Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Oktober 2019 18:00
DPRD Desak Pemkab Bengkalis Sampaikan RAPBD 2020

Ahad, 20 Oktober 2019 17:15
Gelar Konferensi IV, Ini Nama-Nama Calon Ketua PWI Rohil

Ahad, 20 Oktober 2019 17:12
Terkesan Diskriminasi,
Kalangan di Bengkalis Kecewa Beasiswa Pemprov Riau Abaikan PT di Pesisir


Ahad, 20 Oktober 2019 13:41
Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6

Ahad, 20 Oktober 2019 12:47
Dihadiri Ratusan Kader Baru, DPD PKS Bengkalis Gelar TO

Ahad, 20 Oktober 2019 11:12
Setelah Dilaporkan, Rektor UIN Suska Bakal Hadapi Gelombang Protes Mahasiswanya Pekan Ini

Ahad, 20 Oktober 2019 11:07
Bupati Kuansing Hadiri Apel Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden

Ahad, 20 Oktober 2019 09:25
Terjatuh dari Rakit Penyeberangan di Pulau Kijang, Mahasiswi UNISI Ditemukan Tewas

Sabtu, 19 Oktober 2019 19:50
Tingkatkan Ekonomi,
Ratusan Petani di Bengkalis Belajar Budi Daya Labu Madu Hana


Sabtu, 19 Oktober 2019 18:41
Semarakkan Dunia Kuliner, DCC Launching Buku Cake & Snack Favorit


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 September 2019 14:21
Kabut Asap, UR Sudah Warning Sejak Mei

Pusat Studi Bencana UR sudah warning pemerintah bencana kabut asap. UR juga sudah memberikan masukan pencegahan Karlahut di lahan gambut.

Riauterkini-PEKANBARU-Terkait bencana kabut asap di Riau, Rektor Universitas Riau, Aras Mulyadi, Senin (16/9/19) mengatakan bahwa tim satgas UR dan Pusat Studi Bencana UR sudah memberikan warning (peringatan) pada pemerintah Riau. Pasalnya, dari penelitian tim pusat studi bencana, musim kemarau tahun 2019 ini lebih panjang.

Menurutnya, UR membentuk satgas Karlahut yang kinerjanya lebih mengarahkan upaya upaya penanganan Karlahut. Terutama untuk pencegahan Karlahut. Tim Satgas UR melakukan riset tentang pencegahan Karlahut. Yaitu dengan penyekatan kanal.

"UR bekerjasama dengan pihak pihak terkait untuk melakukan penyekatan kanal. Alhamdulilah di beberapa daerah yang sudah kita lakukan penitipan kanal tidak terjadi kerlahut tahun ini," terang Rektor.

Ketua Pusat Studi UR, Sigit Sutikno mengatakan bahwa dalam penanganan Karlahut, Pusat Studi Bencana UR bekerjasama dengan Kyoto University, terutama tentang penanganan Karlahut di lahan gambut.

"Pusat studi bencana sejauh ini sudah memberikan masukan dan inisiasi kepada pemerintah pusat dalam penanganan dan pencegahan karlahut. Dan itu semua menjadi model dan dilaksanakan secara nasional. UR banyak memberikan solusi untuk menyelesaikan dari akar masalah," terang Sigit.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6
- Jatuh dari Getek, Tim.SAR Cari Mahasiswi UNISI di Sungai Pulau kijang
- Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid
- BKSDA Riau Lepaskan Gajah dari Jerat di Konsesi Arara Abadi
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com