Untitled Document
Selasa, 11 Rajab 1434 H |
Home > Luar >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 21 Mei 2013 17:44
Kasus Penamparan Guru,
Putri Said Nurjaya Keceplosan Sebut Bapaknya Tampar Nurbaiti


Selasa, 21 Mei 2013 17:37
Perdana, BUMD PT. BLJ Bengkalis Umrahkan 11 Warga secara Gratis

Selasa, 21 Mei 2013 17:30
PD Pembangunan Kucurkan Rp7,5 M Untuk Sewa 50 Transmetro

Selasa, 21 Mei 2013 17:22
Rekontruksi Pembunuhan,
Ani Toke Getah Dibacok Lima Kali


Selasa, 21 Mei 2013 17:18
Manipulasi BM Mobnas Dewan,
BK DPRD Dumai Kroscek ke Polres Bengkalis


Selasa, 21 Mei 2013 17:10
MTQ ke 44 Kabupaten Kampar,
Kecamatan Kampar Tampil Sebagai Juara Umum


Selasa, 21 Mei 2013 17:05
Tersangka Curanmor 20 TKP Ditembak Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 27 Maret 2006 18:09
SBY Tegaskan Tidak Akan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Australia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa Pemerintah RI tidak akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Australia pasca pemberian suaka politik kepada 42 warga Papua oleh Pemerintah Australia

Riauterkini-Jakarta-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa Pemerintah RI tidak akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Australia pasca pemberian suaka politik kepada 42 warga Papua oleh Pemerintah Australia.

Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presidenan Jakarta hari ini, Senin (27/3). Ia mengatakan, jika sampai terjadi pemutusan hubungan diplomatik antar kedua negara, maka yang akan diuntungkan adalah kelompok separatis.

Dino Patti Djalal mengungkapkan, sebelumnya, ada masalah yang lebih berat dari pemberian suaka politik, tapi Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dapat menyelesaikan masalah tersebut sebaik mungkin tanpa memutuskan hubungan diplomatik.

Menurutnya, dalam hal ini Presiden telah mendengarkan pejelasan langsung dari Duta Besar Indonesia untuk Australia Hamzah Thayeb pada Minggu kemarin pukul 14.00 WIB di kediaman pribadi Presiden, di Perumahan Puri Cikeas Indah, Bogor Jawa Barat.

Mengenai batas waktu penarikan Dubes RI untuk Australia Hamzah Thayeb ke Jakarta, Dino mengatakan, Presiden belum memutuskan sampai kapan, karena masih terus melakukan pengkajian.

Lebih lanjut Dino Patti Djalal mengungkapkan, Presiden juga mengatakan bahwa hubungan anatara Indonesia dan Australia selama ini sudah terjalin baik dan diharapkan masalah tersebut dapat diselesaikan sebaik mungkin sehingga kedepannya hubungan Indonesia dan Australia dapat lebih baik lagi.

Pada kesempatan tersebut Dino membantah, Presiden telah melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Australia. Menurutnya, yang telah dilakukan komunikasi via telepon adalah antara Menteri Luar Negeri Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Australia, serta antara Kedutaan Besar Indonesia di Australia dengan Kedubes Australia di Indonesia. ***(elshinta)



Beri tanggapan | Baca tanggapan

Berita Luar lainnya..........
- Dalam Dua Tahun Indonesia Akan Bayar Hutang Pada IMF
- Bocah Tujuh Tahun Berenang Dari Alcatraz ke San Francisco
- Jaksa Agung Beberkan Kasus Korupsi di DPD
- Bush dan Blair Bicarakan Percepatan Penarikan Pasukan dari Irak
- Capai Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Perlu Rp 918 Triliun
- 67 % Apotik Tak Gunakan Apoteker
- SBY Tegaskan Tidak Akan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Australia


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.21.186.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com