18/01/2019 16:54
BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas

7/01/2019 15:33
Apel Pertama 2019, Sekda Meranti Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

27/12/2018 09:54
Sempena Hari Jadi Kepulauan Meranti, Sekda Buka Turnamen Sepak Bola Kuala Merbau Cup I

17/12/2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

15/12/2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

14/12/2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

14/12/2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

11/12/2018 20:03
Pilkades Serentak di Meranti Direncanakan pada Mei - Juni 2019

10/12/2018 15:41
Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun

10/12/2018 13:59
Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018

  Senin, 3 September 2018 13:56
Buron Kasus Narkoba,
Satnarkoba Polres Meranti Ringkus Mantan Anggota GAM


Satres Nerkoba Polres Kepulauan Meranti meringkus seorang buronan kasus Narkotika bernama Hus alias Husein Aceh. Ia dikatakan juga seorang mantan anggota GAM.

Riauterkini-SELATPANJANG - Satres Nerkoba Polres Kepulauan Meranti, Jum'at (31/8/18) pekan kemarin meringkus DPO dalam kasus Narkotika, Hus alias Husein Aceh.

Pria berumur 42tahun diringkus pihak Kepolisian saat berada di Jalan Impres, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi.

Penangkapan DPO kasus Narkotika jenis Sabu-sabu ini dibenarkan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek, Minggu (2/9/18) melalui Kasatnarkoba, Iptu Darmanto kepada wartawan.

Saat dilakukan penangkapan, Husein Aceh sempat meneriaki pihak kepolisian sebagai rampok, dan melakukan perlawanan, akibatnya, satu anggota Satnarkoba terkena pukulan dibagian hidung.

"Saat penangkapan, kami sempat diteriaki rampok, sontak warga keluar semua pada malam itu. Beruntung warga cepat mengenali kami,"kata Iptu Darmanto.

"Saat akan diborgol, ia memberontak. Satu anggota saya terkena tinjunya, hidungnya sampai berdarah. Kami berempat juga sempat terpelanting saat akan mengamankan pelaku. Dia memang kuat, tubuhnya besar dan kekar," lanjutnya.

Selain memberontak saat akan ditangkap, Hussein juga sempat mencoba menghilangkan barang bukti yang diduga kuat sebagai sabu. Barang bukti tersebut dihilangkan dengan cara ditelan.

"Saya nampak dia memasukkan bungkusan plastik seperti bungkus sabu di dalam mulutnya. Sepertinya, ia langsung menelannya," ungkap Kasatnarkoba itu.

Sebelumnya, pada April 2018 lalu, Husien aceh ini berhasil kabur dari sergapan petugas, saat akan bertransaksi Narkoba di pelabuhan Sedulur, Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi.

Dia kabur dengan cara menceburkan diri dari kapal motornya ke laut. Kondisi malam yang gelap gulita tanpa disertai penerangan mendukung upaya Hussein melarikan diri.

"Saat itu kami tidak bisa menangkap pelaku, kami hanya menemukan barang bukti berupa alat hisap yang masih ada sisa sabu di dalam kapal motornya," ungkap Darmanto.

Belakangan, setelah dilakukan Interogasi, diketahui, Hussein Aceh ternyata pernah menjadi anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Dia ngaku ke kami jika Ia pernah menjadi anggota GAM di Aceh beberapa tahun silam, kemudian ia kabur ke Meranti dan menikah di sini, (Meranti)" ujar Darmanto.***(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com