Berita Terhangat.. |
Rabu, 22 Mei 2013 19:59 Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah
Rabu, 22 Mei 2013 19:57 Wabup Inhu Intruksikan BLH Pantau Aktifitas PETI
Rabu, 22 Mei 2013 19:32 Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif
Rabu, 22 Mei 2013 19:29 Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor
Rabu, 22 Mei 2013 19:17 Tahap II dari Polres, Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora
Rabu, 22 Mei 2013 19:12 Rapat Evaluasi PAD Pekanbaru, Satu daru Tiga SKPD Belum Capai target
Rabu, 22 Mei 2013 19:04 Penutupan MTQ Ke-XII Pelalawan Bandar Seikijang Raih Juara Umum
|
|
|
|
Rabu, 1 Agustus 2012 20:13 24 Titik Api Terdeteksi, Rohul Diselimuti Kabut Asap
Hasil pantauan satelit NOAA menemukan 24 titik api terdeksi di Rohul. Menyebabkan kini sejumlah kwasan diselimuti kabut asap.
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Empat hari terakhir, kabut asap tebal mulai selimuti sejumlah kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kabut asap terus meluas di sejumlah kawasan, tapi begitu belum mengganggu jalur lalulintas darat dan udara.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul, mendata dari Januari sampai Selasa kemarin (31/7/12), ditemukan sekitar 137 hot spot (titik api) tersebar di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Kunto Darussalam 14 titik, Kepenuhan 10 titik, dan terbanyak di Kecamatan
Rokan IV Koto mencapai 31 titik api, sementara di Kecamatan Bonaidarussalam 26 titik api.
“Di bulan Juli tahun ini saja terdeteksi 24 titik api hampir di seluruh kecamatan,” tambah Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno di Pasirpangaraian, Rabu (1/8/12).
Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul, M Rivai, mengaku sampai 28 Juli 2012, pihaknya hanya menemukan 21 hot spot di sejumlah kecamatan di kawasan kerjanya.
Pantauan riauterkini.com di sejumlah kawasan, seperti Kecamatan Kepenuhan, Rokan IV Koto, dan Bonaidarussalam, kabut asap kian menebal. Tiga daerah ini merupakan kawasan paling berpotensi
menimbulkan asap, akibat maraknya aktifitas pembakaran lahan untuk dijadikan perkebunan masyarakat dan perusahaan.
Dari berbagai informasi, pembakaran hutan dan lahan dilakukan sebagian kecil kelompok masyarakat dan oknum. Akibat pembakaran ini, menyebabkan kabut asap di sejumlah kawasan Rohul, termasuk asap kiriman dari kabupaten tetangga.
Camat Kepenuhan Hulu, Damri Poti, mengaku di kabut asap di daerahnya mulai berkurang. Sejauh ini, katanya ia belum menerima laporan dari masyarakat, perangkat desa atau kepala desa, terkait pembakaran atau kebakaran lahan.
“Sejak sepekan ini, saya sering keluar masuk desa dan dusun-dusun, dan belum pernah melihat atau mendapatkan ada pembakaran lahan. Diperkirakan kabut asap terjadi akibat asap kiriman dari luar Rohul atau dari kecamatan lain,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Rohul, Wildan Asfan Hasibuan, mengatakan dampak kabut asap empat hari terakhir, katanya belum membahayakan kesehatan. sehingga belum mewajibkan penggunaan masker. Dari laporan Puskesmas Kepenuhan, kabut yang menyelimuti kawasan itu bukan kabut asap,
melainkan embun akibat kemarau.***(zal)
Teks Foto : Kabut asap tebal selimuti di Kecamatan Kepenuhan, menyebabkan jarak pandang pengendara terganggu.
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
pantex Eloknyo Umah ahcmad dibakar,
bia boasok asok di daerah pasi tu..
kian santang putra prabu siliwangi kalau dibiarkan lama-lama asap bisa jadi azab
|
|