Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 18 Oktober 2019 19:13
Tanggapi Dugaan Pungli di SMAN 1 Mandau, Ini Penegasan Mira Roza

Jum’at, 18 Oktober 2019 17:39
Kolaborasi Dengan SD Islam As Shofa,
ACT dan Yayasan Fajar Imran Azzahra Galang Dana Untuk Korban Bencana


Jum’at, 18 Oktober 2019 17:37
Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan

Jum’at, 18 Oktober 2019 16:36
Ciptakan Kamtibmas, Polsek Kabun Kumpulkan Pemilik Pakter Tuak dan Pemilik Meja Bilyard

Jum’at, 18 Oktober 2019 16:02
Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:50
Harapkan Saran, Dandim Inhil Silaturrami Bersama Insan Pers

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:46
PTUN Segera Eksekusi Putusan Ki Riau Terkait Izin Reklame di Pekanbaru

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:44
KPw BI Riau Resmikan BI Corner di PCR

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:52
Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden, TNI dan Polri di Rohul Kompak Patroli Bersama

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:49
Penyiar Agama Imbau Warga Bengkalis Tidak Terpancing Isu Menyesatkan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 September 2019 17:21
Ini Alasan Pemkab Rohul Belum Tetapkan Status Darurat Karlahut Sampai Saat Ini

Hingga saat ini Pemkab Rohul masih belum menetapkan status darurat karlahut. Padahal secara kasat mata kabut asap telah terlihat pekat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kondisi asap dampak Karlahut di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), secara kasat mata terkadang terlihat tipis dan pekat. Dan kondisi hari ini, Senin (16/9/2019), kabut asap kembali terlihat tipis.

Sebelumnya, Bupati Rokan Hulu H. Sukiman mengatakan di Kabupaten Rokan Hulu tidak lagi ditemukan titik api dalam beberapa hari terakhir. Ia memastikan, paparan asap di daerahnya merupakan kiriman dari daerah lain.

Sukiman berterima kasih kepada masyarakat. Ia menilai masyarakat Rokan Hulu sudah sadar, sehingga tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan atau membersihkan lahan, serta aksi pembakaran lain.

"Ini bukti, tetapi kita kedatangan asap kiriman dari daerah lain," jelas Sukiman, usai Paripurna di DPRD Rokan Hulu, Jumat (13/9/2019), dan mengaku Karlahut di Kabupaten Rokan Hulu masih status siaga.

Bupati Sukiman atasnama Pemkab Rokan Hulu mengimbau masyarakat, khususnya kepada anak-anak agar tidak bermain di luar rumah sementara waktu. Mengurangi penyakit dampak asap Karlahut, Pemkab bersama Kepolisian sendiri telah membagikan masker.

‎"Tentunya harapan kita harus terus dijaga tentang asap ini. Ini yang salah daerah lain," kata Bupati Sukiman, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris S.Sos, M.Si.

Sementara, Sekdakab Rokan Hulu, Abdul Haris, mengatakan sampai saat ini Pemkab Rokan Hulu baru menetapkan status siaga Karlahut. Sesuai surat keputusan, status siaga dimulai Januari 2019 sampai Oktober 2019.

Hasil rapat penetapan status bersama instansi terkait, Jumat pekan lalu (13/9/2019), jelas Sekda, Pemkab Rokan Hulu tetap menunggu alat ukur pemantauan Kualitas Udara ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) dari provinsi, sebelum menetapkan status.

"Karena kita menetapkan status itu kan ada prosedurnya, jadi nanti setelah prosedurnya dilewati baru nanti pak Bupati menetapkan status," pungkas Sekdakab Rokan Hulu, dan mengaku‎ untuk status darurat tingkatan proses sedang dijalankan.‎***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid
- BKSDA Riau Lepaskan Gajah dari Jerat di Konsesi Arara Abadi
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang
- Pastikan Pasokan Air Baku, PDAM TD Duri Datangkan Tim Ahli 
- Gajah Mati di Balairaja, BBKSDA Lakukan Nekropsi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com