Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 15 Oktober 2019 09:14
Enam Wilayah Termasuk Pekanbaru Malam Nanti Diperkirakan Hujan Diserta Angin Kencang

Selasa, 15 Oktober 2019 07:33
Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas

Senin, 14 Oktober 2019 21:25
Peneliti New Zeland Kuak Keberadan Rel Kereta Api dan Gua Peninggalan Jepang di Kuansing

Senin, 14 Oktober 2019 20:53
2019, BI Kpw Riau Buka 4 Gerai BI Corner

Senin, 14 Oktober 2019 20:51
1.260 Peserta Sudah Mendaftar Gowes Nusantara Inhu

Senin, 14 Oktober 2019 20:45
Demokrat Bengkalis Buka Penjaringan Kepala Daerah

Senin, 14 Oktober 2019 20:12
Pimpinan PD Ramai Tak Hadir, Komisi II DPRD Bengkalis Batalkan Dengar Pendapat

Senin, 14 Oktober 2019 18:27
Bupati Rohul Resmikan Stadion Mini dan Melantik Anggota BPD Sangkir Indah

Senin, 14 Oktober 2019 17:23
Telkomsel Terima Penghargaan Dari Pemerintah Kabupaten Natuna

Senin, 14 Oktober 2019 17:16
Partai Demokrat Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Rohul 2020-2025, ini Persyaratannya


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 21 September 2019 11:23
Kekeringan Warga Pangean Kuansing Kesulitan Air Bersih

Kemarau panjang melanda Kuansing membuat sejumlah sumur kering. Warga mulai kesulitan air bersih.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kemarau panjang melanda Kuansing membuat sejumlah sumur kering. Warga mulai kesulitan air bersih.

Keadaan ini sudah dialami warga sejak beberapa bulan lalu, kekeringan ini juga diperparah tanpa hujan, sehingga stok air di dasar sumur habis terkuras karena hampir dipergunakan setiap saat.

Kondisi ini pun dirasakan Doris Maihadi, warga Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean, Kuansing, sumur di rumahnya saat ini sudah kering, terpaksa ia mengambil stok air bersih ke tempat lain.

"Sekarang kami meminjam mesin robin milik desa dan patungan membeli minyaknya secara bersama-sama agar bisa mendapatkan air di tempat lain," ujar Doris Sabtu (21/9/2019) pagi kepada wartawan.

Untuk memenuhi kebutahan air bersih ini menurut Doris ia mesti melansir dengan mobil untuk membawa galon dan jiregen yang sudah diisi air. Ini terpaksa ia lakukan supaya kebutuhan air bisa tercukupi untuk beberapa hari ke depan.

Sebab kalau tidak demikian, ia tidak sanggup setiap hari, karena ia juga harus menjalankan aktivitas lain terutama mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hari-hari.

"Kalau tiap hari tak mungkin, maka untuk memenuhi kebutuhan hari-hari saya meluangkan waktu untuk melansir air. Sehingga diwaktu lain saya bisa memanfaatkan untuk pekerjaan lain," ungkapnya.

Menurutnya, air bersih ini khsusus untuk pemenuhan minum, sedangkan mandi ia masih bisa ke sungai Kuantan, sebab air sungai masih bisa dimanfaatkan untuk mandi kalau untuk minum ia ragu sudah tercemar.

"Untuk mandi masih bisa, kalau untuk kebutuhan minum ya agak ragu, sebab sungai Kuantan sudah tercemar oleh aktivitas dompeng, terutama sebaran zak kimia air raksa yang berbahaya," kata Doris.

Doris berharap kondisi ini agar secepat mungkin berakhir, karena masyarakat saat ini sudah sangat kesulitan mendapatkan air berisih.

"Ya kita berharap kemarau ini bisa berakhir, agar masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih, belum lagi penyakit yang akan dapat menyerang karena kondisi saat ini," tukas Doris.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang
- Pastikan Pasokan Air Baku, PDAM TD Duri Datangkan Tim Ahli 
- Gajah Mati di Balairaja, BBKSDA Lakukan Nekropsi
- Pengerukan Jalan Negara di Duri, Satlantas Polres Bengkalis Himbau Masyarakat Waspada
- Minyak Kembali Tumpah, Pemko Dumai Harus Tegas pada PT IBP


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com