12/11/2018 21:27
Tantangan Pengelolaan Ekosistem Gambut,
Bupati Meranti Jadi Pembicara Tropical Peatland Roundtable Discussion

7/11/2018 09:42
Syarat IPK Turun Menjadi 2.75,
Permohonan Bea Siswa Pemkab Meranti Diperpanjang Hingga 15 November 2018

2/11/2018 14:20
Kerjasama Bidang Pendidikan, Wabup Meranti Sambut Tim Rombongan UIN Suska Riau

1/11/2018 21:32
Bupati Meranti Serahkan Bantuan Zakat Comodity Development di Desa Beting

1/11/2018 13:49
Jalin Silaturahmi,
PWI Meranti Kunjungi PT Timah di Pulau Kundur

31/10/2018 15:13
Keganasan Buaya Perairan Meranti Kembali 'Makan' Korban Jiwa

26/10/2018 19:58
Hari Pertama SKD CPNS Meranti, Hanya Satu Peserta Lolos Passing Grade

26/10/2018 16:30
Kabupaten Meranti Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut-urut

23/10/2018 14:56
Pemda, LAM dan MUI Sepakat,
Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi', Direkomendasikan Ditutup

19/10/2018 16:02
Pemprov dan Meranti Tersendiri,
Ujian CAT Peserta CPNS Dibagi Empat Titik

  Selasa, 5 Juni 2018 15:47
Angkut Barang dari Malaysia, Polair Polda Riau Tahan KM Tenaga Sakti di Perairan Meranti

KM Tenaga Sakti milik warga Tionghoa asal Kota Selatpanjang bernama Binkun dimankan Polair Polda Riau. Penahanan dilakukan karena ada pelanggaran dokumen.

Riauterkini - SELATPANJANG - Tim Patroli Dit Polisi Perairan (Polair) Polda Riau, Senin (4/6/18) sekira pukul 22.00 wib malam kemarin menahan KM Tenaga Sakti di perairan Tanjung Kongkong Wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

KM Tenaga Sakti yang diduga mengangkut barang-barang dari Negara Malaysia itu diketahui milik seorang warga Tionghoa asal Kota Selatpanjang bernama, Binkun. 

Dari pantauan dilapangan, Kapal kayu tersebut sudah ditahan oleh anggota Dit Polair Polda Riau di pelabuhan Pos Polair di Jalan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti. 

Tim Patroli Dit Polair Polda Riau yang di Komandoi, Brigadir Alam menahan KM Tenaga Sakti itu karena adanya menemukan pelanggaran dokumen  pelayaran. 

Salah satunya Dokumen atau Buku Pelaut milik 3 orang ABK KM Tenaga Sakti sudah habis masa berlaku dan Nakhoda serta KKM juga tidak memiliki Sertifikat Keahlian (BST) dsb. 

Sementara untuk barang-barang muatan di dalam KM Tenaga Sakti itu belum bisa dilakukan pengecekan,  karena, sebelumnya barang-barang itu sudah terlebih dahulu disegel oleh pihak Bea dan Cukai.

Hingga berita ini diterbitkan, Wartawan belum dapat keterangan resmi dari pihak Dit Polair Polda Riau di Pekanbaru. *(rud) 

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com