Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Oktober 2019 09:24
Dibuka Wagubri, Pekan Seni Budaya Riau Komplek 2019 Kian Menarik

Rabu, 23 Oktober 2019 07:27
Bupati Kuansing Buka Penilaian Sayang Ibu di Singingi Hilir

Rabu, 23 Oktober 2019 07:09
Wakil Ketua dan Komisi IV DPRD Bengkalis Hadiri HSN

Rabu, 23 Oktober 2019 06:37
Lomba Kebersihan Riau, Kota Bengkalis Dikabarkan "Hanya" Peringkat Harapan

Selasa, 22 Oktober 2019 21:42
Wagub Harap Lima Tahun Tercapai 100 Desa Mandiri di Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 20:25
Hadirkan Penampilan 120 Musisi, Bono Jazz Festival 2019 Semarakkan HUT ke 14 Mal SKA

Selasa, 22 Oktober 2019 19:55
Tiang Listrik Bertumbangan di Desa Gambut Mutiara,
Manajer PLN Pangkalan Kerinci Sebut Itu Proyek Kantor Pusat Pekanbaru


Selasa, 22 Oktober 2019 19:41
Tahun Ini Bengkalis Dijatah 83 Formasi CPNS

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51
Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Segera Diumumkan

Selasa, 22 Oktober 2019 17:22
Wabup Kuansing Sumbang Rp 10 Juta untuk Jalur Desa Pulau Godang Kari


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 15 September 2019 09:52
.Mahasiswa Riau di Jakarta Gelar Aksi Keprihatinan Asap Karhutla di Bundaran HI

Keprihatinan atas bencana asap di Riau datang dari Jakarta. Mahasiswa Riau gelar aksi di Bundaran HI.

Riauterkini - PEKANBARU - Puluhan mahasiswa Riau di Jakarta gelar aksi keprihatinan di kawasan Car Free Day (CFD) tepatnya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Ahad (15/9/19).

Aksi gabungan dari Mahasiswa Rokan Hilir, Bengkalis dan Kampar ini juga mendapatkan simpati dari pengunjung CFD, dengan turut membubuhkan tandatangan di atas spanduk.

"Kita dari mahasiswa Riau di Jakarta, pagi ini menggelar aksi keprihatinan terkait kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau," kata Mahasiswa Riau asal Rokan Hilir, Guntur.

Dalam aksi keprihatinan ini, mahasiswa Riau di Jakarta ingin mensosialisasikan bahwa asap yang yang terjadi diberbagai daerah di Sumatera termasuk di Riau bukanlah terbakar, melainkan dibakar oleh pihak tertentu yang ingin membuka lahan.

Menurut Guntur, dugaan itu tertuju kepada perusahaan dengan memanfaatkan masyarakat. Guntur juga berharap, harus ada tindakan tegas dengan memberikan efek jera kepada mereka yang terbukti melakukan pembakaran.

"Kita sangat mengkawatirkan kondisi Riau saat ini. Kita juga sudah berkomunikasi dengan keluarga di kampung, bagaimana kondisi asap saat ini. Kondisinya memprihatinkan, dan kami tak mungkin tinggal diam," tegas Guntur.

Selain menggelar aksi keprihatinan, mahasiswa Riau di Jakarta juga berencana akan melakukan audensi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) di Jakarta.

Jika rencana audensi ini tidak diindahkan, maka menurut Guntur, mahasiswa Riau akan menggelar aksi parlemen jalanan.

"Kita juga berencana juga mau menggelar audensi untuk meminta solusi, kepada Kemen-LHK. Kita ingin, karena ini ada dugaan kebakaran di kawasan hutan yang banyak terjadi di Riau sengaja dibakar oleh pemodal besar maka harus ada solusi kongkrit.***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Banyak Tiang Listrik PLN di Kuala Kampar, Pelalawan Tumbang Sebelum Digunakan
- Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6
- Jatuh dari Getek, Tim.SAR Cari Mahasiswi UNISI di Sungai Pulau kijang
- Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid
- BKSDA Riau Lepaskan Gajah dari Jerat di Konsesi Arara Abadi
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com