Untitled Document
Rabu, 30 Ramadhan 1431 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil


Rabu, 8 September 2010 13:34
RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 30 Januari 2010 16:19
Hujan Lagi, Banjir Lagi di Pasirpanggarian

Bagi warga Rohul, khususnya Pasirpanggaraian, hujan adalah pertanda akan adanya tamu susulan bernama banjir. Meskipun kondisi ini menyulitkan, namun warga harus menerima.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Hujan yang turun sejak, Jum’at (29/1/10) sore, Hingga Sabtu (30/1/10) dinihari, kembali merendam 2 desa dan 1 kelurahan di Pasirpangaraian, serta beberapa daerah kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Dusun Tulang Gajah Desa Pematang Berangan, Dusun Nagori Desa Babussalam, dan Kampung Terendam Kelurahan Pasirpangaraian yang berada di Kecamatan Rambah, serta beberapa daerah di Kecamatan Bonaidarussalam dan Kecamatan Kepenuhan, yang masih berada di kawasan Kabupaten Rokan hulu, merupakan daerah yang termasuk langganan banjir, karena berada ditepian sungai, termasuk ditepian sungai Batang Lubuh, Rohul.

Pemerintah Pemrop Riau, dan Pemkab Rohul sendiri hingga kini belum memikirkan untuk pembangunan drainese yang benar-benar bisa mengatasi problem banjir tersebut, tetapi lebih konsentrasi terhadap pembangunan infrastruktur daerah pusat kota kabupaten, mulai dari pembangunan jalan, hingga gedung-gedung mewah dengan menghabiskan dana hingga triliunan uang APBD selama ini.

Pembangunan turap, kolam resapan dan kuak belum terpikirkan oleh pemerintah. Padahal dengan adanya pembangunan seperti itu, bisa mengurangi debit air sungai ke daerah pemukiman warga dan mampu menahan lajunya air sungai serta bisa mencegah banjir.

Abah Ahmad, seorang tokoh masyarakat Rohul yang sudah lama tinggal di Dumai dan sekarang pindah ke Rohul mengungkapkan, di Dumai sudah dibuat pembangunan kuak (parit untuk menahan laju air sungai), sehingga minim terjadi rendaman dipemukiman warga jika hujan turun.

Beda lagi dengan Kabupaten Rohul, masyarakat yang berada ditepi sungai sudah pasrah jika tempat tinggalnya di datangi air sekalipun malam atau dinihari. Walaupun mereka tidak mengharapkan kedatangan tamu yang tidak diundang tersebut memasuki rumahnya, namun mereka tidak bisa berbuat banyak.

“Terpaksa kerja keras jika hujan deras seharian, dengan menaikkan perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi, sebagai antisipasi jika tiba-tiba air datang,” cerita Ibu Emma, seorang warga yang rumahnya berada di tepi sungai Batang Lubuh dan menjadi langganan banjir.

Beda lagi dengan masyarakat Kecamatan Kepenuhan dan Bonaidarussalam, mereka seperti di anak-tirikan oleh Pemkab Rohul karena jauhnya akses hingga memakan waktu 3 jam perjalanan dari kota Pasirpangaraian.

“Banjir teman kami, banjir sahabat kami,” cerita Anto seorang warga yang tinggal di Desa Kecamatan Bonaidarussalam. Ia merupakan salah satu warga yang ikhlas menerima fenomena alam seperti itu. Jika banjir datang dia pasrah rumahnya direndam air hingga sebatas lutut orang dewasa, bahkan pernah hingga sebatas pinggang orang dewasa.

Hingga kini, Pemkab Rohul tidak ada konsentrasi untuk pembangunan dalam penanganan banjir, tetapi lebih konsen kepada pembangunan infrastruktur yang tidak begitu penting, termasuk pembangunan taman di Dusun Nagori Desa Babussalam dekat rumah Bupati Rohul yang menghabiskan dana APBD ratusan juta rupiah, sementara daerah itu merupakan salah satu daerah yang terkena imbas kelebihan air Sungai Batang Lubuh, “Apakah itu bukan suatu pemborosan uang Negara? Apalagi jika daerah itu terendam, otomatis bangunan taman juga akan rusak,” ungkap Abah Alif salah satu warga Kampung terendam Pasirpangaraian.

Beda lagi dengan pendapat dari Barisan Muda Rokan Hulu (BMR), yang Kamis (28/1/10), kemarin melakukan aksi demo dari Taman Kota Pasirpangaraian hingga kantor DPRD Rohul, mereka menuntut pemerataan pembangunan di semua daerah yang masih masuk kawasan Pemkab Rohul, sehingga mereka menuduh DPRD Rohul mandul dengan memberikan sekotak bedak lengkap dengan cerminnya. Karena tidak memonitoring kegiatan pembangunan di Rohul selama ini, dan dianggap kerjanya hanya tidur.***(zal)




Berita lainnya..........
- Pemrpov Riau Bentuk Tim Percepatan Kurangi Emisi Karbon
- Solusi Saling Menguntungkan,
Penyelematan Sekaligus Pengelolaan Semenanjung Kampar

- Bupati Bengkalis Keluarkan Peraturan Suaka Ikan Terubuk
- Angin Puting Beliung di Pelalawan,
Mobil pun Seraya Goyang Hendak Melayang

- Bantuan Mulai Datang,
Terjangan Angin di Pelalawan Rusak 32 Rumah

- Diterjang Angin dan Hujan Es,
27 Rumah Warga Pelalawan Porak-poranda

- Nihil Drainase,
Dua Sekolah dan Sejumlah Rumah di Pelalawan Kebanjiran



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.89
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com