15/10/2018 14:05
Meriah HUT ke-19 Pelalawan, Kelurahan Teluk Meranti Gelar Lomba Menjaring Ikan Patin

14/10/2018 14:00
Deklarasi Relawan Satu Telunjuk,
Jokowi Ditargetkan Kembali Menang Besar di Meranti

13/10/2018 20:15
Besok, Masyarakat Meranti Deklarasikan Dukungan Jokowi-Ma'ruf Amin

24/09/2018 09:59
Ditolak di Siak dan Batal di Bengkalis, Ketua NU Minta GP Ansor Tiadakan Kirab di Meranti

23/09/2018 14:13
Satu Warga Hilang,
Kapal Tanker Tabrak Perahu Buruh Kilang Sagu di Perairan Meranti

19/09/2018 22:12
2018, Masyarakat Meranti Dapat Bantuan 596 Rumah Baru dan Rehab

17/09/2018 10:37
Bacakan Pidato Menhub RI, Bupati Meranti Pimpin Upacara Harhubnas 2018

17/09/2018 09:54
Pertama di Riau, Bupati Meranti Serahkan Sertifikat Kompetensi Petani

8/09/2018 13:33
Bupati Meranti Raih Baznas Award 2018

7/09/2018 14:57
Tanam 10 Ribu Pohon Meranti, Syamsuar Minta APP Sinar Mas tak Sekedar Serimonial

  Kamis, 14 Desember 2017 17:16
Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka


Kejari kini telah menetapkan empat tersangka dalam dugaan tindak pidana Korupsi Pembangunan Pelabuhan/Dermaga, Sungai Tohor Barat. Perbuatan mereka diketahui merugikan Negara berkisar Rp 850juta.

Riauterkini - SELATPANJANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti, Kamis (14/12/17) hari ini sudah menetapkan 4 (Empat) Tersangka dalam dugaan tindak pidana Korupsi Pembangunan Pelabuhan/Dermaga, Sungai Tohor Barat.

Kasi Pidsus (Kepala Seksi Pidana Khusus) Kejari Kepulauan Meranti, Roy Modino ketika dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan, bahwa keempat Tersangka tersebut masing-masing bernisial H, FY, B dan Y.

"Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, H selaku PA (Pengguna Anggaran), FY selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan B selaku sub Kontraktor serta Y selaku pemenang tender, "tutur Roy Modino.

Menurutnya, Tiga dari empat tersangka yakni FY, B dan Y, setelah dilakukan pemeriksaan diruang Pidsus akan langsung dititipkan atau ditahan di Ruang Tahanan (Rutan) Jalan Tanjung Mayat, Kota Selatpanjang.

Sementara, Tersangka bernisial H selaku PA yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Kepulauan Meranti tidak hadir dalam pemeriksaan pada Kamis 14 Desember 2017 hari ini.

Untuk diketahui, Dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Pelabuhan/dermaga diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur Tahun anggaran 2015 itu diperkirakan merugikan Negara berkisar Rp 850juta.

Dugaan tindak pidana korupsi ini melanggar Pasal 2 (1) jo Pasal 3 jo 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ***(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com