16/08/2017 18:55
Terlibat Narkoba,
Anggota Polres Meranti Briptu TH Dipecat Tidak Hormat

16/08/2017 14:47
Jelajah Produk Anak Negeri,
Inilah Karya Masdi untuk Taluk Meranti

16/08/2017 07:32
ICCO Coorperation dan Scale Up Taja Ekapedisi Jelajah Produk Asal Riau di Teluk Meranti

15/08/2017 22:51
Jelajah Produk Asal Riau,
ICCO Cooperation Bersama Scale Up Kunjungi Teluk Meranti, Pelalawan

15/08/2017 18:09
BRK Sebagai Pengelola Kas Titipan di Selat Panjang, Meranti

15/08/2017 14:41
BI Sosialisasikan Rupiah Asli ke SMAN 1 Tebing Tinggi, Meranti

15/08/2017 11:51
Kerjasama BI-Bank Riau Kepri, Kantor Kas Titipan Selatpanjang Diresmikan Bupati Meranti

14/08/2017 21:55
Kronologis Penangkapan 1,6kg Sabu dan Oknum Polisi di Meranti

14/08/2017 20:51
Koramil 02 Tebing Tinggi, Meranti Gagalkan Transaksi 1,6 Kg Sabu

12/08/2017 15:32
Miliki Narkoba 0,30 Gram, Tukang Servis Elektronik di Meranti ini Dibekuk

  Rabu, 16 Agustus 2017 14:47
Jelajah Produk Anak Negeri,
Inilah Karya Masdi untuk Taluk Meranti


Riauterkini - PEKANBARU - Sederet miniatur transportasi air berbagai jenis dan ukuran dari bahan dasar kayu yang hanyut di sungai Kampar terpajang di rumah seorang warga Kecamatan Taluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Jika dilihat lebih dekat kapal-kapal tersebut tampak bukan sekedar mainan anak anak saja tapi juga memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Pasalnya miniatur kapal itu nyaris menyerupai bentuk aslinya apalagi karya itu dibuat tanpa bantuan mesin alias handmade. Masdi (42) seorang pengrajin kayu mengaku motivasinya membuat miniatur kapal adalah hobinya sejak masih anak-anak. Selain itu melihat sungai Kampar yang selalu saja dikotori oleh limbah kayu. Dengan modal kreatifitas itu dirinya berhasil menyulap limbah jadi barang bernilai seni tinggi serta sungai tidak kotor lagi. "Dulu waktu kecil saya sering diajak ayah untuk mencari ikan ke sungai, disitu saya melihat banyak model kapal yang hilir mudik mencari ikan. Munculah ide untuk membuat mainan kapal kapalan dan sampai sekarang sudah menjadi hobi saya sehari - hari, " kata Masdi sembari menunjukkan kapal yang pertama kali dibuatnya. Masuknya organisasi-organisasi yang peduli lingkungan di Teluk Meranti membawa angin surga ke seluruh warga termasuk Masdi. Pasalnya organisasi itu memiliki misi untuk menjaga hutan dan mensejahterakan masyarakat sekitar hutan termasuk Teluk Meranti. Banyaknya masukan-masukan yang diberikan kalangan intelektual seperti Scele Up, Green Peace dan sebagainya kepada Masdi memunculkan semangat baru dalam dirinya. Tak disangka hobi membaut miniatur kapal tang ia tekuni sejak kecil memiliki sisi ekonomis atau lebih tepatnya bisa menghasilkan rupiah. "Kawasan Teluk Meranti ini termasuk salah satu icon wisata di Kabupaten Pelalawan, yakni adanya Ombak Bono dan Pantai Ogis. Disitu muncul ide, ini peluang bisnis. Biasanya setiap wisatawan tentu akan membawa buah tangan khas tempat tersebut. Jadi jika ke Bono atau Pantai Ogis wisatawan bisa membawa pulang berbagai miniatur transportasi air, " ujar Masdi dengan penuh semangat. Namun sayang, ide itu masih belum terealisasi sesuai dengan keinginan. Itu disebabkan kawasan wisata Bono ataupun Pantai Ogis masih minim wisatawan yang datang. Pasalnya akses untuk kesitu masih belum layak. " Secara umum Bono dan Pantai Ogis sangat menarik untuk dikunjungi, tapi akses kesini masih belum baik serta fasilitas wisata juga masih banyak yqng kurang makanya wisatawan jarang berkunjung kemari, " papar Masdi. Meskipun begitu, pria 42 tahun ini terus bermimpi bahwa kedepan kawasan Teluk Meranti ini akan terkenal seperti pulau Bali. Karena Ombak Bono adalah salah satu keajaiban dunia yang berada di Indonesia. " Saya yakin itu, makanya saya terus berkarya membuat miniatur ini, dan mengajarkannya kepada anak anak disini semoga kedepan bisa menjadi mata pencaharian yang menjanjikan di Teluk Meranti, "ujar Masdi. Ditanya mengenai peran Pemerintah dalam mengembangkan hobi dan usaha yang Ia tekuni ini, Masdi malah terdiam sejenak dan berkata " sulit untuk percaya kepada Pemerintah dek, karena saya pernah dikecewain," ungkap Masdi. Diceritakannya, ketika ada kegiatan Pelalawan expo tahun 2015 di Kerinci pihak kecamatan berjanji akan memberikan saya dan anak didik saya alat untuk membuak kerajinan dari kayu ini, dengan syarat seluruh karya yang dibuatnya bisa dipamerkan di event tersebut. "Bukannya bantuan alat yang saya dapat, tapi kecewa harus saya terima. Sedikitnya 80 unit miniatur hasil karya yang dibawa ke Pelalawan Expo oleh pihak kecamatan hilang begitu saja," ujarnya. Meski perhatian Pemerintah minim dan wisatawan kurang, dirinya bersama pengrajin kayu lainnya tetap semangat berkarya membuat berbagai olehan kayu yang hanyut di Sungai Kampar. "Ini adalah hobi, ada yang beli atau tidak saya akan terus berkarya untuk kemajuan Teluk Meranti kedepannya," tutup Masdi sambil teraenyum***(dan)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com