7/01/2019 15:33
Apel Pertama 2019, Sekda Meranti Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

27/12/2018 09:54
Sempena Hari Jadi Kepulauan Meranti, Sekda Buka Turnamen Sepak Bola Kuala Merbau Cup I

17/12/2018 06:47
Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Hari Jadi Kabupaten Meranti

15/12/2018 16:15
Jelang Akhir Tahun 2018,
Management Grand Meranti Hotel dan Paragon Sambangi Panti Asuhan

14/12/2018 18:58
Bawaslu Meranti Gelar Rakor Peningkatan SDM

14/12/2018 10:33
Polres Meranti Akan Dirikan Pospam dan Posyan Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

11/12/2018 20:03
Pilkades Serentak di Meranti Direncanakan pada Mei - Juni 2019

10/12/2018 15:41
Gadis di Meranti Ini Dicabuli Ayah Kandung Selama Belasan Tahun

10/12/2018 13:59
Kejari Meranti Gelar Apel Hari Anti Korupsi Internasional 2018

10/12/2018 13:55
Polres Meranti Musnahkan Narkoba Hasil Operasi Antik Muara Takus 2018

  Senin, 24 September 2018 09:59
Ditolak di Siak dan Batal di Bengkalis, Ketua NU Minta GP Ansor Tiadakan Kirab di Meranti

Ketua PW NU Riau Rusli Ahmad prihatin dengan penolakan masyarakat atas Kirab Nusantara GP Ansor. Untuk menjaga situasi kondusif, kegiatan serupa di Meranti minta ditiadakan.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Pengurus Wilayah Nalflatul Ulama (PW NU) Riau Rusli Ahmad menghimbau Gerakan Pemuda (GP) Ansor Riau meniadakan kegiatan Kirab Nusantara yang dijadwalkan digelar di Kepulau Meranti hari ini, Senin (24/9/18). Saran ini disampaikan merujuk pada situasi yang yak kondusif. Terjadi penolakan masyarakat di Siak, bahkan kegiatan di Bengkalis batal digelar karena massa kontra sudah bertindak anarkhis.

"Melihat perkembangan yang sudah tidak baik lagi di lapangan, saya menghimbau GP Ansor meniadakan Kirab Nusantara di Meranti. Ini perlu dilakukan untuk kebaikan semua pihak," saran Rusli Ahmad saat berbincang dengan riauterkini melalui sambungan telephon.

Dikatakan Rusli Ahmad, peniadaan Kitab Nusantara di Meranti tidak akan mengurangi makna dan semangat dari kegiatan tersebut. Mengingat secara simbol semangat sudah sampai di Bumi Lancang Kuning, Riau.

'Sebaikanya dari Bengkalis, bendera Merah Putih yang dikirab langsung dibawa ke Batam, Kepulauan Riau, karena di sana jadwal lanjutannya," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai penyebab terjadinya penolakan sedemikian rupa terhadap kegiatan GP Ansor, politisi PDIP tersebut merasa hal ini imbas dari langkah GP Ansor di Jawa yang sering menolak kehadiran Ustadz Abdul Somad. Padahal, GP Ansor di Riau sikapnya berbeda. Di Riau warga NU sangat menghormati UAS.

Selain itu, Rusli juga menilai GP Ansor kurang maksimal dalam melakukan komunikasi dan pendekatan pada semua pihak. Harus lebih intensif melakukan pendekatan untuk menghindari kesalah-pahaman.***(mad)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com