14/08/2018 09:54
Meranti Terparah, Kebakaran di Riau Sudah Memanggang 3.227 Hektar Lahan

13/08/2018 23:14
EMP Malacca Strait Gelar Sosialisasi CIVD Kepada Vendor Lokal di Meranti

13/08/2018 13:05
Bersama Bupati Meranti, UAS Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Darul Fikri

11/08/2018 17:07
Hearing DPRD Meranti, Hadirkan GM EMP Malacca Strait dan Pihak SKK Migas Sumbagut

7/08/2018 19:24
Annual Asean Sago Symposium 2018, 5 Negara Asia Akan Mengunjungi Kepulauan Meranti

7/08/2018 15:49
4 Annual ASEAN Sago Symposium 2018,
Irwan Kembali Kampanyekan Sagu Terbaik Asal Meranti Masuk Komoditas Pangan Nasional

7/08/2018 14:47
KPU Meranti: Bacaleg Dapat Diganti Setelah Pengumuman DCS

4/08/2018 10:36
Tabligh Akbar dan Pengobatan Gratis,
Ustad Abdul Somad Akan Datang Bersama Ratusan Dokter ke Meranti

3/08/2018 17:06
Bahas EMP Malacca Strait,
Masyarakat Desa Bagan Melibur Datangi Gedung DPRD Meranti

1/08/2018 07:35
Wabup Meranti Meninjau Rehab Rumah Bantuan Kemensos RI di Tebing Tinggi Timur

  Selasa, 6 Maret 2018 16:23
Selidiki Karhutla Meranti, Polda Riau Kirim Tim Khusus

Bantu menyelidiki Karhutla yang terjadi di Meranti, Polda Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus utus tim khusus.

Riauterkini-PEKANBARU- Beberapa waktu laku Polda Riau kirim tim guna membantu menyelidiki kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Meranti tepatnya di desa Lukun. Hingga saat ini data Satgas sekitar 230 hektare lahan dan hutan terbakar.

"Hingga saat ini tim kita masih dalam proses penyelidikan yang bekerja sama dengan Polres Meranti," ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Arif Gidion Setiawan.

Fokus penyelidikan kali ini yakni terkait sumber kebakaran yang terjadi di Pulau Tebing Tinggi, perbatasan Selat Malaka tersebut. Dijelaskan Gidion, sumber api ini cukup berpengaruh dengan proses penyidikan lahan baik milik masyarakat maupun lahan milik PT National Sagu Prima (NSP) yang turut terbakar.

Sejauh ini, Polres Meranti belum dapat mengungkap pelaku pembakar lahan di Desa Lukun. Walaupun wilayah Meranti merupakan wilayah terparah mengalami kebakaran dibanding daerah lain.

"Untuk itu, kita berharap tim kita dapat membantu Polres Meranti dalam mengungkap karhutla yang terjadi di Meranti tersebut," tuturnya.

Sementara, data terakhir Polda Riau telah menetapkan empat tersangka dari sekitar 15 kasus karhutla. Empat tersangka ini merupakan petani yang ditangkap dari beberapa daerah. Seperti dari Dumai, Rokan Hulu dan Pelalawan.***(rul)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com