisi berbahaya, kecuali Pekanbaru dalam kondisi tidak sehat," kata Amral, Kamis (12/9/19).

Kota Pekanbaru menurut Amral dinyatakan dalam kondisi tidak sehat, karena masih dibawah 200 PSI atau tepatnya 188 PSI. Nilai ini digolongkan kewarna kuning, sebelum masuk dalam warna merah atau sangat tidak sehat.

Meski begitu, Amral menyebutkan kusus pemantauan ISPU di Rumbai dinyatakan berbahaya. "Kalau di Pekanbaru Ada tiga alat pemantau ISPU, yakni milik KLHK dan DLHK Pekanbaru terpantau tidak sehat. Kalau ISPU di Rumbai masuk kategori berbahaya," jelas Amral.

Dengan kondisi ini tentunya menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan dalam mengeluarkan kebijakan sebagai tolak ukur. Amral bahkan, merekomendasikan ditetapkan status darurat pencemaran udara. ***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kian Membara, 334 Titik Panas Kepung Riau
- Warga Resah, 5 Hektar Lahan di Rimbo Panjang Terbakar Dekat Pemukiman
- Prihatin Dampak Kabut Asap, Lurah Duri Timur Bagikan Ribuan Masker Gratis
- Tangani Karlahut, Kemensos Lakukan 5 Langkah Strategis
- Darurat Asap, Polsek Pangean di Kuansing Bagikan Masker Gratis
- Dinkes Bengkalis Bentuk 30 Posko Penanggulangan Kabut Asap
- Penambang Emas Liar di Kuansing Keruk Sungai Dekat Tiang Jembatan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com