Berita Terhangat.. |
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
Rabu, 8 September 2010 13:34 RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran
|
|
|
|
Kamis, 21 Januari 2010 15:18 Walikota Minta Lokasi PLTU Tetap di Tenayanraya
Adanya usulan pemindahan lokasi pembangunan PLTU dari Tenayanraya membuat Walikota Pekanbaru Herman Abdullah gerah. PLN diminta konsisten tak merubah lokasi.
Riauterkini-PEKANBARU-PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tenayanraya, Pekanbaru pertengahan tahun 2010 dengan kapasitas 2x100 MW. Belakangan ini terhembus isu jika akan ada pembatalan serta pemindahan pada kawasan daerah lain diantaranya, diDumai atau Siak, terkait adanya isu tersebut banyak pihak yang menyayangkan atas ketidak kosistenan pihak PLN, termasuk Walikota Pekanbaru Herman Abdullah juga menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi.
Pasalnya Wako menganggap jika dari semula dalam rencana pembuatan PLTU, justru pihak PLN yang meminta sendiri terkait letak untuk kawasan PLTU, bukan Babpeda Provinsi Riau. Padahal seharusnya bila melihat proyek yang cukup besar untuk pembuatan PLTU yang seharusnya memutuskan pihak Bapeda Provinsi Riau, dengan adanya permintaan dari pihak PLN yang sudah dikabulkan, maka Wako meminta agar PLN lebih kosisten dengan keputusan yang diambilnya sendiri.
Saat dikomformasi wartawan terkait hal isu tersebut diatas, Kamis (21/01) Walokita Herman Abdullah, menanggapi, “ Alasan pihak PLN untuk memindahkan kawasan PLTU kedaerah lain, itu apa? sementra yang kita tahu dulu PLN sendiri yang melakukan pendekatan dengan Pemko terkait luasnya lahan yang akan dijadikan kawasan PLTU, dan kita tanggapi secara baik, meski awalnya PLN meminta lahan seluas 60 hektar, namun kita setujui hanya 40 hektar, “ terangnya.
Lebih lanjut lagi Wako menngatakan, jika pembahasan untuk pembebasan lahan ditenayan raya sudah dilakukan bersama tinggal proses pelaksanaanya saja, “ dalam pertemuan terahir dengan pihak PLN kemarin mereka masih menyatakan positif akan tetap membangun dilokasi yang telah disepakati sebelumnya, yakni diTenayan Raya Pekanbaru, “ imbuhnya. Terlebih lagi dalam menunjang infrastruktur terwujudnya PLTU, Pemko telah membangun akses jalan, untuk mempermudah dalam pelaksanaan proyek tersebut nantinya.***(yunk)
|
|