24/04/2019 13:37
Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

16/04/2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

11/04/2019 12:50
BBKSDA Riau Lacak Harimau Serang Sapi Warga Teluk Meranti

2/04/2019 16:18
KPU Riau Ambil Alih Tugas KPU Meranti

28/03/2019 18:18
Parisman Ihwan Gelar Kampanye Terbuka di Meranti Pandak

26/03/2019 11:20
KPU Riau Sosialisasikan Pemilu di Kelurahan Sri Meranti

15/03/2019 07:23
Halgustar Mengukuhkan Sahabat Jokowi-Amin Kepulauan Meranti

14/03/2019 16:26
Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili

26/02/2019 16:31
Kampanye di Sekolahan, Caleg Gerindra Meranti Didakwa Bersalah

16/02/2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

  Ahad, 23 September 2018 14:13
Satu Warga Hilang,
Kapal Tanker Tabrak Perahu Buruh Kilang Sagu di Perairan Meranti


Diduga ditabrak kapal tanker, satu unit perahu berisi liam buruh kilang sagu mengalami kecelakaan. Hingga saat ini seorang buruh dikabarkan masih hilang.

riauterkini-SELATPANJANG - Perahu yang ditumpangi 5 buruh kilang Sagu mengalami kecelakaan di perairan Selat Air Hitam, tepat di depan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.

Kejadian yang diperkirakan terjadi pada Ahad (23/9/18) sekira pukul 02.30 wib dinihari akibat tertabrak Kapal Tanker yang melintas di perairan tersebut.

Dalam kejadian ini, 1 orang bernama Supri dikabarkan hilang, sementara 4 orang lagi selamat dan sedang dirawat di Puskesmas Tebingtinggi Barat.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat, Ipda Bunardo Purba ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian laka laut tersebut.

Menurutnya, Pihak kepolisian bersama sejumlah instansi dan masyarakat saat ini terus berupaya mencari korban yang hilang dalam kecelakaan itu.

Diceritakan kronologisnya, pada hari Sabtu tanggal 22 September 2018 sekira pukul 23.00 WIB, korban bersama empat rekannya berangkat dari kilang sagu menuju ke Selatpanjang dengan maksud mengantar temannya yang sudah tidak bekerja lagi (PHK).

Sekitar pukul 02.30 WIB, tanggal 23 September 2018 tiba di Perairan Selat Air Hitam tepatnya di Depan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, datang kapal besi yang belum diketahui identitasnya menabrak perahu pompong yang ditumpangi korban sehingga mengakibatkan perahu tersebut oleng dan tenggelam.

”Korban berusaha menyelamatkan diri ke pantai dan dibantu oleh warga sekitar, namun 1 korban atas nama Supri belum ditemukan masih dalam pencarian,” ujar Purba. Purba menjelaskan, adapun identitas korban yang berhasil diselamatkan, Wirdati Ningsih (46) warga Kota Selatpanjang, Hendra Wijaya (18) Warga Kota Selatpanjang, Sulastri (16) Warga Kota Selatpanjang, dan Pardi (30) asal Pulau Jawa.

Sementara itu, korban selamat, Hendra Wijaya mengatakan, saat peristiwa naas itu terjadi dirinya sempat terlempar beberapa meter dari perahunya dan berusaha berenang memegang kayu sebagai pelampung.

Sementara temannya Supri tidak ditemukan muncul ke permukaan setelah terlempar beberapa meter dari perahu.

Sementara itu Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang, Suharto mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki terhadap kecelakaan ini, dan menyisir pantai bersama BPBD Kepulauan Meranti untuk mencari korban yang hilang.

"Kita masih mencari penyebab kecelakaan, nanti akan dikabarkan lebih lanjut," kata Suharto.*(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com