30/04/2018 23:07
Bupati Meranti Perintahkan SKPD Berdayakan Komunitas Adat Terpencil

30/04/2018 18:43
Bertemu Jokowi di Musrenbangnas 2018,
Wabup Meranti Minta Perhatian dan Prioritas Pembangunan

29/04/2018 14:32
Kelompok Seni Meranti Ramaikan Panggung Seni Kreatif Dispar Riau

27/04/2018 16:36
Bupati Meranti Buka Acara APKASI Procurement Network 2018

21/04/2018 15:21
Dua Pecinta Jung Titis asal Meranti Berlaga di Malaysia

20/04/2018 18:45
Mencuri Sarang Walet, Dua Warga Meranti dilaporkan ke Polisi

17/04/2018 07:55
Finis Peringkat ke-8, Meranti Juara Umum di Cabor Sepak Takraw Popda Riau

16/04/2018 17:45
Popda XIV Riau, Tim Takraw Putra Siak Kembali di Tumbangkan Meranti di Partai Final

16/04/2018 12:56
Disdalduk KB Pekanbaru Jadikan Kampung KB Meranti Pandak menjadi "Pokdarwis"

16/04/2018 11:12
Pemkab Meranti Dapat Hibah Kapal Pelayaran Rakyat 35 GT dari Kemenhub

  Kamis, 14 Desember 2017 21:07
Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti


Riauterkini - SELATPANJANG - Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Hariadi SST MT, Kamis (14/12/17) siang tadi mangkir dari panggilan pemeriksaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti.

Hariadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat tahun 2015.

Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti, Roy Modino mengatakan akan mengajukan surat pencekalan ke Kejati Riau jika Hariadi tidak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Kalau besok (Jumat 15/12/17, red) Tersangka H tak datang juga akan kita ajukan surat pencekalan,"tutur Roy Modino kepada sejumlah awak media.

Bersamaan dengan H, Kejari Kepulauan Meranti juga sudah menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan pada Kamis 14 Desember 2017 siang tadi, ketika tersangka berinisial FY, B dan Y langsung ditahan dan dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Jalan Tanjung Mayat, Kota Selatpanjang.

"Tersangka yang kita tahan berinisial FY selaku KPA, Y selaku direktur PT TSP yang memenangkan lelang. Kemudian tersangka berinisial B selaku sub kontraktornya," ungkap Kasi Pidsus.***(rud)

Teks Foto : Kadis PUPRPKP, Hariadi SST MT

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com