13/08/2018 13:05
Bersama Bupati Meranti, UAS Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Darul Fikri

11/08/2018 17:07
Hearing DPRD Meranti, Hadirkan GM EMP Malacca Strait dan Pihak SKK Migas Sumbagut

7/08/2018 19:24
Annual Asean Sago Symposium 2018, 5 Negara Asia Akan Mengunjungi Kepulauan Meranti

7/08/2018 15:49
4 Annual ASEAN Sago Symposium 2018,
Irwan Kembali Kampanyekan Sagu Terbaik Asal Meranti Masuk Komoditas Pangan Nasional

7/08/2018 14:47
KPU Meranti: Bacaleg Dapat Diganti Setelah Pengumuman DCS

4/08/2018 10:36
Tabligh Akbar dan Pengobatan Gratis,
Ustad Abdul Somad Akan Datang Bersama Ratusan Dokter ke Meranti

3/08/2018 17:06
Bahas EMP Malacca Strait,
Masyarakat Desa Bagan Melibur Datangi Gedung DPRD Meranti

1/08/2018 07:35
Wabup Meranti Meninjau Rehab Rumah Bantuan Kemensos RI di Tebing Tinggi Timur

30/07/2018 19:01
Mahasiswa Kukerta dan Kelompok DARLING Meranti Tanam Seribu Mangrove

30/07/2018 16:56
Polda Riau Amankan 3 Ton Kayu Ilegal Jenis Meranti

  Ahad, 29 April 2018 14:32
Kelompok Seni Meranti Ramaikan Panggung Seni Kreatif Dispar Riau

Panggung Seni Kreatif ke-9 yang ditaja Dispar Riau, menampilkan Kelompok Seni Meranti. Kelompok ini tampil memukau dengan menghadirkan pembacaan syair melayu, joged sonde dan tujuh putri tasik nambus.

Riauterkini - PEKANBARU - Mari bersyukur kepade Allah, Tuhan kuase memberi berkah, syair melayu dijadikan madah, rahmat dan ridho harap dilimpah. Rukun dan damai kite terapkan, hasat dan dengki kite tinggalkan, budaye maju hidup terdepan, negeri selamat jadi impian.

Kalimat tersebut kutipan dari dua bait syair yang berjudul Kesyukuran, karya Abu Raditya Abdullah, yang biasa kerap disapa Pak Dul, putra daerah asli dari Kabupaten Kepulauan Meranti.

Syair tersebut dibacakan oleh Muhammad Kamarul, pada saat tampil di Panggung Seni Kreatif ke-9, yang ditaja oleh bidang ekonomi kreatif (ekraf) Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, di kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai), jalan Sudirman Pekanbaru, Sabtu (28/4/18) malam.

Pada malam itu, Muhammad Kamarul tidak tampil sendiri. Dia bersama rekan-rekannya dari kelompok seni binaan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, juga menyajikan berbagai tarian yang melayu, yaitu joget sonde dan tujuh putri tasik Nambus.

Selain sanggar seni binaan Disparpora Kabupaten Kepulauan Meranti, sajian kesenian yang tampil pada panggung seni kreatif malam itu, adalah Shealova band dan Adi Atonk Percusion, yang menyajikan karyanya dengan judul mobil legend, joget lanun, bridge (jembatan), dan pirates (bajak laut).

Ketua sanggar seni binaan Disparpora Kabupaten Meranti, Rudi Rizal, menuturkan kegiatan panggung seni kreatif yang digelar oleh Dispar Riau setiap malam minggu itu, merupakan wadah yang sangat positif bagi pelaku seni dan komunitas di Provinsi Riau.

"Saya sangat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata Provinsi Riau, karena telah mengundang kami pada acara Panggung seni kreatif ke-sembilan ini. Pagelaran seni ini sangat luar biasa, sebab dikampung kami kegiatan seperti ini masih jarang dilaksanakan," tutur Rudi Rizal.

"Semoga dengan adanya acara ini, dapat memotivasi para seniman agar lebih giat berkarya dan bisa turut tampil di Panggung seni kreatif yang akan datang," tuturnya lagi.

Panggung seni kreatif merupakan kegiatan terobosan untuk menopang aktifitas kawasan Bandar Serai. Dispar Riau melalui Bidang Ekraf serta Riau Creative Centre (RCC). Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak masyarakat yang berkunjung Bandar Serai, dan menjadi alternatif hiburan bagi pengunjungnya.***(rls/mok)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com