Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 15 Oktober 2019 19:26
Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II

Selasa, 15 Oktober 2019 18:43
Indosat Ooredoo dan Facebook Luncurkan Kampanye “Internet 1O1”

Selasa, 15 Oktober 2019 16:47
34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS

Selasa, 15 Oktober 2019 16:02
Penanggulangan Stunting, DKPP Rohul Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan Melalui Safari Gemarikan

Selasa, 15 Oktober 2019 15:11
BI-Walikota Pekanbaru Serahkan Kartu Madani dan KIA

Selasa, 15 Oktober 2019 14:44
Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau

Selasa, 15 Oktober 2019 14:25
Pemuda Kunto Darussalam Menilai Khairul Zaman Layak Maju Pilkada Rohul 2020

Selasa, 15 Oktober 2019 14:12
Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18
Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja

Selasa, 15 Oktober 2019 13:12
Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 08:32
Asap Kian Pekat, Jarak Pandang di Riau Umumnya tak Sampai Sekilo Meter

Kebakaran lahan dan hutan tak kunjung padam. Dampaknya kabut asap kian pekat dan jarak pandang pun sangat terbatas.

Riauterkini-PEKANBARU-Kabut asap di Riau kembali pekat. Pagi Selasa (17/9/19) jarak pandang di Riau tak sampai satu kilometer.

Catatan BMKG Stamet Pekanbaru menunjukkan bahwa visibility/ jarak pandang di Pekanbaru hanya 800 meter, Inhu hanya 500 meter, Pelalawan hanya 500 meter dan Dumai 1 Km.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stamet Pekanbaru, Marzuki mengatakan bahwa terbatasnya jarak pandang di Riau disebabkan oleh kabut asap. Pagi hari berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze.

"Siang, sore dan malam hari berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze," terangnya.

Peluang hujan menurutnya hanya berintensitas ringan hingga sedang, tidak merata. Peluang hujan bersifat lokal. Yaitu di sebagian wilayah Rohul, Rohil, Siak, dan sebagian Bengkalis.

Tentang titik api, Marzuki menyatakan bahwa pantauan satelite menyebutkan ada 60 titik panas di Riau. 41 diantaranya diduga kuat sebagai titik api.

"41 titik api tersebut ada di Bengkalis 1 titik, Kampar 1 titik, Dumai 6 titik, Kuansing 1 titik, Pelalawan 7 titik, Rohil 23 titik dan Inhil 2 titik," terangnya. (H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang
- Pastikan Pasokan Air Baku, PDAM TD Duri Datangkan Tim Ahli 
- Gajah Mati di Balairaja, BBKSDA Lakukan Nekropsi
- Pengerukan Jalan Negara di Duri, Satlantas Polres Bengkalis Himbau Masyarakat Waspada
- Minyak Kembali Tumpah, Pemko Dumai Harus Tegas pada PT IBP


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com