24/04/2019 13:37
Gelapkan Dana Desa,
Mantan Kades di Meranti dan Tiga Stafnya Dituntut 2 Hingga 5 Tahun Penjara

16/04/2019 12:05
Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara

11/04/2019 12:50
BBKSDA Riau Lacak Harimau Serang Sapi Warga Teluk Meranti

2/04/2019 16:18
KPU Riau Ambil Alih Tugas KPU Meranti

28/03/2019 18:18
Parisman Ihwan Gelar Kampanye Terbuka di Meranti Pandak

26/03/2019 11:20
KPU Riau Sosialisasikan Pemilu di Kelurahan Sri Meranti

15/03/2019 07:23
Halgustar Mengukuhkan Sahabat Jokowi-Amin Kepulauan Meranti

14/03/2019 16:26
Oknum Caleg Penghina Wabup Meranti Diadili

26/02/2019 16:31
Kampanye di Sekolahan, Caleg Gerindra Meranti Didakwa Bersalah

16/02/2019 07:30
Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis

  Senin, 24 September 2018 09:59
Ditolak di Siak dan Batal di Bengkalis, Ketua NU Minta GP Ansor Tiadakan Kirab di Meranti

Ketua PW NU Riau Rusli Ahmad prihatin dengan penolakan masyarakat atas Kirab Nusantara GP Ansor. Untuk menjaga situasi kondusif, kegiatan serupa di Meranti minta ditiadakan.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Pengurus Wilayah Nalflatul Ulama (PW NU) Riau Rusli Ahmad menghimbau Gerakan Pemuda (GP) Ansor Riau meniadakan kegiatan Kirab Nusantara yang dijadwalkan digelar di Kepulau Meranti hari ini, Senin (24/9/18). Saran ini disampaikan merujuk pada situasi yang yak kondusif. Terjadi penolakan masyarakat di Siak, bahkan kegiatan di Bengkalis batal digelar karena massa kontra sudah bertindak anarkhis.

"Melihat perkembangan yang sudah tidak baik lagi di lapangan, saya menghimbau GP Ansor meniadakan Kirab Nusantara di Meranti. Ini perlu dilakukan untuk kebaikan semua pihak," saran Rusli Ahmad saat berbincang dengan riauterkini melalui sambungan telephon.

Dikatakan Rusli Ahmad, peniadaan Kitab Nusantara di Meranti tidak akan mengurangi makna dan semangat dari kegiatan tersebut. Mengingat secara simbol semangat sudah sampai di Bumi Lancang Kuning, Riau.

'Sebaikanya dari Bengkalis, bendera Merah Putih yang dikirab langsung dibawa ke Batam, Kepulauan Riau, karena di sana jadwal lanjutannya," tuturnya.

Ketika ditanya mengenai penyebab terjadinya penolakan sedemikian rupa terhadap kegiatan GP Ansor, politisi PDIP tersebut merasa hal ini imbas dari langkah GP Ansor di Jawa yang sering menolak kehadiran Ustadz Abdul Somad. Padahal, GP Ansor di Riau sikapnya berbeda. Di Riau warga NU sangat menghormati UAS.

Selain itu, Rusli juga menilai GP Ansor kurang maksimal dalam melakukan komunikasi dan pendekatan pada semua pihak. Harus lebih intensif melakukan pendekatan untuk menghindari kesalah-pahaman.***(mad)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com