Berita Terhangat.. |
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
Rabu, 8 September 2010 13:34 RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran
|
|
|
|
Rabu, 20 Januari 2010 12:13 Temuan Tim Independen Dephut, Permukaan Tanah Semenangjung Kampar Turun 4 Centimeter Pertahun
Tim Independen telah menyerahkan hasil penelitian lapangan di Semenanjung Kampar kepada Menhut. Salah satu temuannya adalah penurunan permukaan tanah 4 centimeter pertahun.
Riauterkini-PEKANBARU- Anggota Tim Independen Departemen Kehutanan yang merupakan pakar tanah Universitas Riau (UR) Wawan mengungkapkan, bahwa pada Jumat lalu timnya telah menyerahkan hasil penelitian lapangan di Semenanjung Kampar kepada Menteri Kehutanan Zulkifli Saleh. Seluruh data lapangan dan rekomendasi tim telah diserahkan dan selanjutnya menyerahkan kepada Menhut untuk mengambil langkah kebijakan terkait masalah tersebut.
“Tujuan kami ke lokasi adalah untuk melakukan penelitian mengenai ekohidro, kondisi tata air di Semenanjung Kampar setelah dilakukan pembukaan konsesi HTI sejumlah perusahaan,” ujarnya kepada riauterkini di Pekanbaru, Rabu (20/1/10).
Menurut Wawan, dari tinjauan lapangan, tim menyimpulkan, bahwa secara umum ekohidro di Semenanjung Kampar masih baik. Masih memenuhi standar rekomendasi sejumlah pihak, meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan pembenahan.
Misalanya, mengenai penurunan permukaan tanah (supsidensi) di Semenanjung Kampar yang mencapai 4 centimeter setiap tahunnya. “Supsidensi di sana mestinya masih bisa ditekan lagi. Caranya dengan memaksimalkan menejemen pengelolaan air atau watter manajemen,” tuturnya.
Dijelaskan Wawan, penurunan permukaan tanah, bisa diatasi dengan menjaga ketinggian air permukaan. Ia juga menyebutkan, bahwa penurunan permukaan tanah bukan sesuatu yang luar biasa. “Itu sudah konsekwensi dari sebuah perubahan kawasan. Pasti terjadi. Masalahnya adalah, bagaiaman solusi menekan penurunan permukaan tanah setiap tahunnya,” jelasnya.
Kemudian mengenai masih tingginya emisi karbon di lokasi tersebut. Hanya saja, menurut Wawan, perbaikan kondisi tersebut tidak mungkin hanya dibebankan kepada PT. Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP), karena faktanya, di Semenanjung Kampar, RAPP hanya mendapat konsesi di Teluk Meranti. Ada sejumlah perusahaan yang juga beroperasi di sana, seperti PT. Arara Abadi. “Harus dilakukan secara intergral. Tidak bisa hanya RAPP, karena itu harus ada pihak yang mengkoordinasikan pengelolaan lahan oleh pihak-pihak terkait di sana,” demikian penjelasannya.***(mad)
|
|