18/01/2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

7/01/2019 15:33
Apel Pertama 2019, Sekda Meranti Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

27/12/2018 09:54
Sempena Hari Jadi Kepulauan Meranti, Sekda Buka Turnamen Sepak Bola Kuala Merbau Cup I

17/12/2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

15/12/2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

14/12/2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

14/12/2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

11/12/2018 20:03
Pilkades Serentak di Meranti Direncanakan pada Mei - Juni 2019

10/12/2018 15:41
Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun

10/12/2018 13:59
Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018

  Kamis, 14 Desember 2017 17:16
Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka


Kejari kini telah menetapkan empat tersangka dalam dugaan tindak pidana Korupsi Pembangunan Pelabuhan/Dermaga, Sungai Tohor Barat. Perbuatan mereka diketahui merugikan Negara berkisar Rp 850juta.

Riauterkini - SELATPANJANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti, Kamis (14/12/17) hari ini sudah menetapkan 4 (Empat) Tersangka dalam dugaan tindak pidana Korupsi Pembangunan Pelabuhan/Dermaga, Sungai Tohor Barat.

Kasi Pidsus (Kepala Seksi Pidana Khusus) Kejari Kepulauan Meranti, Roy Modino ketika dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan, bahwa keempat Tersangka tersebut masing-masing bernisial H, FY, B dan Y.

"Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, H selaku PA (Pengguna Anggaran), FY selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan B selaku sub Kontraktor serta Y selaku pemenang tender, "tutur Roy Modino.

Menurutnya, Tiga dari empat tersangka yakni FY, B dan Y, setelah dilakukan pemeriksaan diruang Pidsus akan langsung dititipkan atau ditahan di Ruang Tahanan (Rutan) Jalan Tanjung Mayat, Kota Selatpanjang.

Sementara, Tersangka bernisial H selaku PA yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Kepulauan Meranti tidak hadir dalam pemeriksaan pada Kamis 14 Desember 2017 hari ini.

Untuk diketahui, Dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Pelabuhan/dermaga diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur Tahun anggaran 2015 itu diperkirakan merugikan Negara berkisar Rp 850juta.

Dugaan tindak pidana korupsi ini melanggar Pasal 2 (1) jo Pasal 3 jo 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ***(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com