Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 22 Mei 2013 10:05
Truk Muatan Seng Terguling Macetkan Jalan Seota

Rabu, 22 Mei 2013 07:18
Jon Erizal Konsolidasi dengan Bacaleg PAK Siak

Rabu, 22 Mei 2013 07:16
Demokrat Rubah Bacaleg untuk DPRD Riau

Rabu, 22 Mei 2013 07:14
Belasan Juta Rupiah, Lapak Pasar Terubuk Bengkalis Diperdagangkan

Rabu, 22 Mei 2013 06:55
Dua Tersangka Narkotika Ditangkap Polres Dumai

Rabu, 22 Mei 2013 06:54
Marzuki Alie tak Tahu Berita Achmad Diusung PD di Pilgubri

Selasa, 21 Mei 2013 19:40
Ahmi Septari Nahkodai Perindo Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 24 Juli 2012 19:31
2012, 10 Gajah Mati Diracun

Dalam kurun waktu 6 bulan saja, sedikitnya 10 ekor gajah (Elephas Maximus Sumatranus) di Riau mati diracun.

Riauterkini-PEKANBARU- Humas WWF Program Riau Syamsidar, Selasa (24/7/12) menyatakan bahwa selama kurun waktu Januari-Juli 2012, pihaknya mencatat ada 10 gajah yang mati akibat diracun. Dari 10 gajah-gajah yang mati tersebut, hampir semuanya tidak lagi bergading.

Kematian gajah di Riau adalah dimulai pada 6 dan 8 Maret 2012, tiga kerangka gajah ditemukan di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, bagian utara blok hutan Tesso Nilo. 4 Mei 2012, satu kerangka gajah jantan ditemukan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kerangka ditemukan dengan kondisi gading hilang.

Pada 12 Mei 2012, satu ekor bangkai gajah jantan dengan kondisi gading hilang ditemukan di konsesi PT. Riau Andalan Pulp and Paper, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Dari informasi yang didapat, gajah ini sebelumnya sempat merusak camp pekerja lapangan perusahaan tersebut.

Lalu pada 31 Mei 2012, satu ekor gajah jantan ditemukan mati di dalam Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kondisi gading gajah masih utuh saat ditemukan, bagian selatan blok hutan Tesso Nilo.

"Pada 7 Juni 2012; satu ekor gajah jantan remaja ditemukan mati dengan kondisi gading hilang di konsesi akasia sebuah perusahaan swasta, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Dan terakhir adalah gajah yang ditemukan mati belum lama ini di Kampar dan diduga kuat diracun," terangnya.

Pada tahun 2011 tidak ada catatan gajah mati di Tesso Nilo, dan hanya ada dua kematian gajah di seluruh propinsi Riau pada tahun tersebut. Perambahan yang berlangsung di dalam taman nasional tersebut ditenggarai menjadi salah satu penyebab semakin tingginya konflik manusia-gajah yang berujung pada kematian gajah.

Terkait dengan hal itu, WWF menyerukan pada pemerintah untuk segera melakukan penyelidikan kemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan konflik untuk mendapatkan gading gajah.

Saat ini jumlah gajah sumatera di alam diperkirakan tidak lebih dari 2.400 ekor – 2.800 ekor saja, yang mana turun 50% dari populasi sebelumnya yaitu 3.000 - 5.000 individu pada tahun 2007. Berdasarkan catatan WWF dari tahun 2004-2012, tercatat ada 89 kematian gajah di Riau yang disebabkan konflik. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dishut Dumai Temukan 10 Titik Api
- BPMP2T Siak Wajibkan Pengusaha Galian C "Kantongi" Izin
- Pemko Anggaran Rp 100 Miliar untuk Pembebasan Lahan RTH
- Tahun Depan, Pemko Pekanbaru Gandeng Swasta Atasi Sampah
- RAPP Gelar Kompetisi Ketangkasan Memadamkan Api
- Pemko Dumai Bakal Kelola 1000 Hektare dari Chevron
- Pemko Dumai Mulai Bahas Penetapan UMK 2014


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.155.235
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com