Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Luar >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Mei 2013 14:05
PT. SDS Buang Limbah di Pemukiman Masyarakat

Rabu, 22 Mei 2013 13:30
PDIP Ambil Formulir Balon Gubri ke KPU Riau

Rabu, 22 Mei 2013 12:46
Jaksa Terima Tahap II PNS Bandar Narkoba

Rabu, 22 Mei 2013 12:42
Polres Bidik SPPD Fiktif di Sekertariat DPRD Dumai

Rabu, 22 Mei 2013 12:35
Lusa, Demokrat Umumkan Jago di Pilkada Inhil

Rabu, 22 Mei 2013 10:05
Truk Muatan Seng Terguling Macetkan Jalan Soeta

Rabu, 22 Mei 2013 07:18
Jon Erizal Konsolidasi dengan Bacaleg PAK Siak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 23 Mei 2006 16:16
Capai Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Perlu Rp 918 Triliun

Pemerintah memerlukan dana investasi sebesar Rp 918 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen pada tahun 2007.

Riauterkini-JAKARTA- Pemerintah memerlukan dana investasi sebesar Rp 918 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen pada tahun 2007. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M Lutfi kepada wartawan dalam acara Indonesian Day di Hotel Grand Hyatt Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Senin (22/5) siang ini.

Ia mengatakan, dari total Rp 918 triliun tersebut pemerintah hanya mampu membiayai sebesar Rp 116 triliun dan Rp 82 triliun yang berasal dari dana pembangunan yang terdapat pada APBN 2006. Sedangkan sisanya yaitu sebesar Rp 720 trilun pemerintah mengharapkan peran serta dari sektor swasta guna mendorong investasi.

Untuk mendorong investasi, ungkapnya, pemerintah telah menyiapkan investasi fiskal dan non fiskal dan pemerintah berharap peran serta dari sektor perbankan agar dapat mengerakkan dana untuk berinvestasi

Lebih lanjut M Lutfi menambahkan, pada tahun 2005 lalu dengan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,5 hingga 5,7 persen pemerintah telah menyerap investasi sebesar Rp 748 triliun. Dimana, sebutnya, 32 persen realisasi investasinya dibiayai oleh pemerintah, 10 persen dibiayai oleh BKPM dan sisanya diserap oleh kegiatan ekonomi masyarakat.***(Elshinta)



Beri tanggapan | Baca tanggapan

Berita Luar lainnya..........
- Dalam Dua Tahun Indonesia Akan Bayar Hutang Pada IMF
- Bocah Tujuh Tahun Berenang Dari Alcatraz ke San Francisco
- Jaksa Agung Beberkan Kasus Korupsi di DPD
- Bush dan Blair Bicarakan Percepatan Penarikan Pasukan dari Irak
- Capai Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Perlu Rp 918 Triliun
- 67 % Apotik Tak Gunakan Apoteker
- SBY Tegaskan Tidak Akan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Australia


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.126.92
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com