16/08/2017 18:55
Terlibat Narkoba,
Anggota Polres Meranti Briptu TH Dipecat Tidak Hormat

16/08/2017 14:47
Jelajah Produk Anak Negeri,
Inilah Karya Masdi untuk Taluk Meranti

16/08/2017 07:32
ICCO Coorperation dan Scale Up Taja Ekapedisi Jelajah Produk Asal Riau di Teluk Meranti

15/08/2017 22:51
Jelajah Produk Asal Riau,
ICCO Cooperation Bersama Scale Up Kunjungi Teluk Meranti, Pelalawan

15/08/2017 18:09
BRK Sebagai Pengelola Kas Titipan di Selat Panjang, Meranti

15/08/2017 14:41
BI Sosialisasikan Rupiah Asli ke SMAN 1 Tebing Tinggi, Meranti

15/08/2017 11:51
Kerjasama BI-Bank Riau Kepri, Kantor Kas Titipan Selatpanjang Diresmikan Bupati Meranti

14/08/2017 21:55
Kronologis Penangkapan 1,6kg Sabu dan Oknum Polisi di Meranti

14/08/2017 20:51
Koramil 02 Tebing Tinggi, Meranti Gagalkan Transaksi 1,6 Kg Sabu

12/08/2017 15:32
Miliki Narkoba 0,30 Gram, Tukang Servis Elektronik di Meranti ini Dibekuk

  Sabtu, 2 September 2017 18:53
Pengabdian pada Masyarakat,
Guru Besar UR Latih Warga Banglas Barat, Meranti Bikin Mie Sagu Aneka Rasa


Riauterkini – SELATPANJANG – Melimpahnya sumber dasar membuat Mie Sagu di Desa Banglas Barat, Kabupaten Meranti membuat Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau (UNRI), Prof. Dr Dewita, MS sebagai Ketua tim dan anggota, Ir. Syahrul, MS tertarik dan datang ke UMKM Pengolah Mie Sagu untuk memadukan fortifikasi Ikan dan Mie Sagu dengan berbagai warna dan rasa, Senin (7/8/17).

  Didampingi Kepala desa Banglas Barat, Asnawi Nazar, SPi dan sejumlah staf Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian, Tokoh masyarakat dan personil UMKM Pengolahan Mie Sagu, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang ditaja Tim PKM LPPM UNRI berlangsung khusuk dalam memperkenalkan cara mengolah mie sagu ikan dengan aneka warna dan rasa.

  Dalam praktek pelatihan itu, Prof. Dr Dewita MS menjelaskan jika mie sagu akan diolah yang dikombinasikan dengan  fortifikasi konsentrat ikan seperti ikan teri dan udang serta pewarna alami.

  “Kami lirik  UMKM yang mengolah mie sagu di Kabupaten ini, karena banyak produksinya dan kita ingin berikan pencerahan agar ada peningkatan mutu dari mie sagu,”ujar Anggota Tim Pelaksana Pelatihan, Syahrul.

  Dakatakan Syahrul, selama ini protein yang terkandung dalam mie sagu sangat rendah, untuk itu perlu dilakukan kombinasi fortifikasi dengan konsentrat ikan dan udang agar kandungan proteinnya meningkat. Saat ini kadar protein yang ada didalam mie sagu hanya berkisar 0,3 persen dan jika dilakukan kombinasi dan fortifikasi dengan kandungan ikan, kadar proteinnya akan meningkat Menjadi 5,75 hingga 8,75 persen.

  Senada, Dewita mengatakan, Fortifikasi konsentrat ikan teri dan udang selain menambahkan protein, juga akan memperkenalkan mie sagu instan. Dengan mie sagu instan ini, kadar air yang terkandung didalamnya menjadi sedikit karena mie sagu yang ada sekarang ini kadar airnya cukup tinggi, sekitar 50 persen sehingga daya tahannya tidak lama dan agar dapat bertahan lama, perlu dibuat mie sagu instan.“Setelah mie sagu instan itu dicetak, akan ada proses pengering seperti Oven atau alat lainnya,”terang Dewita.

  Ditambahkan Dewita, bahan baku yang digunakan untuk konsentrat ikan teri dan udang yang itu diklaim dan paling terpenting harganya murah dan banyak tersedia. Tampak dalam pelatihan itu digunakan bahan dasar ikan teri dan udang rebon (pepai) serta pewarna alami, daun katu dan beras angkak.“Untuk kemasan, lebih baik menggunakan kemasan kombinasi ganda seperti berbahan alumunium foil dan plastic HDPE dan disimpan ditempat dingin,”ucap Dewi member ide.

  Dalam prakteknya, Kegiatan PKM Pengabdian ke Masyarakat itu juga  mendapat dukungan dana pelaksanaan dari Kemenristekdikti melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM).***(hen)  

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com