8/09/2018 13:33
Bupati Meranti Raih Baznas Award 2018

7/09/2018 14:57
Tanam 10 Ribu Pohon Meranti, Syamsuar Minta APP Sinar Mas tak Sekedar Serimonial

3/09/2018 13:56
Buron Kasus Narkoba,
Satnarkoba Polres Meranti Ringkus Mantan Anggota GAM

27/08/2018 17:22
Bahas Bahaya Narkoba dan Yankomas, Kanwil Kemenkumham Riau Gelar Ceramah Hukum Terpadu di Meranti

27/08/2018 07:18
Mangrove Festival Tutup Kukerta Tetamatik Mahasiswa Unri di Sungai Tohor, Meranti

25/08/2018 19:17
Sekda Buka Bimtek SAKIP bagi Lingkungan Pemkab Meranti

21/08/2018 15:14
Wabup Meranti Lakukan Peninjauan Sekolah, Mendata Sekolah Untuk Dilakukan Perbaikan

18/08/2018 13:20
Bupati Meranti Gelar Ramah Tamah Bersama Paskibraka dan Legium Veteran

17/08/2018 10:09
Bupati Meranti Lepas Pawai Obor Sempena HUT RI Ke-73 Tahun 2018

17/08/2018 08:43
Wabup Pimpin Upacara Renungan Suci Sempena HUT ke=73 RI di Kepulauan Meranti

  Ahad, 23 September 2018 14:13
Satu Warga Hilang,
Kapal Tanker Tabrak Perahu Buruh Kilang Sagu di Perairan Meranti


Diduga ditabrak kapal tanker, satu unit perahu berisi liam buruh kilang sagu mengalami kecelakaan. Hingga saat ini seorang buruh dikabarkan masih hilang.

riauterkini-SELATPANJANG - Perahu yang ditumpangi 5 buruh kilang Sagu mengalami kecelakaan di perairan Selat Air Hitam, tepat di depan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.

Kejadian yang diperkirakan terjadi pada Ahad (23/9/18) sekira pukul 02.30 wib dinihari akibat tertabrak Kapal Tanker yang melintas di perairan tersebut.

Dalam kejadian ini, 1 orang bernama Supri dikabarkan hilang, sementara 4 orang lagi selamat dan sedang dirawat di Puskesmas Tebingtinggi Barat.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat, Ipda Bunardo Purba ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian laka laut tersebut.

Menurutnya, Pihak kepolisian bersama sejumlah instansi dan masyarakat saat ini terus berupaya mencari korban yang hilang dalam kecelakaan itu.

Diceritakan kronologisnya, pada hari Sabtu tanggal 22 September 2018 sekira pukul 23.00 WIB, korban bersama empat rekannya berangkat dari kilang sagu menuju ke Selatpanjang dengan maksud mengantar temannya yang sudah tidak bekerja lagi (PHK).

Sekitar pukul 02.30 WIB, tanggal 23 September 2018 tiba di Perairan Selat Air Hitam tepatnya di Depan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, datang kapal besi yang belum diketahui identitasnya menabrak perahu pompong yang ditumpangi korban sehingga mengakibatkan perahu tersebut oleng dan tenggelam.

”Korban berusaha menyelamatkan diri ke pantai dan dibantu oleh warga sekitar, namun 1 korban atas nama Supri belum ditemukan masih dalam pencarian,” ujar Purba. Purba menjelaskan, adapun identitas korban yang berhasil diselamatkan, Wirdati Ningsih (46) warga Kota Selatpanjang, Hendra Wijaya (18) Warga Kota Selatpanjang, Sulastri (16) Warga Kota Selatpanjang, dan Pardi (30) asal Pulau Jawa.

Sementara itu, korban selamat, Hendra Wijaya mengatakan, saat peristiwa naas itu terjadi dirinya sempat terlempar beberapa meter dari perahunya dan berusaha berenang memegang kayu sebagai pelampung.

Sementara temannya Supri tidak ditemukan muncul ke permukaan setelah terlempar beberapa meter dari perahu.

Sementara itu Petugas Keselamatan Berlayar KSOP Selatpanjang, Suharto mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki terhadap kecelakaan ini, dan menyisir pantai bersama BPBD Kepulauan Meranti untuk mencari korban yang hilang.

"Kita masih mencari penyebab kecelakaan, nanti akan dikabarkan lebih lanjut," kata Suharto.*(rud)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com