Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 18 Oktober 2019 17:39
Kolaborasi Dengan SD Islam As Shofa,
ACT dan Yayasan Fajar Imran Azzahra Galang Dana Untuk Korban Bencana


Jum’at, 18 Oktober 2019 17:37
Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan

Jum’at, 18 Oktober 2019 16:36
Ciptakan Kamtibmas, Polsek Kabun Kumpulkan Pemilik Pakter Tuak dan Pemilik Meja Bilyard

Jum’at, 18 Oktober 2019 16:02
Azan Berkumandang, Dandim Inhil Spontan Hentikan Sambutan

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:50
Harapkan Saran, Dandim Inhil Silaturrami Bersama Insan Pers

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:46
PTUN Segera Eksekusi Putusan Ki Riau Terkait Izin Reklame di Pekanbaru

Jum’at, 18 Oktober 2019 15:44
KPw BI Riau Resmikan BI Corner di PCR

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:52
Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden, TNI dan Polri di Rohul Kompak Patroli Bersama

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:49
Penyiar Agama Imbau Warga Bengkalis Tidak Terpancing Isu Menyesatkan

Jum’at, 18 Oktober 2019 13:25
Perekrutan Panwascam untuk Pilkada Rohul 2020 Baru Diumumkan Desember 2020


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 10:37
Penambang Emas Liar di Kuansing Keruk Sungai Dekat Tiang Jembatan

Aktifitas penambang emas ilegal di Kuansing mengancam insftastruktur. Mereka melakukan pengerukan dekat tiang jembatan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Pelaku PETI di Kuansing makin berani beraksi melakukan usaha ilegal disembarang tempat, seperti terdapat di Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan beberapa buah rakit didapati mengeruk Sungai dekat tiang jembatan.

Kondisi ini dicemaskan salah seorang warga Lubuk Ambancang yang enggan disebutkan namanya, ia menyebutkan PETI yang beroperasi dekat tiang jembatan ini dapat membahayakan kontruksi tiang jembatan.

Sehingga tiang jembatan ini bisa terancam ambruk, karena dasar sungai dikeruk terus menggunakan sedotan mesin dompeng.

Tidak hanya itu, menurutnya rumahnya yang tak jauh dari jembatan juga bisa terancam runtuh ke sungai, sebab turap tanah timbunan penahan tebing di belakang rumahnya sudah runtuh akibat terkikis oleh mesin dompeng ini.

"Tanah lereng di belakang rumah kami itu timbunan sekarang sudah runtuh, begitupun pagar tanaman di belakang rumah juga ikut runtuh akibat dompeng ini," ungkapnya Selasa (17/9/2019).

Ia minta pelaku PETI ini tidak lagi beroperasi di sekitar jembatan, dahulunya kata sumber ini pernah dilarang. Namun, tak diindahkan sama sekali sehingga keberadaan tanah penahan tebing jadi runtuh.

"Saya pun tidak bisa melarang PETI ini beroperasi, tapi jangan lah dekat jembatan dan pemukiman, karena kebijakan untuk menghentikan PETI ini ada pihk yang berwenang," jelasnya.

Sementara dari informasi yang berhasil riauterkini.com rangkum PETI ini merupakan milik okunum aparat, sehingga masyarakat tak bisa menegur.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid
- BKSDA Riau Lepaskan Gajah dari Jerat di Konsesi Arara Abadi
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang
- Pastikan Pasokan Air Baku, PDAM TD Duri Datangkan Tim Ahli 
- Gajah Mati di Balairaja, BBKSDA Lakukan Nekropsi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com