15/02/2018 13:58
Gelar Patroli, Satpol PP Meranti Tertibkan Jam Buka Warnet

15/02/2018 13:48
Jelang Perayaan Imlek 2569,
Ribuan Warga Tionghoa Sudah Datang ke Kepulauan Meranti

15/02/2018 07:53
Kebakaran Lahan di Kepulauan Meranti Masuk Lokasi PT NSP

15/02/2018 07:46
Bupati Meranti dan Kemen PURR Teken MoU Pembangunan Infrastruktur Penyehatan Lingkundan Pemukiman

14/02/2018 10:44
Tersangka Maling Tertembak,
Tiga Personil Polres Meranti Diperiksa Propam Polda Riau

13/02/2018 22:32
Mencuri di Mes Polsek, Remaja di Meranti Tertembak Polisi

13/02/2018 11:47
Terkait Kasus Pungli PTT Diskes,Sekcam Teluk Meranti Diperiksa Jaksa

13/02/2018 08:02
Ludeskan 100 Hetktar Lahan, Minimnya Peralatan Kendala Pemadaman Karlahut di Meranti

12/02/2018 20:28
Wabup dan Ketua DPRD Meranti Hadiri Musrenbang di Ransang

6/02/2018 08:00
Kini Menikmati Air Bersih, Masyarakat Kondur, Meranti Berterima Kasih pada Gubri

  Kamis, 14 Desember 2017 21:07
Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Mangkir, Kejari Bakal Ajukan Surat Pencekalan Mantan Kadishub Meranti


Riauterkini - SELATPANJANG - Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Hariadi SST MT, Kamis (14/12/17) siang tadi mangkir dari panggilan pemeriksaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti.

Hariadi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus Dugaan Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat tahun 2015.

Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti, Roy Modino mengatakan akan mengajukan surat pencekalan ke Kejati Riau jika Hariadi tidak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Kalau besok (Jum’at 15/12/17, red) Tersangka H tak datang juga akan kita ajukan surat pencekalan,"tutur Roy Modino kepada sejumlah awak media.

Bersamaan dengan H, Kejari Kepulauan Meranti juga sudah menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan pada Kamis 14 Desember 2017 siang tadi, ketika tersangka berinisial FY, B dan Y langsung ditahan dan dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Jalan Tanjung Mayat, Kota Selatpanjang.

"Tersangka yang kita tahan berinisial FY selaku KPA, Y selaku direktur PT TSP yang memenangkan lelang. Kemudian tersangka berinisial B selaku sub kontraktornya," ungkap Kasi Pidsus.***(rud)

Teks Foto : Kadis PUPRPKP, Hariadi SST MT

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com