Untitled Document
Jumat, 14 Rajab 1434 H |
BeritaRiau PolitikRiau LuarRiau SosialRiau UsahaRiau HukumRiau RagaRiau HikmahRiau
 
HalTek Mitra Lancangkuning
 Konsultasi : Manajemen . Syari'ah . Kesehatan . Keluarga . Lowongan Kerja . Usaha . Teknologi

BAGI PEMBACA RIAUTERKINI YANG INGIN MENGHUBUNGI REDAKSI, SILAHKAN KIRIM EMAIL KE redaksi@riauterkini.com.
 
Inilah Kasus Thamsir, Raja Maling
Dalam rinciannya, terdakwa meminta pencairan dana kasbon ke kasda yang dibuat oleh Abdullah Sani, Indriansyah, Nurhadi selaku bendahara dan oknum SKPD. Kemudian dana dicairkan untuk terdakwa sebesar Rp. 46.577.403.000. Selanjutnya, pada Mei Tahun 2006 terdakwa secara lisan meminta uang kepada E. Marwan dan disuruh transfer ke rek ajudan terdakwa yakni Agus sebesar Rp 18 Miliar. Dan uang tersebut digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi. Begitu juga untuk kasbon berikutnya, dimana terdakwa kembali mengajukan kasbon dan kemudian meminta bendahara untuk mencairkan senilai Rp 6 Miliar, Rp. 19,6 Miliar dan Rp 23,5 Miliar. Dari total kasbon terdakwa mencapai Rp. 114.662.203.509," terang JPU. Semasa menjabat, kasbon terdakwa di Pemkab Inhu sudah terlalu banyak yang digunakan terdakwa untuk kepetingan pribadi. Seperti digunakan untuk pencalonan terdakwa untuk menjadi Gubri pada Tahun 2009 lalu. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 2 dan pasal 3 jo 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," jelas JPU.


Rokan
Rasokanlah.......nikmatilah ulah mu sendiri


Orang inhil
inilah tipikal pejabat riau umumnya, riau yang konon katanya identik dengan melayu, yang notabene identik islam, tapi setelah kita dengar dari seluruh indonesia adalah propinsi terkorup. Itukah kehebatan orang melayu???????????????? Keje males, duit nak banyak.Keje cume merintah orang, kepandaian takde. Itulah Melayu.....


lucu
anggota dewan satu ne pembohong besar dan serakah...hancurlah p3 dibuat nya..hahahahahahahah...


ARy
Rasakan perbuatanmu..kasihan istri dan anakmu mereka kau beri uang haram..jadi apa daging anakmu?haram semuanya dan nerakalah tempatnya nanti..masya Allah


Cape deh
Itulah enaknya jadi anggota dewan.. Korupsi terus dan terus diotaknya..Itu karena mau jadi anggota dewan membutuhkan dana milyaran rupiah ditambah lagi setelah jadi anggota dewan harus menyetor ke partainya jadi wajar mereka merampoknya kembali dengan cara Haram..


Rakyat Biasa
Pantasan bang Room kini sudah kaya raya...Padahal dulu sebelum jadi anggota dewan hanya pakai vespa butut dan berumah gubuk di gang sempit...Itu ye kerja dikau...


investigasi
mau cari sponsor dengan kepres ha ha ha rusli rusli mana ada yg mau menjadi sponsor kalo buntut buntutnya di periksa KPK, pak rahmat gobel akan pikir 1000 kali walo ada kepres, jadi dari pada sponsor ngak ada bagaimana baleho calon gubri dipasang di setiap venue? trus uang yang di korupsi dipakai untuk acara kembang api yang spektakuler , ha ha ha kacian rusli pening mikir sponsor tarik diri


atan lebay
Alamak....semakin hari semakin banyak saja "pejabat" Riau yang terjerat kasus korupsi ,akan disembunyikan kemana lagi muka kami ini kepada propinsi lainnya...aih aih malunya ini...!

 
     

Powered by HalTek Mitra Lancangkuning