7/01/2019 15:33
Apel Pertama 2019, Sekda Meranti Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

27/12/2018 09:54
Sempena Hari Jadi Kepulauan Meranti, Sekda Buka Turnamen Sepak Bola Kuala Merbau Cup I

17/12/2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

15/12/2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

14/12/2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

14/12/2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

11/12/2018 20:03
Pilkades Serentak di Meranti Direncanakan pada Mei - Juni 2019

10/12/2018 15:41
Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun

10/12/2018 13:59
Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018

10/12/2018 13:55
Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018

  Ahad, 23 September 2018 14:13
Satu Warga Hilang,
Kapal Tanker Tabrak Perahu Buruh Kilang Sagu di Perairan Meranti


Diduga ditabrak kapal tanker, satu unit perahu berisi liam buruh kilang sagu mengalami kecelakaan. Hingga saat ini seorang buruh dikabarkan masih hilang.

riauterkini-SELATPANJANG - Perahu yang ditumpangi 5 buruh kilang Sagu mengalami kecelakaan di perairan Selat Air Hitam, tepat di depan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.

Kejadian yang diperkirakan terjadi pada Ahad (23/9/18) sekira pukul 02.30 wib dinihari akibat tertabrak Kapal Tanker yang melintas di perairan tersebut.

Dalam kejadian ini, 1 orang bernama Supri dikabarkan hilang, sementara 4 orang lagi selamat dan sedang dirawat di Puskesmas Tebingtinggi Barat.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat, Ipda Bunardo Purba ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian laka laut tersebut.

Menurutnya, Pihak kepolisian bersama sejumlah instansi dan masyarakat saat ini terus berupaya mencari korban yang hilang dalam kecelakaan itu.

Diceritakan kronologisnya, pada hari Sabtu tanggal 22 September 2018 sekira pukul 23.00 WIB, korban bersama empat rekannya berangkat dari kilang sagu menuju ke Selatpanjang dengan maksud mengantar temannya yang sudah tidak bekerja lagi (PHK).

Sekitar pukul 02.30 WIB, tanggal 23 September 2018 tiba di Perairan Selat Air Hitam tepatnya di Depan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, datang kapal besi yang belum diketahui identitasnya menabrak perahu pompong yang ditumpangi korban sehingga mengakibatkan perahu tersebut oleng dan tenggelam.

”Korban berusaha menyelamatkan diri ke pantai dan dibantu oleh warga sekitar, namun 1 korban atas nama Supri belum ditemukan masih dalam pencarian,” ujar Purba. Purba menjelaskan, adapun identitas korban yang berhasil diselamatkan, Wirdati Ningsih (46) warga Kota Selatpanjang, Hendra Wijaya (18) Warga Kota Selatpanjang, Sulastri (16) Warga Kota Selatpanjang, dan Pardi (30) asal Pulau Jawa.

Sementara itu, korban selamat, Hendra Wijaya mengatakan, saat peristiwa naas itu terjadi dirinya sempat terlempar beberapa meter dari perahunya dan berusaha berenang memegang kayu sebagai pelampung.

Sementara temannya Supri tidak ditemukan muncul ke permukaan setelah terlempar beberapa meter dari perahu.

Sementara itu Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang, Suharto mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki terhadap kecelakaan ini, dan menyisir pantai bersama BPBD Kepulauan Meranti untuk mencari korban yang hilang.

"Kita masih mencari penyebab kecelakaan, nanti akan dikabarkan lebih lanjut," kata Suharto.*(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com