15/02/2018 13:48
Jelang Perayaan Imlek 2569,
Ribuan Warga Tionghoa Sudah Datang ke Kepulauan Meranti

15/02/2018 07:53
Kebakaran Lahan di Kepulauan Meranti Masuk Lokasi PT NSP

15/02/2018 07:46
Bupati Meranti dan Kemen PURR Teken MoU Pembangunan Infrastruktur Penyehatan Lingkundan Pemukiman

14/02/2018 10:44
Tersangka Maling Tertembak,
Tiga Personil Polres Meranti Diperiksa Propam Polda Riau

13/02/2018 22:32
Mencuri di Mes Polsek, Remaja di Meranti Tertembak Polisi

13/02/2018 11:47
Terkait Kasus Pungli PTT Diskes,Sekcam Teluk Meranti Diperiksa Jaksa

13/02/2018 08:02
Ludeskan 100 Hetktar Lahan, Minimnya Peralatan Kendala Pemadaman Karlahut di Meranti

12/02/2018 20:28
Wabup dan Ketua DPRD Meranti Hadiri Musrenbang di Ransang

6/02/2018 08:00
Kini Menikmati Air Bersih, Masyarakat Kondur, Meranti Berterima Kasih pada Gubri

3/02/2018 08:03
Terbantu Program LTSHE, Warga Meranti Berterima Kasih pada Menteri ESDM Ignasius Jonan

  Sabtu, 3 Pebruari 2018 08:03
Terbantu Program LTSHE, Warga Meranti Berterima Kasih pada Menteri ESDM Ignasius Jonan

Riauterkini-JAKARTA--Anggota Komisi VII DPR RI, Sayed Abubakar Assegaf memuji program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), Kementerian ESDM. Program ini terbukti sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di daerah terpencil yang belum bisa mendapatkan jaringan listrik PLN, seperti di warga di pesisir timur Kabupaten Meranti, Provinsi Riau.

"Saya melihat sendiri betapa senang dan bahagianya masyarakat yang mendapat unit LTSHE ini di desa Sungai Tohor, Kabupaten Meranti beberapa waktu lalu saat melakukan kunjungan kerja. Saya mengapresiasi dan minta program ini diteruskan untuk warga lainnya," ujar Sayed Abubakar Assegaf di Jakarta, belum lama ini.

Sayed Abubakar mengungkapkan LTSHE sangat cocok untuk masyarakat terpencil. Memanfaatkan energi sinar matahari yang melimpah sepanjang hari, LTSHE mampu mengubah panas matahari menjadi energi listrik untuk menghidupkan lampu maupun kebutuhan lain warga. Selain itu juga mudah dioperasikan, karena menggunakan teknologi remote control.

Senada, beberapa tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan ucapan terima kasih atas program LTSHE ini. Mereka umumnya mengatakan listrik yang dihasilkan oleh unit LTSHE sangat bermanfaat untuk menyalakan lampu saat malam hari tanpa ada tambahan biaya apapun. Padahal kalau menggunakan mesin diesel, biayanya tergolong mahal bagi mereka.

"Dengan bantuan ini kami masyarakat sangat terbantu baik untuk penerangan maupun untuk pendidikan anak anak kampung Sungai Tohor. Kini saat malam hari anak-anak kami bisa belajar maupun ngaji di surau dengan lebih baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Menteri ESDM, juga bapak Sayed Abubakar," ujar Nurdiansor, Kepala Desa Sungai Tohor, Kecamatan Meranti Timur, Kabupaten Meranti.

Tak hanya untuk lampu penerangan, Nurdiansor juga mengatakan energi listrik yang dihasilkan oleh unit LTSHE bisa juga untuk menghidupkan kipas angin serta beberapa perangkat elektronik lainnya. Ini sangat membantu memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Sungai Tohor yang sebagian besar adalah sebagai nelayan.

Nurdiansor menambahkan bahwa warganya memang sudah lama mendambakan bisa mendapatkan aliran listrik. Namun karena lokasinya yang terpencil hingga kini belum bisa mendapatkan aliran listrik melalui jaringan PLN. Kini, keinginan itu bisa terpenuhi meski bukan melalui listrik PLN namun melalui program LTSHE yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM.

Pihak Direktorat Jenderal EBTKE membagikan sebanyak 380 unit LTSHE untuk Kabupaten Meranti pada tahun anggaran 2017. Setiap unit yang terdiri dari 1 modul sel surya, 4 lampu, 1 kabel charger, remote kontrol dibagikan kepada setiap KK. Sejak bulan November 2017, warga sudah bisa menikmati listrik sel surya program LTSHE itu untuk keperluan sehari-hari.***(rls)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com