7/11/2018 09:42
Syarat IPK Turun Menjadi 2.75,
Permohonan Bea Siswa Pemkab Meranti Diperpanjang Hingga 15 November 2018

2/11/2018 14:20
Kerjasama Bidang Pendidikan, Wabup Meranti Sambut Tim Rombongan UIN Suska Riau

1/11/2018 21:32
Bupati Meranti Serahkan Bantuan Zakat Comodity Development di Desa Beting

1/11/2018 13:49
Jalin Silaturahmi,
PWI Meranti Kunjungi PT Timah di Pulau Kundur

31/10/2018 15:13
Keganasan Buaya Perairan Meranti Kembali 'Makan' Korban Jiwa

26/10/2018 19:58
Hari Pertama SKD CPNS Meranti, Hanya Satu Peserta Lolos Passing Grade

26/10/2018 16:30
Kabupaten Meranti Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut-urut

23/10/2018 14:56
Pemda, LAM dan MUI Sepakat,
Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi', Direkomendasikan Ditutup

19/10/2018 16:02
Pemprov dan Meranti Tersendiri,
Ujian CAT Peserta CPNS Dibagi Empat Titik

15/10/2018 14:05
Meriah HUT ke-19 Pelalawan, Kelurahan Teluk Meranti Gelar Lomba Menjaring Ikan Patin

  Senin, 13 Agustus 2018 23:14
EMP Malacca Strait Gelar Sosialisasi CIVD Kepada Vendor Lokal di Meranti

Sedikitnya 20 koperasi dan CV ikuti ssosialisasi CIVD. Kegiatan diharapkan dapat memberikan kemudahan para kontraktor lokal untuk menjadi rekanan bagi KKKS.

Riauterkini-SELATPANJANG - Sebagai komitmen pembinaan dan peningkatan kapasitas Koperasi dan Vendor rekanan yang berada di sekitar daerah operasi di Pulau Padang, Kepulauan Meranti.

EMP Malacca Strait SA (EMP MSSA), Ahad (12/8/18) kemarin menyelenggarakan sosialisasi CIVD (Centralized Intergrated Vendor Database) di Training Room ľKurau Main Office EMP MS.

Sebanyak 20 koperasi/CV lokal hadir pada acara tersebut. Dengan memiliki CIVD ini akan memberikan kemudahan para kontraktor lokal untuk menjadi rekanan bagi KKKS yang lain, selain di EMP MSSA.

Field Manager EMP MSSA, Yoyok Purwanto dalam sambutannya mengatakan bahwa CIVD penting karena setiap KKKS diwajibkan menggunakan Penyedia Jasa dan Barang (Vendor) yang terdaftar di CIVD.

Sehingga apabila vendor lokal tidak mempunyai Surat Pengganti Dokumen Administrasi (SPDA) dalam CIVD maka tidak dapat mengikuti proses tender di EMP MSSA.

Oleh karenanya EMP MSSA berkewajiban mensosialisaikan CIVD kepada rekanannya. Disamping itu Yoyok juga menyampaikan optimisme EMP MSSA ke depan yang melibatkan partisipasi banyak vendor lokal untuk mendukung operasi seiring dengan semakin membaiknya harga minyak dunia.

Dengan memiliki CIVD ini akan memberikan kemudahan kepada para kontraktor lokal untuk menjadi rekanan bagi KKKS yang lain, selain di EMP MSSA. Artinya membuka peluang pekerjaan baru dari KKKS lain.

Sosialisasi dilakukan oleh Asep Setiawan Selaku Field Operations Support Superintendent dan Brazi selaku Staf bagian procurement EMP MSSA.

CIVD merupakan persyaratan yang bersifat mandatory bagi KKKS dan rekanan dalam proses lelang barang dan jasa di kegiatan usaha hulu migas di Indonesia.

CIVD yang diperuntukkan bagi KKKS dan Vendor merupakan sistem database rekanan (vendor) yang terpusat dan terintegrasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam proses penilaian persyaratan administrasi pra-kualifikasi rekanan.

Bagi rekanan lokal hal ini menjadi sesuatu yang baru dan penting guna keberlanjutan usahanya di kegiatan usaha hulu migas, karena bersifat mandatory, rekanan harus menerapkan CIVD dalam proses administrasi pendaftaran sebagai peserta lelang, para peserta cukup antusias dalam mengikuti sosialisasi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut dijelaskan secara detil hal-hal terkait CIVD, termasuk beberapa syaratnya yakni Akta Pendirian Perusahaan, SK Pengesahan Akta Pendirian, SK Perubahan Terakhir (jika ada), Surat Izin Usaha, Tanda Daftar Perusahaan, Surat Keterangan Domisili, NPWP, Bukti Setoran Pajak Terakhir, Neraca Rugi/Laba Terakhir, SKT MIGAS (jika dibutuhkan).***(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com