23/01/2019 11:42
Korupsi KUR BRI Meranti Segera Disidangkan di Pekanbaru

21/01/2019 07:24
Ketua PSSI Meranti Sebut Turnamen Futsal Sago Old Star 2019 Bergengsi

21/01/2019 07:19
Tim Polres Meranti Juara di Turnamen Futsal Sago Old Star 2019

18/01/2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

7/01/2019 15:33
Apel Pertama 2019, Sekda Meranti Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

27/12/2018 09:54
Sempena Hari Jadi Kepulauan Meranti, Sekda Buka Turnamen Sepak Bola Kuala Merbau Cup I

17/12/2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

15/12/2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

14/12/2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

14/12/2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

  Jum’at, 6 April 2018 17:44
Uji Labor Negatif, Kapolres Meranti Himbau Stop Isu Permen Narkoba

Kapolres Meranti menghimbau masyarakat tidak lagi menyebarkan isu permen mengandung Narkoba, menyusul hasil uji laboratorium yang menyatakan Permen Yupi aman dikonsumsi.

Riauterkini - PEKANBARU - Setelah sebelumnya melakukan uji laboratorium dan hasilnya Permen Yupi yang diduga menyebabkan ibu dan anak terkontaminasi narkoba dinyatakan negatif, maka Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH menghimbau masyarakat tidak perlu lagi resah dan juga harus dihentikan isu adanya permen mengandung Narkoba.

"Setelah kita uji ternyata tidak ada kandungan narkoba pada Permen Yupi yang sempat dikonsumsi ibu dan balita di Meranti. Karena itu, saya menghimbau masyarakat untuk tidak lagi resah dan mohon untuk tidak lagi menyebarkan isu ada permen mengandung Narkoba. Itu sangat meresahkan," pintanya.

Lebih lanjut La Ode mengatakan, langkah selanjutnya pihaknya akan kembali pelajari kasus tersebut. Mengingat, sampai saat ini belum diketahui asal zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh balita tersebut sehinga positif Narkoba. Pendalaman dimulai dari kegiatan selama 24 jam pada 31 Maret 2018 bocah berusia hampir 4 tahun tersebut.

"Bukan hanya konsumsinya namun juga kegiatan apa saja yang dilakukan balita tersebut," tambahnya.

Selain itu, keluarga bocah tersebut juga tidak luput pemeriksaan. Mulai dari Kakek, dan ibu dari bocah tersebut.

"Ada dugaan barang haram ini masuk bukan dari makanan, namun kemungkinan ada faktor lain. Saat ini kita sudah mulai kerja lagi. Sebab, Kasat Narkoba sudah kembali dari Jakarta. Target kita lebih cepat semakin bagus," singkatnya.***(rul)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com