Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 15 Oktober 2019 19:26
Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II

Selasa, 15 Oktober 2019 18:43
Indosat Ooredoo dan Facebook Luncurkan Kampanye “Internet 1O1”

Selasa, 15 Oktober 2019 16:47
34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS

Selasa, 15 Oktober 2019 16:02
Penanggulangan Stunting, DKPP Rohul Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan Melalui Safari Gemarikan

Selasa, 15 Oktober 2019 15:11
BI-Walikota Pekanbaru Serahkan Kartu Madani dan KIA

Selasa, 15 Oktober 2019 14:44
Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau

Selasa, 15 Oktober 2019 14:25
Pemuda Kunto Darussalam Menilai Khairul Zaman Layak Maju Pilkada Rohul 2020

Selasa, 15 Oktober 2019 14:12
Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18
Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja

Selasa, 15 Oktober 2019 13:12
Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 8 Oktober 2019 11:44
Gajah Mati di Balairaja, BBKSDA Lakukan Nekropsi

Untuk mengetahui penyebab kematian gajah di Balairaja, BBKSDA Riau lakukan nekropsi bangkai gajah.

Riauterkini-PEKANBARU- Balai Besar KSDA Riau mendapatkan laporan dari masyarakat tentang penemuan bangkai Gajah Sumatera di Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Untuk mengetahui kepastian penyebab kematian Gajah Dita, Balai Besar KSDA Riau menurunkan timnya untuk melakukan Neukropsi terhadap bangkai Gajah tersebut.

Demikian dikatakan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Selasa (8/10/19). Menurutnya, nekropsi atau bedah bangkai merupakan teknik yang sangat penting dalam penegakan diagnosa penyakit. Sifat pemeriksaan hasil nekropsi, tambahnya, adalah berdasarkan perubahan patologi anatomi.

"Nekropsi adalah tehnik lanjutan dari diagnosa klinik untuk mengukuhkan diagnosa klinik. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui penyakit yang diderita gajah dan menjadi sebab kematian gajah," terangnya.

Heru Sutmantoro, Kepala Bidang KS BKSDA Riau mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan bangkai Gajah Sumatera diketahui berjenis kelamin betina. Diperkirakan berumur 25 tahun dengan ciri-ciri fisik ada cacat kaki kiri depan dengan tidak adanya telapak kaki, tidak mempunyai caling/gading, Kondisi membusuk dengan isi perut sudah keluar dan tidak ditemukan adanya luka bekas benda tajam atau kekerasan fisik di tubuh Gajah tersebut.

"Kematian diperkirakan 5 (lima) hari yang lalu, Melihat dari cir-ciri fisiknya, Gajah betina tersebut merupakan anggota kelompok Gajah di Suaka Margasatwa {SM} Balai Raja yang dikenal dengan nama Dita," terang Heru.

Kata Heru, rekam medis gajah Dita adalah upaya yang pernah dilakukan Balai Besar KSDA Riau bersama dengan Vesswic dan HIPAM adalah melakukan kegiatan medis pada gajah tersebut. Pada tahun 2014 tim Balai Besar KSDA Riau menemukan telapak kaki depan sudah putus dan segera dilakukan pengobatan.

Kemudian pada tahun 2016 tim medis Balai Besar KSDA Riau dan Vesswic kembali melakukan pengobatan luka pada kaki Gajah tersebut. Lalu pada tahun 2017 tim medis Balai Besar KSDA Riau dan Vesswic kembali melakukan pengobatan karena kondisi Gajah yang lemah (berjalan sangat lambat).

Pada tahun 2018, tambah Heru, tim medis Balai Besar KSDA Riau kembali melakukan pengobatan sebanyak 2 (dua) kali.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Tinjau Rumah Rusak Diterjang Angin di Air Mas
- Angin Kencang Rusak 10 Rumah di Singingi Hilir, Kuansing
- Panas Terik, Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman Kebakaran Lahan di Keritang
- Pastikan Pasokan Air Baku, PDAM TD Duri Datangkan Tim Ahli 
- Gajah Mati di Balairaja, BBKSDA Lakukan Nekropsi
- Pengerukan Jalan Negara di Duri, Satlantas Polres Bengkalis Himbau Masyarakat Waspada
- Minyak Kembali Tumpah, Pemko Dumai Harus Tegas pada PT IBP


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com