Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 18 Oktober 2019 11:53
Tujuh Orang BEM UR Gelar Aksi Keprihatinan KPK

Jum’at, 18 Oktober 2019 11:20
Mantan Dara Riau 2007 Pimpin IKK DPRD Kuansing

Jum’at, 18 Oktober 2019 11:15
Pelantikan Pengurus STM Riau Kompleks PT RAPP

Jum’at, 18 Oktober 2019 09:50
Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid

Jum’at, 18 Oktober 2019 08:49
Bupati Kuansing Hadiri Peresmian Gedung Baru Kejati Riau

Jum’at, 18 Oktober 2019 08:29
Kinerja Tak Suai Kontrak, Sebagai Kadis di Bengkalis Siap-siap Dievaluasi

Jum’at, 18 Oktober 2019 07:42
PWI Kuansing Bantu Anggota yang Rumahnya Terbakar

Kamis, 17 Oktober 2019 23:16
Jelang Pelantikan Presiden, Sejumlah Tokoh di Bantan, Bengkalis Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian

Kamis, 17 Oktober 2019 22:30
Ribuan Peserta akan Ramaikan “Karnaval Kebudayaan Provinsi Riau Tahun 2019”

Kamis, 17 Oktober 2019 22:28
Etika Berkendara, Belum 17 Tahun Dilarang Membawa Sepeda Motor


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 17 September 2019 10:37
Penambang Emas Liar di Kuansing Keruk Sungai Dekat Tiang Jembatan

Aktifitas penambang emas ilegal di Kuansing mengancam insftastruktur. Mereka melakukan pengerukan dekat tiang jembatan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Pelaku PETI di Kuansing makin berani beraksi melakukan usaha ilegal disembarang tempat, seperti terdapat di Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan beberapa buah rakit didapati mengeruk Sungai dekat tiang jembatan.

Kondisi ini dicemaskan salah seorang warga Lubuk Ambancang yang enggan disebutkan namanya, ia menyebutkan PETI yang beroperasi dekat tiang jembatan ini dapat membahayakan kontruksi tiang jembatan.

Sehingga tiang jembatan ini bisa terancam ambruk, karena dasar sungai dikeruk terus menggunakan sedotan mesin dompeng.

Tidak hanya itu, menurutnya rumahnya yang tak jauh dari jembatan juga bisa terancam runtuh ke sungai, sebab turap tanah timbunan penahan tebing di belakang rumahnya sudah runtuh akibat terkikis oleh mesin dompeng ini.

"Tanah lereng di belakang rumah kami itu timbunan sekarang sudah runtuh, begitupun pagar tanaman di belakang rumah juga ikut runtuh akibat dompeng ini," ungkapnya Selasa (17/9/2019).

Ia minta pelaku PETI ini tidak lagi beroperasi di sekitar jembatan, dahulunya kata sumber ini pernah dilarang. Namun, tak diindahkan sama sekali sehingga keberadaan tanah penahan tebing jadi runtuh.

"Saya pun tidak bisa melarang PETI ini beroperasi, tapi jangan lah dekat jembatan dan pemukiman, karena kebijakan untuk menghentikan PETI ini ada pihk yang berwenang," jelasnya.

Sementara dari informasi yang berhasil riauterkini.com rangkum PETI ini merupakan milik okunum aparat, sehingga masyarakat tak bisa menegur.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kebanjiran, Sejumlah Sekokah di Bagansiapiapi Pulangkan Murid
- BKSDA Riau Lepaskan Gajah dari Jerat di Konsesi Arara Abadi
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang
- Pastikan Pasokan Air Baku, PDAM TD Duri Datangkan Tim Ahli 
- Gajah Mati di Balairaja, BBKSDA Lakukan Nekropsi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com