24/04/2019 13:37
Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

16/04/2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

11/04/2019 12:50
BBKSDA Riau Lacak Harimau Serang Sapi Warga Teluk Meranti

2/04/2019 16:18
KPU Riau Ambil Alih Tugas KPU Meranti

28/03/2019 18:18
Parisman Ihwan Gelar Kampanye Terbuka di Meranti Pandak

26/03/2019 11:20
KPU Riau Sosialisasikan Pemilu di Kelurahan Sri Meranti

15/03/2019 07:23
Halgustar Mengukuhkan Sahabat Jokowi-Amin Kepulauan Meranti

14/03/2019 16:26
Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili

26/02/2019 16:31
Kampanye di Sekolahan, Caleg Gerindra Meranti Didakwa Bersalah

16/02/2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

  Senin, 3 September 2018 13:56
Buron Kasus Narkoba,
Satnarkoba Polres Meranti Ringkus Mantan Anggota GAM


Satres Nerkoba Polres Kepulauan Meranti meringkus seorang buronan kasus Narkotika bernama Hus alias Husein Aceh. Ia dikatakan juga seorang mantan anggota GAM.

Riauterkini-SELATPANJANG - Satres Nerkoba Polres Kepulauan Meranti, Jum'at (31/8/18) pekan kemarin meringkus DPO dalam kasus Narkotika, Hus alias Husein Aceh.

Pria berumur 42tahun diringkus pihak Kepolisian saat berada di Jalan Impres, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi.

Penangkapan DPO kasus Narkotika jenis Sabu-sabu ini dibenarkan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek, Minggu (2/9/18) melalui Kasatnarkoba, Iptu Darmanto kepada wartawan.

Saat dilakukan penangkapan, Husein Aceh sempat meneriaki pihak kepolisian sebagai rampok, dan melakukan perlawanan, akibatnya, satu anggota Satnarkoba terkena pukulan dibagian hidung.

"Saat penangkapan, kami sempat diteriaki rampok, sontak warga keluar semua pada malam itu. Beruntung warga cepat mengenali kami,"kata Iptu Darmanto.

"Saat akan diborgol, ia memberontak. Satu anggota saya terkena tinjunya, hidungnya sampai berdarah. Kami berempat juga sempat terpelanting saat akan mengamankan pelaku. Dia memang kuat, tubuhnya besar dan kekar," lanjutnya.

Selain memberontak saat akan ditangkap, Hussein juga sempat mencoba menghilangkan barang bukti yang diduga kuat sebagai sabu. Barang bukti tersebut dihilangkan dengan cara ditelan.

"Saya nampak dia memasukkan bungkusan plastik seperti bungkus sabu di dalam mulutnya. Sepertinya, ia langsung menelannya," ungkap Kasatnarkoba itu.

Sebelumnya, pada April 2018 lalu, Husien aceh ini berhasil kabur dari sergapan petugas, saat akan bertransaksi Narkoba di pelabuhan Sedulur, Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi.

Dia kabur dengan cara menceburkan diri dari kapal motornya ke laut. Kondisi malam yang gelap gulita tanpa disertai penerangan mendukung upaya Hussein melarikan diri.

"Saat itu kami tidak bisa menangkap pelaku, kami hanya menemukan barang bukti berupa alat hisap yang masih ada sisa sabu di dalam kapal motornya," ungkap Darmanto.

Belakangan, setelah dilakukan Interogasi, diketahui, Hussein Aceh ternyata pernah menjadi anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Dia ngaku ke kami jika Ia pernah menjadi anggota GAM di Aceh beberapa tahun silam, kemudian ia kabur ke Meranti dan menikah di sini, (Meranti)" ujar Darmanto.***(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com