8/06/2018 11:10
Golkar Meranti Semakin Solid, Optimis Paslon 4 Menang di Seluruh Wilayah

5/06/2018 15:47
Angkut Barang dari Malaysia, Polair Polda Riau Tahan KM Tenaga Sakti di Perairan Meranti

3/06/2018 08:42
Bupati Irwan Buka Bersama Masyarakat Meranti di Kota Batam

1/06/2018 12:58
Tipikor Pelabuhan Sungai Tohor Meranti, Empat Terdakwa Divonis Berbeda

1/06/2018 09:53
Bahas Pengembangan Produk Kelapa, Bupati Meranti Rapat Bersama Menko Perekonomian

31/05/2018 18:18
Tidak Terbukti Terlibat Narkoba, PN Bengkalis Vonis Bebas Anggota Polres Meranti

31/05/2018 14:50
Dugaan Kriminalisasi Anggota Polres Meranti,
Richie Tidak Terbukti Gunakan Sabu dalam Fakta Persidangan

29/05/2018 16:15
Produk Turunan Sagu Tingkatkan Ekonomi Warga Merbau, Meranti

29/05/2018 13:11
Tokoh Jawa Meranti Ajak Masyarakat Pesisir Kompak Dukung Syamsuar

28/05/2018 21:21
Pengumuman Hasil UN Tanpa Konvoi,
Siswa SMPN di Meranti Gelar Aksi Kelulusan Berfaedah

  Jum’at, 20 April 2018 18:45
Mencuri Sarang Walet, Dua Warga Meranti dilaporkan ke Polisi

Riauterkini - SELATPANJANG - Dua Warga Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial So dan Ad dilaporkan ke aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tebing Tinggi Barat.

Kedua pria ini dilaporkan karena diduga melakukan pencurian sarang burung Walet milik warga Tionghoa, Kok Liong alias Aliong.

Kejadian pencurian tersebut terjadi, Kamis (19/4/2018) dini hari kemarin tepatnya di Jalan Poros Alai - Mengkikip Dusun Sidoharjo, Desa Kundur, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Saat ini, pria berinisial So kabarnya telah diamankan oleh Aparat Kepolisian di Makopolsek, sementara Ad berhasil kabur (melarikan diri) sebelum ditangkap.

Bersama So, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa peralatan yang digunakan dalam melakukan aksi pencurian tersebut.

"1 pelaku dan barang bukti telah diamankan, dan 1 lagi dalam pencarian," ungkap Kapolsek Tebing Tinggi Barat, Ipda Bonardo Purba, Jum'at (20/4/18) kepada wartawan.

Dalam kasus pencurian sarang burung Walet ini, korban Kok Liong alias Aliong mengalami kerugian ditaksirkan mencapai sekitar Rp. 6juta.***(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com