Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 22 Mei 2013 13:30
PDIP Ambil Formulir Balon Gubri ke KPU Riau

Rabu, 22 Mei 2013 12:46
Jaksa Terima Tahap II PNS Bandar Narkoba

Rabu, 22 Mei 2013 12:42
Polres Bidik SPPD Fiktif di Sekertariat DPRD Dumai

Rabu, 22 Mei 2013 12:35
Lusa, Demokrat Umumkan Jago di Pilkada Inhil

Rabu, 22 Mei 2013 10:05
Truk Muatan Seng Terguling Macetkan Jalan Soeta

Rabu, 22 Mei 2013 07:18
Jon Erizal Konsolidasi dengan Bacaleg PAK Siak

Rabu, 22 Mei 2013 07:16
Demokrat Rubah Bacaleg untuk DPRD Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Juni 2012 15:03
28 Desa di Rohul Masuk Kawasan Rawan Bencana Alam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Rohul telah membuat peta kawasan rawan bencana alam. Terdapat 28 desa di 12 kecamatan yang mendapat perhatian serius.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kabupaten Rokan Hulu memiliki luas wilayah 7.449.85 kilometer persegi, terdiri dari 85 persen daratan dan perbukitan, serta 15 persen daerah perairan dan rawa. Dari 16 kecamatan, 12 kecamatan, dan 28 desa diantaranya dinyatakan sebagai daerah berpotensi bencana alam, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), puting beliung, serta kekeringan.

Dua sungai besar yang membelah kawasan Rohul, Sungai Rokan Kanan dan Rokan Kiri, serta sungai-sungai kecil diantaranya cukup berpotensi bencana banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohul, Aceng Herdiana, mengungkapkan, kawasan Rohul berada di ketinggian sekitar 1 sampai 150 meter di atas permukaan laut (dpl) cukup berpotensi bencana alam.

Data BPBD Rohul menunjukkan, daerah-daerah potensial yang sering dilanda bencana alam banjir, seperti Kecamatan Rambah, Bonaidarussalam, Ujungbatu, Tambusai, dan Kepenuhan. Sementara daerah berpotensi bencana longsor, seperti Kecamatan Ujungbatu, Tambusai, Bangunpurba.

Daerah rawan bencana Karhutla, seperti Kecamatan Tambusai, Tambusai Utara, Rokan IV Koto, Bonaidarussalam, Kepenuhan, dan Rambahsamo, “Rata-rata bencana alam di Rohul adalah bencana banjir. Setiap tahun bencana itu terjadi, sudah seperti tradisi. Masyarakat sudah paham kapan bencana datang,” ungkapnya kepada riauterkini.com di Pasirpangaraian, Jumat (22/6/12).

Aceng mengaku dalam waktu dekat akan mengikuti sosialisasi di Provinsi Jambi, untuk mengetahui trik menghadapi segala bencana alam secara signifikan. Dia janji akan terus berupaya memanimilisir dengan preventif agar bencana dapat diantisipasi sedini mungkin.

Masyarakat bermukim di 12 kecamatan dan 28 desa diintruksikannya agar sigap dan waspada, baik pada musim penghujan, dan musim kemarau yang merupakan kebalikan musim penghujan.

“Ini baru sebatas pendataan. Sudah dua hari anggota turun melakukan survey pemetaan bencana, sebab sejauh ini kita belum memiliki pemetaan bencana alam,” ungkapnya.

Pada 2012, BPBD Rohul kata Aceng hanya menerima bantuan dari APBD Rohul sekitar Rp1,2 miliar. Menurutnya, masih butuh peningkatan, sebab dana baru sebatas untuk mobiler dan operasional. “Saat ini kita lebih banyak berkoordinasi dengan provinsi dan pusat,” ujarnya.

Menanggapi rawan bencana, M Hasibuan, salah seorang warga Desa Rambah Tengah Hulu, Rambah, berharap pemerintah membangun turap di sepanjang bantaran Sungai Pawan.

Hasibuan mengaku 5 tahun sekali, setengah desanya direndam air bah. Bahkan pada 2010 silam, banjir bandang pernah melanda desa nya, serta desa tetangga dan menyebabkan kerugian material di masyarakat.

“Sebelum ada korban jiwa, kami berharap pemerintah segera membangun turap di bantaran Sungai Pawan dekat pemukiman warga, sebab banjir sering merendam rumah warga sekitar,” harapnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dishut Dumai Temukan 10 Titik Api
- BPMP2T Siak Wajibkan Pengusaha Galian C "Kantongi" Izin
- Pemko Anggaran Rp 100 Miliar untuk Pembebasan Lahan RTH
- Tahun Depan, Pemko Pekanbaru Gandeng Swasta Atasi Sampah
- RAPP Gelar Kompetisi Ketangkasan Memadamkan Api
- Pemko Dumai Bakal Kelola 1000 Hektare dari Chevron
- Pemko Dumai Mulai Bahas Penetapan UMK 2014


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.129.212
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com