28/05/2018 21:21
Pengumuman Hasil UN Tanpa Konvoi,
Siswa SMPN di Meranti Gelar Aksi Kelulusan Berfaedah

28/05/2018 17:25
Sangat Terkenal di Meranti,
Rita: Syamsuar Populer Bukan dari Pencitraan tapi karena Prestasinya Menasional

27/05/2018 16:46
Merasa Dikriminalisasi, Personel Polres Meranti Ini 'Bernyanyi'

23/05/2018 23:00
Usulkan 248 Kouta CPNS,
Bupati dan BKD Meranti bertemu Langsung dengan Menpan-RB

23/05/2018 19:28
Buka Akses Jalan Lintas Bono Teluk Meranti,
Warga: Dihati Kami Cuma Andi Rachman Jadi Pilihan

21/05/2018 19:13
Pilkades serentak ditunda, 48 ASN Meranti Disiapkan untuk Pj Kepala Desa

18/05/2018 17:36
Pemkab Meranti Raih WTP 6 Kali Berturut Turut

14/05/2018 07:48
Nyatakan Dukungan Program, Pemkab Meranti Terima Kunjungan Kakanwil Kemen Kumham Riau

12/05/2018 18:51
Target 40 persen Suara Pilguri, DPC PDI-P Meranti Siap Menangkan H Suyatno

7/05/2018 14:11
Korupsi Pembangunan Pelabuhan Sungai Tohor, PNS Meranti Ini Dituntut 20 Bulan Penjara

  Senin, 26 Pebruari 2018 15:19
Kirim Tim Wabprof ke Meranti,
Dua Oknum Polisi Ditahan Polda Riau Terkait Penembakan Syafrizal


Riauterkini- PEKANBARU- Sekitar tiga anggota Tim Wabprof rencana akan meluncur ke daerah Meranti besok. Hal ini dilakukan untuk mencari fakta hukum terkait insiden penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi.

"Hingga saat ini kasus ini terus kita dalami. Bahkan rencana besok pagi Tim Wabprof akan langsung menuju Meranti," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Riauterkini.com.

Lanjutnya, Tim Wabprof ini hadir untuk mencari fakta hukum atas pelanggaran kode etik yang dilakukan dua oknum polisi anggota Kepolisian Resor Kepulauan Meranti. "Memang saat ini, korban masih dalam masa pemulihan. Nanti, kita akan kembali periksa setelah korban pulih," jelasnya.

Insiden ini terjadi melibatkan dua oknum polisi yakni Briptu Hasbullah Akbar dan Bripda Budi Setiawan. Sementara, seorang oknum polisi lain yang juga sebelumnya sempat diperiksa dinyatakan tidak terlibat dalam insiden tersebut dan statusnya sebagai saksi.

Dari hasil pemeriksaan internal, Briptu Akbar memenuhi unsur kesalahan menembak korban. Sedangkan Briptu Budi yang tangannya digigit korban, juga salah dalam bertindak sehingga terjadi penembakan kepada seorang bocah berinisial Sy alias Ujang. Bocah tersebut tertembak senjata "air soft gun" milik salah seorang oknum polisi tersebut.

Terkait senjata "air soft gun" tersebut dimiliki oleh Budi Setiawan secara ilegal. Dari pemeriksaan senjata ini ternyata dibeli secara online. ***(rul)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com